Jangan Panik! Covid BA.4 dan BA.5 Lebih Ringan Dibanding Omicron dan Delta, Simak Penjelasan Kemenkes

Jangan Panik! Covid BA.4 dan BA.5 Lebih Ringan Dibanding Omicron dan Delta, Simak Penjelasan Kemenkes

Ilustrasi: Hasil tes medis terhadap Omicron varian BA.4 dan BA.5. -Pixabay/@geralt-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, bahwa gejala subvarian Covid-19 BA.4 dan BA.5 lebih ringan dibanding varian Omicron maupun Delta.

"Subvarian BA.4 dan BA.5 ini lebih ringan gejala yang ditimbulkan dibanding dengan Omicron sebelumnya maupun dari Delta," kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam diskusi daring, Jumat 17 Juni 2022.

Syahril meenjelaskan, subvarian BA.4 dan BA.5 memiliki kemampuan lebih cepat menular dibandingkan varian Omicron sebelumnya.

BACA JUGA:Ganjar Masuk Bursa Capres NasDem, PDIP Angkat Bicara

,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,,

Selain itu, subvarian BA.4 dan BA.5 memiliki karakteristik untuk menurunkan kemampuan terhadap terapi beberapa jenis antibodi monoklonal.

"Bahkan memiliki kemampuan lolos dari perlindungan kekebalan vaksinasi dan infeksi varian Omicron," ujarnya.

"Yang mungkin perlu kita waspadai yaitu immune escape," sambungnya

Syahril mengatakan, 20 kasus yang dilaporkan dari kedua subvarian itu, mayoritas mengalami gejala ringan dengan paling banyak dilaporkan adalah demam dan batuk. 

"Disusul sakit tenggorokan, pilek, mual, badan pegal, dan ada pula yang tidak bergejala," terangnya.

"Dari 20 pasien yang telah diidentifikasi, delapan orang merupakan pasien berjenis kelamin laki-laki, dan 12 lainnya perempuan," sambungnya.

Terkait status vaksinasi, lanjut Syahril, terdapat tiga pasien anak yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Kemudian dua orang baru mendapatkan vaksin satu dosis, lima orang rampung mendapatkan vaksin dua dosis. 

BACA JUGA:Amerika Serikat Kutuk Pejabat India Penghina Nabi Muhammad

Sementara sembilan orang sudah mendapatkan booster atau suntikan dosis ketiga, dan satu orang pasien sudah mendapatkan booster dua kali atau empat dosis vaksin Covid-19.

Sumber: