Jerman Diduga Langgar HAM Gegara Aksi Tutup Mulut Dukung Kampanye 'One Love'?

Jerman Diduga Langgar HAM Gegara Aksi Tutup Mulut Dukung Kampanye 'One Love'?

Timnas Jerman Dukung Kampanye 'One Love' di [email protected]_Team_EN-Twitter

JAKARTA, DISWAY.ID - Sebelum Tim Nasional Negeri Matahari Terbit membombardir gawang Jerman di menit-menit terakhir, aksi tutup mulut dilakukan oleh Tim Nasional Jerman sebagai bentuk protes kepada FIFA karena melarang sang kapten untuk menggunakan ban bermotif pelangi.

Tercatat ada tujuh negara yang mendorong kampanye One Love di Piala Dunia 2022 Qatar, Jerman merupakan salah satunya.

Kampanye yang mereka lakukan bertujuan untuk mendukung keberagaman dan keberpihakan kepada kelompok LGBT.

BACA JUGA:Wow Kisah Kartun Tsubasa Ozora Kini Jadi Kenyataan: Samurai Biru Libas Habis Der Panzer!

BACA JUGA:Manchester City Masih Percaya Pep Guardiola Hingga Juni 2025

Berencana untuk menggunakan ban bermotif pelangi untuk para kapten di setiap pertandingan Piala Dunia 2022, akan tetapi FIFA menolak keras akan apa yang mereka lakukan.

Bukan tanpa alasan FIFA melarang kampanye One Love, FIFA ingin seluruh peserta menghormati peraturan tuan rumah Qatar yang tidak menoleransi LGBT.

Bahkan sanksi kartu kuning akan dijatuhkan kepada setiap pemain yang melanggar aturan ini, atau nekat untuk tetap menggunakan ban kapten bermotif pelangi.

Dalam sesi foto, para pemain Timnas Jerman serempak melakukan aksi tutup mulu, yang mana aksi ini sebagai bentuk pembungkaman dalam menyuarakan kebebasan, demikian yang Federasi Sepakbola Jerman (DFB) sebutkan.

BACA JUGA:Tegas! TransJakarta Langsung Pecat Supir JakLingko yang Viral Karena Ugal-ugalan

BACA JUGA:Gus Miftah Sindir Timnas Jerman Usai Dukung LGBT: Allah Menutup Mulut Mereka dengan Kekalahan!

Setelahnya keluar pernyataan resmi Jerman, yang menyebut: "Bukan pernyataan politis, HAM adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Ban kapten kami menunjukkan nilai-nilai Jerman, keberagaman dan rasa hormat. Kami mau pendapat ini didengar. Melarang penggunaan ban kapten, sama saja mengacuhkan membungkam kami.”

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Fraser mengimplementasikan aksi protes tersebut.

Ketika hadir di Khalifa International Stadium, dia hadir dengan menggunakan ban One Love dengan corak pelangi.

Sumber: