Airlangga Hartarto Sebut Azyumardi Adalah Sosok Cendekiawan Muslim Inspirasi Generasi Muda

Airlangga Hartarto Sebut Azyumardi Adalah Sosok Cendekiawan Muslim Inspirasi Generasi Muda

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto-Rafi Adhi Pratama-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto menyebut sosok almarhum Azyumardi Azra dinilai cendekiawan muslim yang diterima pihak kalangan apapun.

Airlangga mengatakan ajaran beliau tentang demokrasi humanisme juga dinilai menginspirasi generasi muda.

"Beliau adalah cendikiawan muslim yang diterima semua pihak dengan integritas yang luar biasa dan ajaran-ajaran beliau tentang demokrasi humanisme itu mempunyai nilai yang menginspirasi generasi muda," katanya kepada Disway.id, Senin 19 September 2022 malam.

BACA JUGA:Mantan Menag Sebut Azyumardi Sosok Cendekiawan Sejati: Tak Pernah Tergoda Jabatan di Birokrasi dan Politik

Diungkapkannya, humanisme dari demokrasi adalah hal yang paling melekat dari sosok almarhum dalam dirinya.

"Kita berinteraksi dalam humanisme dari demokrasi. Jadi, nilai-nilai itu yang melekat dalam pemikiran saya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jenazah Almarhum Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra tiba di rumah duka, pada Senin (19/8/2022), sekira pukul 23.53 WIB.

Diketahui rumah duka berlokasi di Perumahan Puri Laras II, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.

BACA JUGA:Jenazah Azyumardi Azra Tiba di Rumah Duka, Dimakamkan di TMP Kalibata Hari Ini

Jenazah tiba dengan mobil ambulance dengan didampingi para keluarga di dalamnya.

Terlihat istri almarhum Ipah Farihah bersama sang anaknya menangis saat jenazah hendak dikeluarkan dalam ambulance.

Jenazah berada di dalam peti berwarna cokelat dibalut kain berwarna merah putih. Beberapa keluarga lainnya bersama anggota TNI tampak mengeluarkan peti jenazah dari ambulance.

Terpantau Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hertanto dan Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin menyambut kedatangan jenazah.

BACA JUGA:Siapa Membunuh Putri (16) - Teror di Radio

Sumber: