Ujian Dini

Ujian Dini

Vivek Ramaswamy (paling kiri) termasuk kandidat presiden terkuat saat ini.--

KIAN TINGGI, Anda kian tahu kelanjutannya. Pun bagi yang baru saja ''memenangkan'' debat capres dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy. Kini capres termuda Amerika Serikat itu menuai angin kencang.

Itu gara-gara lidah tajamnya. Ia mengecam Ayanna Pressley sebagai tukang sihir dari kelompok Ku Kluk Klan modern.

Ayanna memang pernah menyinggung soal ras tang sangat sensitif. "Kita tidak perlu orang berwajah cokelat yang tidak menyuarakan cokelat," kata Ayanna. Maksudnyi: setiap ras harus menyuarakan kepentingan ras mereka. Sebenarnya ada kalimat sebelumnya yang mendahului: "Kita tidak perlu orang berkulit hitam yang tidak menyuarakan kepentingan ras kulit hitam".

Vivek mengutip kalimat kedua, mungkin, karena ia sendiri keturunan Asia.

Intinya Vivek menilai tokoh seperti Ayanna pun masih rasialis.

Tentu Ayanna ngamuk. Dia muda, 49 tahun. Dia tokoh kulit hitam yang cemerlang. Dia terpilih menjadi anggota DPR mewakili Boston. Tahun 2018 lalu Ayanna mengalahkan Michael Capuano yang sangat mengakar di Boston. Michael Capuano sudah 10 kali terpilih sebagai anggota DPR dari Dapil Boston. Ayannalah kulit hitam pertama yang menjadi anggota DPR mewakili Boston.

Boston dikenal sangat ''putih''. Baru belakangan berubah drastis. Wali kota Boston pun kini Tionghoa, wanita, keturunan Taiwan. Kali pertama pula wali kota Boston bukan kulit putih.

Ujian bagi Vivek ini tergolong berat. Ia bisa tidak dapat simpati dari pemilih kulit hitam. Ia bisa dikesankan sebagai batang tebu ireng: gelap di luar, putih di dalam.

Tapi jangan-jangan ia meniru Obama. Orang hitam yang cara berpikirnya kulit putih. Dan karena itu terpilih sampai dua periode. 

Vivek memang sengaja menyerempet soal yang peka itu. "Soal ras harus kita perdebatkan secara terbuka dengan apa adanya," ujar Vivek. "Yang terjadi sekarang ini orang bicara lain kalau di  tempat terbuka tapi bicara apa adanya ketika berada di kelompoknya," kata Vivek seperti disiarkan luas di media Amerika.

Itu seperti kemunafikan baru. Padahal orang Amerika tidak suka orang munafik.

Tapi menyamakan Ayanna dengan tukang sihir KKK sangatlah menohok. KKK sangat dibenci orang kulit hitam. KKK adalah simbol supremasi kulit putih yang paling tinggi. Dan Ayanna disamakan dengan KKK.

Meski ''menang'' di debat capres pertama Vivek masih rangking tiga di Partai Republik. Tapi itu pun sudah luar biasa: dari bukan siapa-siapa. Apalagi trend-nya terus melonjak.

Ayanna dari Partai demokrat. Dia termasuk tokoh ''gang squad'' di DPR Amerika. Sangat kiri. Anggota ''gang'' lainnya Anda sudah tahu: Ilhan Oemar (40), Alexandria Ocasio-Cortez (33), Rashida Tlaib (49).

Ayanna lahir di Cincinnati, Ohio, besar di Chicago, diajak pindah ke Brooklyn New York dan akhirnya ke Boston. Masa kecilnya ditinggal ayah masuk penjara akibat kecanduan alkohol. Lalu ikut ibu saat orang tua bercerai. Waktu SMA di Chicago Ayanna jadi model. Juga juara debat. Kalau saja wali kota Chicago dipilih dari kelas itu, Ayanna yang akan terpilih.

Di Boston Ayanna berhenti kuliah di Boston University karena ibunya kena PHK. Dia harus bekerja. Termasuk menjadi tim sukses calon anggota DPR Joseph Kennedy II. Lalu jadi anggota tim sukses anggota DPR John Kerry. 

Ketika akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Boston,  mamanya sering hadir di berbagai acara. Sang mama selalu mengenakan nama di dadanyi: Mama Ayanna.

Ayanna kini gundul. Dia tidak menyembunyikan kegundulannyi. Harus apa adanya. Apalagi dia gundul karena penyakit langka tapi  tidak membahayakan: alopesia areata. Tiba-tiba saja botak di beberapa tempat. Sekalian saja digundul.

Sampai sekarang masih sulit dijawab dari mana datangnya penyakit itu. Yang lebjh banyak menyerang wanita usia sekitar 40 tahun. Dugaan sementara: dari pikiran yang tegang.

Dan Ayanna kini membuat tegang Vivek. Ujian dari Ayanna bisa membuat Vivek lulus atau terjerembap. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 29 Agustus 2023: BACA JUGA:Creator Nasab

Rofi'udin
Dalam modul resmi pendidikan kaderisasi PBNU 2023 ttg Sanad Perjuangan NU, Walisongo bukan sekadar jumlah 9 wali, tetapi lebih pada periodisasi perjuangan, dengan personil yang fleksibel. Ditulis bahwa Pimpinan/Quthb Walisongo: Periode 1: Syeikh Jumadil Kubro w.1376 Periode 2: Syekh Ibrahim Asmara wandi w.1451 Periode 3: Sunan Gresik w.1419 Periode 4: Sunan Gisik w.1449 Periode 5: Sunan Ampel w.1479 Periode 6: Sunan Ngudung w.1513 Periode 7: Sunan Bonang w.1525 Periode 8: Sunan Gunung Jati w.1570 Periode 9: Sunan Kalijaga w.1586 Periode 10: Sutawijaya Sultan Mataram w.1601 Periode 11: Sunan Prapen: 1605 ........ ........ Periode 60: Syaikh Ahmad Khatib Sambas w.1875 Periode 61: Syekh Nawawi al-Bantani w.1897 Periode 62: Syekh Kholil Bangkalan w.1923 Periode 63: Syekh Hasyim Asy'ari Jombang w.1947 Periode 64 (Sekarang): KH. Ahmad Shiddiq-KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 

Rofi'udin
Pak Dahlan menulis lead: ADA ulama besar bernama Asmoro Qondi. Ia bukan wali. Kalimat kedua langsung salah. Syekh Ibrahim Asmaraqandi bahkan quthub/pimpinan Walisongo Periode 2

Juve Zhang
Kita asah otak dari berita anak muda dari Aceh di culik 3 oknum minta "tebusan" dipukuli mati. Keganjilan 1. Yg diculik bukan orang kaya .2 penculikan pertama sukses dapat 13 juta . 3. Penculikan kedua gagal minta 50 juta tak ada duitnya. 4. Masa ada obyek culikan sampai 2 kali. Wkwkkwkwk. Ini jelas motif nya "bisnis" kerjasama . Apa bisnisnya ? tugas intelijen mencari nya. Itu akar masalahnya. Kalau "kebetulan" dari Aceh ya silakan telusuri ke aceh . 

Amat K.
BMKG meralat gempa bumi yang awalnya di Tanah Bumbu, Kalsel, kini dipastikan bahwa gempa tersebut berpusat di Lombok, NTB. Saya tinggal di Hulu Sungai ..., Om, jauh dari pantai dan tidak merasakan adanya gempa. Entahlah di bagian Kalsel yang lain. Baru tahu tadi pagi setelah membaca berita.

dion noid
Jadi ingat salah satu contoh dalam gramatika bahasa arab/nahwu من تعز بعزاء الجاهلية فأعضوه. بهن. أبيه Barang siapa membanggakan diri dengan model jahiliyah (membanggakan nasabnya) maka suruhlah dia menggigit kemaluan ayahnya

Maramuda Sagala
asumsi bung mirza bahwa nama Ba Alawi itu brasal dari nama Ali bin Abi talib itu tidak benar. Sebutan Ba alawy itu berasal dari nama datuk mereka yang bernama Alawy bin Ubaidillah. dan muncullah nama ormas bernama Rabithah Alawiyah. Ubaidillah disepakati adalah keturunan Fatimah Az Zahra. Yg dipermasalahkan adalah Ubaidillah itu hanya punya anak dua dan dua2nya tidak ada yg bernama Ubaidillah. Demikian.

Mirza Mirwan
Mungkin, ini mungkin lho ya, KH Imad mendasarkan pendapatnya pada sejarah bahwa Ali bin Abi Thalib punya beberapa isteri setelah meninggalnya Fatimah binti Muhammad. Jadi tidak semua Bani Alawy (keturunan Ali bin Abi Thalib) bisa disebut habib. Maksudnya, mungkin saja mereka bukan keturunan Ali dari jalur Hasan, Husein, Zainab dan Ummi Kultsum yang putra-putri Fatimah binti Muhammad. Artinya bukan keturunan Nabi. Masuk akal, sebenarnya. Tetapi, bahkan Sayyid (keturunan Nabi dari jalur Husein bin Ali bin Abi Thalib) dan Syarif (keturunan dari jslur Hasan bin Ali bin Abu Thalib) dari Timur Tengah saja mengakui bahwa pencatatan nasab (sampai ke Nabi) di Rabithah Alawiyah Indonesia adalah yang paling rapi. Rabithah Alawiyah -- literal memang artinya perkumpulan keturunan Ali -- mempunyai seksi yang mengurusi verifikasi nasab, al-Maktab al-Daimi. Mestinya, sebelum KH Imad mengumbar statemen soal keturunan Nabi/bukan itu datang dulu ke Rabithah Alawiyah d.h.i al-Maktab al-Daimi. Lha, sekarang, ketika ia menghindar dari debat dengan orang yang bahkan bukan keturunan Nabi, kan kredibilitas nya sebagai kiai haji yang doktor dipertanyakan khalayak. Saya jadi ingat kata-kata Ali bin Abi Thalib: "Lidah orang bijak berada di belakang hatinya, sedang hati orang bodoh berada di belakang lidahnya". Maksudnya, orang bijak akan menimbang-nimbang dulu apa yang akan diucapkan, sementara orang bodoh ngomong dulu baru menimbang-nimbang. Telaaat!

ari widodo
Dalam Islam dilarang untuk membangga-banggakan nasab, serta sebaliknya dilarang untuk menghilangkan/mengganti nasab seseorang. Karena pada dasarnya setiap individu manusia bergantung atas amal perbuatannya masing-masing bukan kepada nasabnya, selamat tidaknya bahagia tidaknya ditentukan oleh ketaqwaannya masing-masing. Rasullulah SAW sangat mencintai umatnya sudah terbukti diakhir hayat beliau yang disebut adalah umatnya, namun Rasullulah berbahagia dan lebih cinta lagi kepada umatnya yg mencintai anak keturunannya. Salam sehat dan bahagia selalu

Parikesit
GARIS NASAB SYEKH IBRAHIM ASMOROQONDI (ابراهيم السمركندي) 1.    Nabi Muhammad Rasulullah SAW. 

2.    Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib 

3.    Al-Imam Al-Husain 

4.    Al-Imam Ali Zainal Abidin 

5.    Al-Imam Muhammad Al-Baqir 

6.    Al-Imam Ja’far Shadiq 

7.    Al-Imam Ali Al-Uraidhi 

8.    Al-Imam Muhammad An-Naqib 

9.    Al-Imam Isa Ar-Rumi 

10.   Al-Imam Ahmad Al-Muhajir 

11.    As-Sayyid Ubaidillah 

12.    As-Sayyid Alwi

13.    As-Sayyid Muhammad 

14.    As-Sayyid Alwi  

15.    As-Sayyid Ali Khali’ Qasam 

16.    As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath 

17.    As-Sayyid Alwi Ammil Faqih  

18.    As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan 

19.    As-Sayyid Abdullah 

20.    As-Sayyid Ahmad Jalaluddin 

21.    As-Sayyid Husain Jamaluddin  

22.    Syekh Ibrahim Asmoroqondi / As-Sayyid Ibrahim Zainuddin As-Samarqandy

Mirza Mirwan
Dalam "Babad Tanah Jawi" memang kisah Asmoro Qondi (AQ) -- juga disebut Makdum Ibrahim Asmoro -- seperti ditulis Pak DI tersebut: mengungsi dari Samarkand karena serangan pasukan Timur Lenk. Sayangnya tidak ada literatur lain selain "Babad Tanah Jawi" itu. Buku-buku tentang walisongo juga menjadikan buku babad tersebut sebagai referensi. Padahal, dalam literatur Barat, Timur Lenk muslim, lho. Kedatangannya di Samarkand justru disambut gembira umat muslim dan para ulama. Kenapa AQ harus mengungsi? Apakah AQ yang waktu itu masih belasan tahun takut, karena Timur Lenk adalah keturunan Jenghis Khan -- Timur Lenk keturunan ke-5? Dan AQ teringat sejarah kekejaman Hulagu Khan, cucu Jenghis Khan, yang menghukum Khalifah Al-Mu'tashim, khalifah terakhir Dinasti Abbasiyah di Bagdad, dengan mengikat dan melindasnya dengan kuda pada tahun 656H (1258M)? Artinya, imej tentang Timur Lenk di benak AQ tak beda dengan Hulagu Khan yang kejam. Ada beberapa buku tentang Timur Lenk. Salah satunya adalah yang ditulis Justin Marozzi: "Tamerlane: Sword of Islam, Conqueror of the World". Tamerlane adalah sebutan Timur Lenk di Barat. Walaupun ia punya lebih dari 30 isteri dan selir, tapi pendiri kekaisaran Timurid (Timuriyah) itu tak kalah berjasa dalam memajukan ilmu pengetahuan. Salah satu cucunya, Ulugh Beg dikenal sebagai astronom dan ahli mathematika. Pak DI pernah ke Samarkand, tetapi mungkin tak sempat mengunjungi Madrasah Ulugh Beg yang dinding dan plafonnya berlapis emas.

didik sudjarwo
Kerajaan Champa sekarang masuk wilayah Vietnam bagian selatan [Indochina].Jikalau Sunan Ampel ada darah Tionghoa juga tak salah.Bersebab ibunya [Dewi Chandrawulan/Dewi Chandravati] adalah putri kerajaan Champa iaitu Bong Tak Keng dari pernikahan dgn Putri Indravarman VI [Putri Raja Champa].Sedangkan Bong Tak Keng berasal dari suku Hui di Tiongkok. Nuwun.

Komentator Spesialis
Bangsa Arab bisa dengan mudah menelusuri nasabnya. Sebab mereka punya budaya memberi 1 nama + bin/binti si fulan. Sedang bangsa kita bisa dibilang tidak punya budaya seperti ini. Nama ya nama sendiri tidak menyebut nama ayah. Atau paling banter pakai mama keluarga besar. Itulah alasan kenapa bangsa Arab lebih mudah mengidentifikasi nasab mereka. 

Mirza Mirwan
Eh, ternyata seminggu lagi Donald Trump dan 18 sekutunya benar-benar akan diadili. Tepatnya hari Rabu, 6 September 2023 nanti. Fulton County Superior Court sudah merilis jadwalnya. Tapi itu baru sidang awal, memang. "Initial hearing" istilahnya. Dalam sidang itu nanti Hakim Scott McAfee akan membacakan dakwaan (yang disusun Jaksa Fani Willis) dan terdakwa diberi kesempatan untuk mengajukan pembelaan. Masing-masing terdakwa hanya disidang 15 menit. Jadwalnya sbb: 

1. Donald Trump pukul 9.30 a.m. 

2. Rudy Giuliani pukul 9.45 a.m. 

3. John Eastman, 10.00 a.m. 

4. Sidney Powell, 10.15 a.m. 

5. Mark Meadows, 10.30 a.m. 

6. Cathy Latham, 10.45 a.m. 

7. Scott agraham Hall, 11.00 a.m. 

8. Kenneth Chesebro, 11.15 a.m. 

9. Trevian Kutti, 11.30 a.m. 

10. Harrison Floyd, 11.45 a.m. --------- rehat makan siang ---- 

11. Jeffrey Clark pukul 1.00 p.m. 

12. Stephen Lee, 1.15 p.m. 

13. Jenna Ellis, 1.30 p.m. 

14. Shawn Still, 1.45 p.m. 

15. Ray Smith, 2.00 p.m. 

16. David Shafer, 2.15 p.m. 

17. Michael Roman, 2.30 p.m. 

18. Robert Cheeley, 2.45 p.m. 

19. Misty Hampton, 3.00 p.m. Hanya dalam waktu 4 jam 15 menit menyidangkan 19 terdakwa. Maraton, ya? Tapi, ya itu tadi, itu nanti baru "initial hearing". Belum seru.

Johannes Kitono
Autom Anakku Sore ini di bandara Supadio, Agass duduk sambil menunggu boarding ke Jakarta. Dibukanya HP sambil melihat sebuah wajah yang menjulurkan lidahnya. " Autom anakku, walaupun ibumu telah meninggalkanmu,kau tetap anakku ", kata Agass dengan mata berkaca-kaca. Setelah menghabiskan waktu sekitar 3 minggu di Kalbar.Sore ini Agass agak santai. Sebagai direktur asuransi targetnya tahun ini sudah hampir tercapai. Puluhan calon nasabah yang telah dikunjungi akan di follow up lagi dari Jakarta. Saat tunggu boarding itulah teringat Autom yang ditinggal pergi ibunya. Cari kerja di LN sekalian cari suami. Awalnya, Agass susah dan sedih apalagi masih tinggal sama Autom. Dengan berjalannya waktu ditambah kesibukan Agass sudah move on. Mau cari pacar yang lebih cantik dan baik dari ex nya. Autom yang yatim piatu sudah pindah dan diadopsi teman ibunya. Autom juga meninggalkan Oki dan Bobby. Terkadang rasa kangen membuat Agass melihat foto Autom di hpnya. Autom yang ras Husky kelihatan seperti bangsawan dibanding dengan Oki dan Bobby. Makanan dan kennelnya juga beda. Jadi bukan hanya manusia yang selalu membanggakan ras keturunannya. Ternyata Autom masih dikenang Agass yang sore ini mau terbang ke Jakarta.

Maramuda Sagala
KOREKSI di paragraf akhir: Siapa yg benar? Jawaban Imam Syafi'i: "Pendapatku benar tapi mungkin salah; pendapat yg menentangku itu salah tapi mungkin benar." Intinya, tidak ada kebenaran absolut dan tidak boleh mengklaim sebagai pembawa kebenaran tunggal selagi dia bernama manusia. 

Maramuda Sagala
Saya lebih setuju perdebatan itu dg cara polemik. Yakni buku dibalas dg buku. Kyai Imad sudah menulis buku tentang nasab habib, maka semestinya yg tidak setuju menulis buku tentang kesahihan anggapan kita selama ini bahwa Ba Alawy nasabnya sambung sampai Fatimah Az Zahra, sekaligus membantah tesis kyai imad. Setelah itu, biarkan publik yg menilai mana di antara kedua tesis itu yg kuat dan kredibel. Tidak perlu debat terbuka karena debat terbuka itu hanya kuat2an dan nyaring2an suara. Itu sama dg debat yesus anak tuhan apa tidak... gak akan ada habisnya. Agak aneh bahwa pak dahlan di tulisan sebelumnya membuat artikel opini berbau reporting tapi hanya mengutip ucapan salah satu sumber berita yg mengklaim "sudah menang". tidak cover both sides. Di literatur Arab klasik, polemik itu biasa dan masing-masing pihak akan punya pendukungnya sendiri-sendiri. Misalnya, di bidang fikih 4 mazhab. Walaupun para pendiri mazhab mengklaim berdasar pada sumber yg sama yakni Quran dan Sunnah, tapi toh hasil produk hukumnya berbeda-beda. Siapa yang menang? Jawaban Imam Syafi'i: "pendapatku benar tapi mungkin benar; pendapat yg berbeda denganku mungkin salah tapi ada kemungkinan benar."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Komentar: 124

  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Parikesit
    Parikesit
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • didik sudjarwo
    didik sudjarwo
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Xiaomi A1
    Xiaomi A1
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Bruce Wijaya
    Bruce Wijaya
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Bruce Wijaya
      Bruce Wijaya
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
    • Liam Then
      Liam Then
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Johannes Kitono
      Johannes Kitono
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Jo Neca
    Jo Neca
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Amat K.
      Amat K.
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Warung Faiz
      Warung Faiz
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Mahmud Al Mustasyar
    Mahmud Al Mustasyar
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • imau compo
      imau compo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jo Neca
    Jo Neca
    • Liam Then
      Liam Then
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • imau compo
    imau compo
    • KEY
      KEY
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
  • Er Gham
    Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
  • Er Gham
    Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • Warung Faiz
      Warung Faiz
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • ACEP YULIUS HAMDANI
    ACEP YULIUS HAMDANI
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
  • KawaiChoco _003
    KawaiChoco _003
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • alasroban
    alasroban
    • Ulik Kopi
      Ulik Kopi
  • Parikesit
    Parikesit
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • rid kc
    rid kc
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • M.Zainal Arifin
    M.Zainal Arifin
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Gianto Kwee
    Gianto Kwee
    • Mbah Mars
      Mbah Mars