Mahfud MD Ingatkan PSSI dan Menpora Ambil Tindakan Cepat Atas Tragedi Kanjuruhan

Mahfud MD Ingatkan PSSI dan Menpora Ambil Tindakan Cepat Atas Tragedi Kanjuruhan

Para korban yang berjatuhan akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022 malam. -Instagram/@hasanjr11-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang mengakibatkan sebanyak 130 orang meninggal dunia dan ratusan penonton luka-luka hingga dirawat di rumah sakit.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengkingatkan kepada PSSI dan Kemenpora untuk mengambil tindakan cepat dalam menangani Tragedi Kanjuruhan.

“Untuk PSSI supaya segera melakukan tindakan ke dalam secepatnya agar PSSI ini bisa dikendalikan secara baik,” Kata Mahfud MD saat konferensi pers, Senin 3 Oktober 2022.

BACA JUGA:Presiden AFC Syok dan Sedih Atas Tragedi Kanjuruhan, Shaikh Salman: Kami Juga Ingin Sampaikan Dukungan

Tak hanya itu, Ia juga memerintahkan Kementerian Pemuda dan Olahraga agar mengevaluasi total sesuai ketentuan FIFA dan aturan perundang-undangan.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga Untuk mengundang PSSI, pemilik klub dan panitia pelaksana daerah dan pihak bersangkutan untuk memastikan tegaknya peraturan dilaksanakan pertandingan baik yang dibuat FIFA maupun diatur didalam berbagai peraturan perundang-undangan kita sebagai upaya evaluasi total,” jelasnya Mahfud MD.

Lebih lanjut, Mahfud MD akan memberikan santunan sosial kepada korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022

“Pemerintah juga akan memberikan santunan sosial yang nanti akan dilakukan satu atau dua hari kedepan,” ujarnya Mahfud MD.

BACA JUGA:Bakal Santuni Korban Tragedi Kanjuruhan, PBNU Minta Tindak Tegas Pihak Bersalah

Sekadar Informasi, Tragedi ini pecah usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang berakhir 2-3 untuk kemenangan Tim Bajul Ijo.

Pada saat itu Arema FC menghadapi Persebaya berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Suporter Arema memasuki lapangan karena timnya kalah. Kericuhan tidak terelakkan, sehingga aparat mengendalikan keadaan dengan menembakkan gas air mata.

Tragedi ini menjadi yang terburuk kedua di dunia setelah terjadi di Stadion Olahraga Accra, Ghana, yang mempertandingkan laga antara Heart of Oak vs Kotoko pada 2001.

Pada kejadian di Stadion Olahraga Accra Ghana banyak penonton yang berdesak-desakan dan menyebabkan 126 orang meninggal dunia.

Sumber: