Jawaban 'Telak' Mahfud MD Soal Islamofobia, Fahri Hamzah: Itu Tugas NU dan Muhammadiyah, Sambo Tugas Bapak

 Jawaban 'Telak' Mahfud MD Soal Islamofobia, Fahri Hamzah: Itu Tugas NU dan Muhammadiyah, Sambo Tugas Bapak

Menko Polhukan Mahfud MD-Foto: Twitter/@@mohmahfudmd-disway.id --

JAKARTA, DISWAY.ID - Menko Polhukam, Mahfud MD ungkit soal Islamofobia di akun Twitter pribadinya.

Menurut Mahfud MD, saat ini banyak orang-orang yang memahami pelajaran agama tidak secara menyeluruh.

Hal itulah yang menurutnya membuat sejumlah orang nekat untuk menjadi teroris. Cuitan Mahfud MD merupakan sebuah jawaban dari pertanyaan akun Twitter @azissubekti.

"Pak @mohmahfudmd apa ini bisa dikategorikan islamophobia di tubuh institusi pemerintah ? Jelas cara menyampaikan narasi cenderung subjektif akan memicu kesalahpahaman terhadap Islam dan ini mengarah pada relativisme agama yang membahayakan semua agama," tulis akun tersebut.

Kemudian Mahfud MD mempertanyakan dimana Islamofobianya?

BACA JUGA:Ketua Banggar Sarankan Pelanggan Listrik 450 VA Dialihkan ke 900 VA, Tapi...

"Itu fakta, bnyk yg memahami agama scr sempit, shg mau jd teroris atau minta dibunuh krn menganggap Bank haram dan Pemerintah Thoghut," ujar Mahfud MD, dilansir dari Twitter @mohmahfudmd, dilansir pada Senin 19 September 2022.

"Pd-hal semua negara Islam (OKI) skrng pakai Bank. Pimpinan ormas2 Islam dan ulama jg pakai kartu ATM dan rekening dari Bank," tegas Mahfud MD.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah berikan pernyataan menohok.

BACA JUGA:Sambo Resmi Dipecat dari Polri, Suami Putri Kini Dipastikan Tak Mendapat Gaji Hingga Tunjangan Pensiun

Menurut Fahri Hamzah, lebih baik Mahfud MD urus kasus Ferdy Sambo. Pasalnya urusan ranah agama merupakan tugas NU dan Muhammadiyah.

“Banyak yg memahami agama secara sempit”. Itu tugas NU dan Muhammmadiyah aja pak. Sementara banyak SAMBO itu tugas bapak" ujar Fahri Hamzah, dilansir dari Twitter @Fahrihamzah, pada 19 September 2022.

Pernyataan Mahfud MD soal Sambo

Mahfud MD meminta publik harus optimis dengan Polri dalam pengusutan kasus Brigadir J.

Sumber: