Jembatan Butuh

Jembatan Butuh

--

Ada Mbok Brewok di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Saya sulit menyebutnya: dia atau ia. Tidak cantik juga tidak ganteng.

Dia/ia pakai kebaya. Pakai gelungan rambut tersanggul. Pakai lipstik. Tidak pakai BH. Dadanya rata. Kumisnya melintang. Jenggotnya membrewok. Suaranya besar.

Di situ Mbok Brewok jualan makanan. Di rombong sederhana tapi bermerek. 

Mereknya itu yang sensitif: Bajingan –akronim dari bajigur dan gorengan. Laris. 

Istri saya beli bajigur dua porsi. Teman-teman istri juga beli –sambil minta bisa foto bersama Mbok Brewok.

Mbok Brewok memang alumnus sekolah seni terkenal di Yogyakarta –Institut Seni Indonesia (ISI). 

Nama aslinya: Ichsan. Laki-laki. Ia/dia seniman merangkap pengusaha kecil. 

Bajigurnya asli desa Cangkringan di lereng gunung Merapi. Itulah desa Mbah Marijan –pawang Merapi yang tewas akibat ledakan gunung yang dijaganya.


Warung bajigur dan gorengan di Pasar Kangen UGM, -HARIAN DISWAY-

Dan dia/ia tidak sendirian. Ada yang lebih senior di situ: Ong Harry Wahyu. Jualan lain lagi. "Saya baru selesai rapat dengan Mas Butet," ujar Wahyu tergopoh. 

Butet Kartaredjasa memang akan punya gawe besar minggu depan: Tumbuk Ageng. Di Padepokan Bagong Kussudiardja, yang dibangun almarhum ayahandanya.

Tahun ini Butet berusia 64 tahun. Mestinya diperingati November lalu. Tidak. Akan disatukan di tanggal 26 Desember nanti. Agar bertepatan dengan Tumbuk Ageng. 

Tumbuk artinya bertemu tanpa janjian. Ageng, Anda sudah tahu. Ketika Anda berusia 64 tahun maka hari kelahiran Anda dan weton pasaran Anda persis sama saat Anda dilahirkan.

Sebenarnya tiap 8 tahun hari dan weton juga bertemu. Tapi di umur 64 tahun itulah terjadi pertemuan ke delapan kalinya. Delapan tahun delapan kali. Karena itu disebut ageng.

Perayaan Tumbuk Ageng seperti itu jarang dilakukan oleh orang Jawa masa kini. Saya pun lupa ketika usia menginjak 64 tahun. Pikiran saya saat itu lagi serius ke penyakit kanker di hati.

Wahyu sendiri menjadi koordinator salah satu kegiatan di halaman UGM itu. Khususnya di kegiatan Pasar Kangen. Itulah pasar yang buka di situ setahun sekali. Tepat di acara ulang tahun UGM. Selama dua hari. Sabtu dan Minggu. Bersamaan dengan acara lainnya: kirab dan supermarathon –lari 64 km.

Di Pasar Kangen semua kios harus bertiang bambu. Atapnya harus daun rumbia. Wahyu punya anggota tim yang spesialisasinya menyediakan kios jenis itu. Terlihat lebih seni. Bukan seperti lapak-lapak kaki lima.

Nama-nama kiosnya pun ''liar''. Ada dawet Jembut –akronim dari Jembatan Butuh.

Dawet itu biasa mangkal di dekat jembatan Butuh di kabupaten Purworejo. Pemakaian kata jembut dan butuh sebenarnya agak keterlaluan, karena di Kalimantan ''butuh'' berarti kemaluan laki-laki.

Istri saya, orang Kalimantan, ikut antre beli dawetnya –sambil cekikikan bersama teman-temannyi.

Hampir tiap kios kami datangi. Benar. Semua menjual makanan kuno khas Yogyakarta. Dan karena itu disebut sebagai Pasar Kangen. 

Ada bajigur, sego wiwit, sego megono, ketan lupis, pentil, cenil, cetil, sego jagung, jangan lombok ijo, walang goreng, geblek, slorot, wedang kembang tahu, sampai  mendoan tampah –saking lebarnya.

Semua jenis makanan jtu tidak boleh dijual melebihi Rp 20.000. Itu peraturan yang dibuat Wahyu. Kalau memang bahannya mahal, porsinya yang dibuat kecil.

"Sekalian satu orang bisa belanja di beberapa kios," ujar Wahyu. "Agar terjadi pemerataan," tambahnya.

Sebenarnya saya ingin sampai malam di halaman itu. Sekalian melihat panggung musiknya. Di depan Balairung UGM memang dibangun panggung yang sangat artistik. Terbuat dari serbabambu. Ciptaan jurusan arsitektur. 

Salah satu yang akan tampil adalah penyanyi lagu jawa lokal yang ngetop di Jateng: Woro Widowati. Dari Magelang.

Wajah Woro Widowati yang berjilbab itu pernah muncul di Billboard Times Square di New York, Amerika Serikat, Juli lalu. Itu bagian kampanye bertajuk Equal yang diadakan Spotify untuk mendukung artis-artis perempuan di seluruh dunia. 

Saya ingin tahu seperti apa Woro tampil di panggung. Sayang, saya harus balik Prambanan malam itu. 

Dari halaman balairung ini kita bisa melihat ''pemandangan'' baru di UGM. Belum sepenuhnya jadi tapi sudah kelihatan megahnya. Itulah Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Tidak tinggi tapi mencolok. Di sebelah kiri jalan masuk utama UGM –dilihat dari pintu masuk jalan utama. 

Bangunan itu luasnya empat hektare. Modern. Langsung jadi pusat perhatian siapa pun yang akan masuk ke UGM.

Di banyak universitas besar dunia, jalan utama seperti itu ditata sangat anggun. Kanan-kiri jalan ditanam pohon-pohon besar yang sangat khas. Di jalur tengahnya, yang lebar, dibangun taman yang indah.

Tidak di UGM. Pohon di kanan-kirinya tidak diatur –jenis pohonnya maupun penataannya. Pun jalur tengahnya. Tidak ditata cantik. Tidak terlihat keanggunan UGM di jalan utama masuknya.

Apalagi setelah di sebelah kiri jalan utama itu segera terlihat GIK yang megah. Jalan masuk utama UGM pun akan kelihatan kurang terurusnya.

Hari itu dua kali saya ke UGM. Sore hari saya mengelilingi GIK yang hampir jadi. Malamnya ke Pasar Kangen. Tengah malam membayangkan seperti apa operasional GIK kelak. 

GIK UGM adalah model pertama, tidak hanya di Indonesia. GIK akan tetap di bawah rektor tapi sangat otonom. Pengelolanya pun tidak dari birokrasi UGM. Sepenuhnya profesional dan swasta. 

Salah satunya: Garin Nugroho. Anda sudah tahu siapa Garin.

Lokasi GIK dulunya Gelanggang Mahasiswa dan Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH). Setelah jadi GIK mahasiswa akan dapat bimbingan khusus. Di 38 bidang pelajaran –yang menyangkut inovasi dan kreativitas: segala macam seni, desain, software, kuliner, wirausaha, ...

Rasanya GIK tidak akan ada kalau Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Prof Dr Pratikno tidak menjabat mensesneg. Dua periode. Anda sudah tahu: beliau adalah juga mantan rektor UGM dua periode pula.

Pasar Kangen dan GIK jangan dibanding-bandingkan. Bisa jalan dua-duanya. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 21 Desember 2023: Utang Emas

AnalisAsalAsalan
Tulisan Mbak Yani bagus, sangat layak menjadi perusuh. Pesan saya: 1. Kalau menulis di komentar CHD jangan lupa bikin paragraf dengan tekan supaya komentator lain lebih mudah membaca. Masih ada beberapa komentator yang menulis panjang tanpa paragraf. 2. Jangan kapok kalau sulit login. Coba dan coba lagi. Simpan dulu komentar di aplikasi note atau yang lain. Jaga-jaga kalau turun hujan. Hahahahaha.

yanto st
Konon katanya investasi tapi yg saya perhatikan hanya menguntungkan toko emas. Sering istri beli emas sewaktu beli semisal harga 500 pergram karena kebutuhan harga emas di jual walau harga emas di pasaran sudah kisaran 850 pasti pedagang melihat suratnya waktu beli cuma 500 maka ia akan bilang tak beli harga 800 kan sudah untung. Beda cerita dg ibu saya waktu era tahun 1985 . Ayah membeli Tanah 2 ha seharga 2juta waktu itu ibu menjual perhiasan sekitar 40 gram dan ibu menyisakan 10gram untuk jaga2. Ternyata setelah 32 tahun emas 10 gram itu di jual dg nilai 10jt. Sedangkan waktu itu tanah seperempat sama dg 10 gram emas atau 250 ribu sekarang 2023 tanah di jual seperempat nilainya 100 JT. Jadi menurut saya beli emas itu cuma menabung kalau di bilang investasi ya tidak menguntungkan 

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BELI EMAS BATANGAN DAN EMAS PERHIASAN.. 1). Kalau beli emas "batangan", 99% pasti untuk investasi atau tabungan.. 2). Kalau beli emas "perhiasan", bisa jadi motive-nya "pur campur". Misal: 60% untuk "menghias diri", 20% untuk "pamer", 20% untuk jaga-jaga - jika kehabisan uang ya dijual. Dengan catatan, angka 60 - 20 - 20% seperti di atas masih bisa beda-beda. Ada yang dominan untuk gaya. Ada yang dominan untuk pamer. Ada yang memang dari awal niatnya investasi, tapi berbentuk perhiasan. Supaya kalau pas ada undangan "kondangan", bisa "pinjam" akun investasi, untuk "gaya sejenak". Atau kalau pas dipanas-panasi tetangga yang "pamer emas berjalan", bisa sedikit "mengimbangi". Terserah motivasinya lah. Yang penting kalau yang dibeli emas perhiasan, kalau mau dijual, harga jualnya ya pasti terpotong oleh: A). Ongkos pembuatan. B). Berat "patri" yang dipakai dalam perhiasan itu. C). "Harga model" yang mungkin tidak up to date lagi.. ### Tak semua orang sama motive nya beli emas..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BAPAK SAYA KERJANYA "KEMASAN".. Selain abdi dalem Kraton, almarhum bapak saya pekerjaannya adalah "tukang kemasan". Maksudnya tukang bikin perhiasan. Tapi sangat tradisional. Semua dikerjakan dengan manual. Jadi untuk memperhalus perhiasan, sering harus "dikikir" perhiasannya. Hasil kikiran "ditadah" pakai wadah. Kalau pas gak punya uang, hasil kikiran emas di wadah "dicairkan". Caranya: 1). Di kumpulkan pakai kuas. 2). Dipanaskan pakai api sampai mencair dan menyatu. 3). Kemudian "dicairkan jadi uang", dengan cara dijual. Jangan bayangkan hasilnya sekian kilo. Hasilnya hanya "nol koma sekian" gram.. ### Tukang kemasan kecil-kecilan..

Handoko Luwanto
Jurnal Perusuh Disway Edisi: Gatal Garuk (Sel,19-12-2023) 

#.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain:meReplyOrangLain] 

#1. (1;22) 

#2.ACEP YULIUS HAMDANI (2;158) [1:0] 

#3.Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺 (10;392)★★★ [0:6] 

#4.alasroban (1;6) 

#5.Alvito Wildani (1;95) 

#6.AnalisAsalAsalan (8;347) [1:5] 

#7.ari widodo (1;133)★ 

#8.Atho^illah (6;66) [0:6] 

#9.Azza Lutfi (1;11) [0:1] 

#10.Bahtiar HS (2;117) [6:0] 

#11.bitrik sulaiman (1;1) 

#12.didik sudjarwo (2;19) [0:1] 

#13.Dokter Bagus (4;201)★★ [0:1] 

#14.doni wj (3;199)★★ [0:1] 

#15.edhi purwanto (1;34) 

#16.edi susanto (1;172) [1:0] 

#17.Em Ha (1;178)★ 

#18.Eyang Sabar56 (1;109) 

#19.Fa Za (2;66) [2:1] 

#20.Fiona Handoko (1;14) [0:1] 

#21.Gregorius Indiarto (2;37) 

#22.Handoko Luwanto (1;188)★ 

#23.Hari Purwanto (6;421)★★ [4:3] 

#24.Herman Mallian (1;21)✏️ 

#25.herry isnurdono (1;126) 

#26.hoki wjy (1;49) [1:0] 

#27.iwan (1;34) 

#28.JIM vsp (1;15) 

#29.Jimmy Marta (3;53) [0:2] 

#30.Jo Neca (5;149) [0:3] 

#31.Johannes Kitono (1;207) [3:0] 

#32.Jokosp Sp (4;162)★ [1:2] 

#33.Juve Zhang (13;1136)★ [6:1] 

#34.Kang Sabarikhlas (1;118) 

#35.Lagarenze 1301 (3;395) [2:0] 

#36.Leong Putu (16;130) [8:3] 

#37.Liáng - βιολί ζήτα (2;218)★★ 

#38.M.Zainal Arifin (2;15) 

#39.Maman Lagi (2;6) 

#40.Maramuda Sagala (1;63) 

thamrindahlan
Selamat Pagi Abah Pak Mario dan Sobat Perusuh/Pesuruh nan elok hati. Sesuai pertanyaan Abah terkait tulisan Mbak Yani apakah layak di kategorikan komentator perusuh. Jawab saya: Sangat Layak. Tulisan Mak Yani Enak dibaca runtut laiknya story telling. Banyak kosa kata yang sudah jarang tercantum di tulisan tulisan modern seperti lelucon, leontin dan toko sebelah. Hal ini membuktikan perbendaharaan kata Penulis lumayan lengkap. Kesimpulan : Mbak Yani segera saja koment di CHD setiap hari. Bila tak berkenan mendapat gelar perusuh maka Abah akan memberikan gelar khusus untuk kaum wanita disini. Koment Mbak Rihlatul Ulfa juga bagus dan berani. Perihal emas saya teringat dengan Ibunda (Almh) Hj Kamsiah binti Sutan Mahmud. Di kota Jambi dan sekitarnya ukuran emas 24 karat menggunakan " suku". 1 suku sama dengan 3.75 gram emas. Tata cara Mak dan diikuti istri ketika berjual beli emas di toko encik langganan. Emas untuk perhiasan atau juga berfungsi sebagai cadangan uang keluarga (ketika kepepet) semua bersertifikat dari toko emas si encik. Tampaknya tidak ada masalah ketika menjual lagi emas ke si encik. Memang harga tidak sama dengan hara emas ketika itu. Paling dikurangi biaya membuat perhiasan. Senyum pedagang di Pasar Kramatjati dan di Jambi tetap lebar. Mungkin menggunakan kiat berniaga pembeli itu raja. Saya konversi ke word tulisan Mbak Yani 3.989 character. Sedangkan kuota komentar CHD hanya 1.500 character. Nah sobat perusuh sudah paham kemana arah data ini. 

Lagarenze 1301
Andre membeli cincin berlian. Ia hendak melamar seorang gadis. Di lingkaran dalam cincin tertulis nama sang gadis. Mendapatkan cincin itu perlu effort dan dana yang sangat besar. “Kawinlah denganku dan kita akan hidup bahagia," ujar Andre seraya berlutut dan menyerahkan cincin berlian itu. “Tapi aku sudah mencintai yang lain!” kata sang gadis. Andre terpukul. “Katakan siapa orang itu?” ujar Andre dengan nada galak. “Oh, tidak! Aku tidak ingin kalian berkelahi karena diriku.” "Siapa yang berkelahi?" Andre menyimpan kembali cincin berlian itu ke sakunya. "Aku hanya ingin menjual cincin ini kepadanya.”

Jimmy Marta
Sedih juga dengar cerita mba Yani yg spt di acuhkan saat menjual perhiasan emas. Perhiasan berupa cincin, liontin dan anting adalah hasil kreatif pengrajin emas. Disitu ada bakar membakar, mengikir, memotong dan sambung menyambung. Pada prosesnya itu, ada bahan tambah yg bisa membuat kadar emas berkurang. Ada pekerjaan mengukir dg mengikir yg bisa membuat timbangannya berkurang. Bagi pengrajin yg baik dan lurus mereka dp memperhitungkan semua. Menyambung dg unsur tambahan dan mengukir dg mengikir tidak mengurangi kadar emas perhiasan. 

Juve Zhang
"Anak anak dan wanita boleh berbuat ceroboh . Laki laki dewasa tak boleh." Don Vito Corleon. Dalam The Godfather. 

pendatang baru
Keren pak.. saya tau juga teori ini (cukup pasang kuping, jangan buka mulut) tapi kadang masih tetap keceplos juga.. huehuehue

Lagarenze 1301
Saya pernah punya pengalaman mirip dengan yang dialami Mbak Yani. Bukan saya sebenarnya, tapi istri saya. Suatu hari dia bercerita dengan penuh semangat, berhasil membeli cincin berlian yang jadi rebutan ibu-ibu arisannya. Saya kaget. Harganya menguras tabungan. Dan, ketika melihat cincin itu, saya kok curiga. Kalau benar berlian, harganya tak akan tergapai. Tapi, begitulah ibu-ibu, jangan coba mengusik kesenangannya. Apapun argumen yang diberikan, semua hanya masuk ke telinga kiri, keluar dari telinga kanan. Perdebatan selalu kembali ke pasal 1: istri selalu benar. Time flies. Suatu ketika, dia butuh uang mendesak. Cincin berlian itu pun dibawa ke toko berlian. Lengkap dengan surat-suratnya. Penolakan toko berlian membuatnya lemas. Setelah dicek, benda mengkilap yang cahayanya berkilau itu hanya swarovski, benda seperti berlian yang buatan pabrik kaca di Austria. Dia pulang sambil nangis. Saya diam saja. Saya ingin mengatakan, bukankah saya sudah ingatkan dulu? Tapi tidak tega. Biarlah dia menangisi kesalahannya.

Rinaldi Saputra
Emas bentuk Perhiasan bukan investasi, melainkan koleksi. Harga jual pasti dipotong "ongkos pembuatan" jika dijual ketoko yang sama ketika beli. Tidak ada sertifikat tokonya...jangan harap dapat harga tinggi. Begitupun dengan emas batangan ANTAM, coba saja buka kemasan plastiknya... harga jual langsung jatuh.

Lagarenze 1301
Permata liontin yang dibeli Mbak Yani terbuat dari zircon, bentuknya memang seperti berlian. Mengkilap dan memantulkan cahaya. Berikut ini beberapa berlian yang bukan berlian. 1. Swarovski. Agar keren, toko perhiasan selalu menyebutnya berlian swarovski. Padahal swarovski adalah merek dagang. Produk ini pun bukan berlian, tapi kaca sintetis. Hasil dari pencampuran pasir kuarsa, soda, potas, dan bahan lain. Agar mengkilap dan memantulkan cahaya layaknya berlian, swarovski dilapisi dengan bahan kimia metalik khusus. 2. Zircon. Ini adalah batuan mineral alami yang beragam warna, yang putih biasanya dipotong dan dipoles sedemikian rupa sehingga menyerupai berlian. Sering dipadupadankan dengan perhiasan emas. Indah dilihat. Benda ini tahan korosi dan cukup tahan suhu tinggi. 3. Cubic Zirconia. Bahan sintetis yang terbuat dari zirkonium dioksida. Sama halnya zircon, benda ini tetap terlihat cemerlang bak berlian jika dipakai sebagai perhiasan. Kelemahannya, mudah tergores karena tingkat kekerasannya lebih rendah dari berlian. Juga lebih cepat kusam. 4. Moissanite. Ini adalah mineral silikon karbida. Sangat langka sehingga banyak dibuat secara sintetis. Kilauannya lebih cemerlang ketimbang berlian. Jika bukan ahli, moissanite bisa terdeteksi sebagai berlian.

Lagarenze 1301
Karat ataupun kadar emas bisa dilihat dari jenisnya. Beberapa jenis emas: 1. Emas batangan. Umumnya 24 karat, sesuai SNI kadar emasnya 99 sampai 99,9 persen. Tak ada emas di pasaran yang kadar emasnya benar-benar 100 persen. Kalau mau investasi, emas batangan adalah pilihan tepat. Harganya berfluktuasi, tapi dalam jangka panjang trennya naik. 2. Emas perhiasan. Kadarnya tidak 24 karat, umumnya hanya 18 karat atau kadar emasnya 75 persen. Emas perhiasan biasanya dicampur seperti seng, tembaga, atau perak agar bentuk dan teksturnya gampang untuk dipakai. Bisa untuk investasi tapi ada penyusutan sampai 10 persen bila dijual kembali, bahkan lebih. 3. Emas putih. Warna emas umumnya kuning. Tapi, ada emas putih. Biasanya berbentuk cincin. Kenapa bisa putih? Karena ada campuran logam putih seperti nikel, palladium, platinum, dan seng. Biasanya juga dilapisi rhodium agar semakin putih. Umumnya kadar emasnya 50 persen.*\

Lagarenze 1301
Gara-gara tulisan berseri CHD tentang emas, saya pun tergoda untuk mencari tahu beberapa hal mengenai emas. 1. Karat. Kemurnian emas dilihat dari besaran karat. Semakin besar karatnya (maksimal 24 karat) semakin murni. Semakin kecil karat, berarti kadar emas semakin kecil karena tercampur dengan bahan lain. 2. Menghitung karat. Untuk mengetahui karat emas, dulu menggunakan uji asam, tapi bisa merusak emas. Teknologi sudah berkembang, ada alat yang namanya karatimeter. Juga ada gold tester yang biasa dipakai di lab. 3. Kadar emas. Jika sudah mengetahui karat emas, kita bisa mengetahui berapa kadar emasnya. Rumusnya adalah 24 karat = 24/24 x100% = 100% kadar emas. Emas yang 18 karat = 18/24 x 100% = 75% kadar emas. 4. Kode emas. Seringkali kadar emas juga ditulis dalam tiga angka yang tertera pada produk emas itu. Kode emas 750 berarti kadar emasnya 75 persen atau 18 karat. 4. Standar SNI. Mengacu pada Standar nasional Indonesia (SNI) 13-3487-2005, satuan karat yang diakui di Indonesia adalah: - 24 Karat, kandungan emas murninya sekitar 99—99,9 persen. - 23 Karat, kandungan emas murninya sekitar 94,80—98,89 persen. - 22 Karat, kandungan emas murninya sekitar 90,60—94,79 persen. - 21 Karat, kandungan emas murninya sekitar 86,50—90,59 persen. - 20 Karat, kandungan emas murninya sekitar 82,30—86,49 persen. - 19 Karat, kandungan emas murninya sekitar 78,20—82,29 persen. - 18 Karat, kandungan emas murninya sekitar 75,40—78,49 persen.*

MULIYANTO KRISTA
Kalau gak salah yang anda maksud itu lampu di PLTU Batang mbak RU. Kalau malam hari dari kejauhan memang terlihat sangat indah,ada di sebelah utaranya jalan tol Trans Jawa.

Rihlatul Ulfa
Katanya Emas itu investasi yang nyata, dan tidak akan pernah tidak laku atau turun. Okelah saya beli emas 'tua' 2 gram dalam bentuk cincin, saat itu total 2.100.000. Selang beberapa bulan, saya mencoba menjualnya lagi, uang yang saya dapat hanya 1.800.000 wkwk, katanya harga emas saat itu lagi turun dan ada potongan 80 ribu juga. Waduh bahaya juga ya, kata saya dalam hati, dari situ saya stop untuk membeli emas, mungkin kalau bisa disimpan 5 sampai 10 tahun baru ada hasilnya. Lucunya setiap beli emas, katanya penjual selalu bilang harga lagi tinggi, tapi pas dijual, penjual bilang harga lagi turun. Padahal saya sudah lihat harga emas perhari itu lewat kompas dan Web Antam. Saya beli saham BCA, padahal udh baca berita tentang petinggi BCA menghibahkan lembaran saham senilai 8 miliar untuk anaknya, kecelenya saya tetap membeli sahamnya, Saya pikir masa sampe goyang bgt, gak lah! ternyata beneran turun terus harga sahamnya, rugi lagiii. Satu-satunya yang saya percaya adalah inves valas, dollar Singapura, dari saya membelinya sampai saya menjualnya lagi masih stagnan nilainya, sama sekali tidak turun, asik. Beli dollar Amerika sudah terlalu tinggi, rupiah babak belur terus.

Rihlatul Ulfa
Karena saya jauh lebih muda dari pada Abah, jadi saya harus memanggil Mbak Yani, dengan sebutan Ibu Yani. Ibu Yani, jangan sungkan untuk berkomentar di Disway, gak apa-apa kalau awal-awal diserang abis-abisan seperti saya dulu wkwk. Kena mental, nangis, tapi ya lanjut lagi. Penulisan Ibu sudah sangat bagus, lihatlah saya dulu, penggunaan tanda baca yang benar saja masih salah, menempatkan huruf kapital saja dulu masih salah. Sampai saya dulu punya guru gratis yang mengajari saya, pak Jokosp namanya. Tulisan anda enak dibaca bu, lanjutkan terus ya..

Rihlatul Ulfa
Sesaat sebelum exit tol Semarang, saya melihat suatu lampu yang sangat terang dan banyak, entah apakah itu sebuah kapal atau sebuah pabrik, yang tahu silahkan komen. Karena saya begitu terkesima, bagus sekali pemadangan itu. Saat itu saya sedang memakai headphone, dengan lagu yang saya putar berjudul you make me strong speed up-auto edit dari one direction. Seketika saya tersenyum, saya rasa itu adalah senyuman paling hangat dan paling damai yang saya lakukan. Saya merasa saya tidak salah untuk melakukan perjalanan panjang ini, saya tidak salah untuk tidak menjadi introvet selama 2 hari di Prambanan. Itu adalah perjalanan paling indah, oh tentu saat bus memasuki jalanan Temanggung, setelah itu seperti memasuki hutan yang sangat berkelok, saking tingginya kita bisa melihat lampu berkerlap-kerlip disana. Saya melihat supir senior itu bagaimana lihainya saat tangannya meliuk-liuk indah, saya melihat wajahnya saat ia kembali untuk tidur diruang bus belakang, dan berkata dalam hati 'anda benar-benar keren' katanya Jogja akan selalu membawa kita kembali, bahkan jalanan menuju ke kotanya pun, sudah membuat saya ingin kembali lagi.

Dacoll Bns
Perkara emas ini membuat saya kembali teringat masa lalu, kebetulan ibu dan bapak saya, keduanya almarhum, adalah investor emas berupa perhiasan. Investor emas dalam hal ini bukan untuk dijual lagi, tapi untuk digadaikan ke Pegadaian saat keadaan terdesak, biasanya untuk biaya kuliah dan kost kakak dan saya , atau untuk kulak'an barang dagangan saat toko, tempat beliau berdua mencari nafkah untuk kami anak2nya, mulai habis tapi modal awalnya sudah dipakai duluan untuk kepentingan lain. Beliau menasihatkan kami untuk rajin membeli emas sebagai simpanan, karena harga dijamin naik dan lebih cepat pencairannya dibandingkan tanah atau deposito. Kami anak2nya sendiri tidak tahu banyak tentang seberapa banyak emas yg beliau berdua miliki, sampai saat ibu meninggal yg setahun kemudian disusul bapak dan kami menebus emas beliau berdua yg masih digadaikan di Pegadaian terdekat. Emas itu sendiri saat ini masih kami simpan sebagai kenang2an akan perjuangan keduanya menafkahi kami , 

DeniK
keluarga daripihak bapa ,banyak yang berbisnis jual beli perhiasan emas ,punya banyak toko.pun tokonya ada di pasar kecamatan. di kampung mereka jadi orang yang kaya dan super kaya .rumahnya besar mobil nya ada beberapa. lama saya amati dari mana sumber kekayaan nya .ternyata dari selisih harga antara jual dan beli yang seperti langit dan bumi harga nya.masyarakat di kampung akan ramai ke toko emas saat menjelang lebaran dan akan menjual nya setelah selesai lebaran .disanalah para juragan toko emas panen raya. sedikit trik kalau mau jual emas/perhiasan mending ke pegadaian .ambil limit maksimal kalau tidak sanggup tebus ,ya di relakan .harganya lumayan ikut harga internasional.

riki gana
#PERUSUH PRAMBANAN (3)# Pagi sampai siang ini, grup WA perusuh Prambanan GEMPAR! Pasalnya, sekitar 90 persen dari perusuh mengaku sakit. Gejalanya sama: badan greges-greges, kepala berat, flu, dan batuk-batuk. Waktu sakitnya sama: dimulai hari Senin kemarin. Penyebabnya? Ini yang masih menjadi pertanyaan. Cukup misterius (lebih misterius dari tulisan Mbak Yani, yang langsung di upload abah di CHD, tanpa masuk screening kolom komentar terlebih dahulu. Mbak Yani, pasti belum pernah merasakan perjuangan rebutan login ke kolom komentar CHD, haha...). Sebagai seorang dokter, Bu Sandra penasaran. Gerak cepat beliau absen satu-persatu. Investigasi dilakukan di grup. Sampai ketahuan apa penyebab dari semua ini. Faktanya: dari semua alasan yang datang, dengan malu-malu semua mengakui (badan lelah, daya tahan tubuh menurun) akibat senam 2 jam nonstop. Pak pry yang bukan prof. mengakui: "aku dikuat-kuatin, malu sama ibu-ibu..", Aat menimpali: " saya dipaksa maju ke podium, malu kalo tidak selesai..". Demikian sekilas info. *(Mohon maaf, jika ada reply komen yang tidak saya balas, sebagai rockie --menurut survey pak luwanto handoko-- saya baru bisa curi-curi waktu untuk komen di CHD ini, belum mantengin secara penuh utuh. Biasanya setelah baca CHD, langsung coba komen, setelah itu lanjut 'mencangkul' kembali ). Tabik! Riki Gana S

Pryadi Satriana
MENJADI TUA ITU ALAMIAH, KODRAT MANUSIA. Menjadi tua. Bikin 'sumpek' orang banyak. Bikin repot. Ada yg nyemir rambut. Ada yg "latihan beban sampai 25kg", kayak Pak Agus. Ada yg suka senam bareng cewek2 spy awet muda, hi..hi.. . Menjadi tua dianggap "masalah." Orang banyak yg BEREAKSI ketika menyadari beringsut menua, sayangnya banyak yg NDHAK MIKIR & BERSYUKUR. Mengapa? Ya itu tadi: BEREAKSI TANPA MIKIR! Kalau mau mikir, menua itu proses alamiah, syukuri dan nikmati: "Puji Tuhan diberi usia banyak sampai menua", "Alhamdulillah bisa ngemong cucu." Itu respon orang2 yg 'mikir' dalam menghadapi proses menua, bisa memaklumi 'sudah mulai menua' dan 'sudah ndhak muda lagi.' Bisa menerima yg terjadi pada diri dg 'legowo': Puji Tuhan! Alhamdullillah! Ada yg "heboh": operasi plastik (kalau punya uang), atau kalo ndhak cukup uang semangat berburu 'anti aging', cari yg lagi diskon akhir tahun. Itu yg cewek, yg "merasa tua" jika dipanggil "Ibu", panggilan kehormatan bagi 'perempuan yg melahirkan', yg bergeser maknanya jadi 'perempuan yg sudah tua', bukan 'mbak2' lagi. Yg cowok lain lagi, saking hebohnya supaya "tetep muda", Si Otong "digandoli barbel 25kg." Malah diberi 'tempat' & 'waktu'. Di pleno. Ditulis & dibaca orang banyak. Hedonisme dihujat, tapi dinikmati & dirayakan. Orang mulai lupa: menjadi tua itu anugerah yang harusnya disyukuri: Puji Tuhan! Alhamdullilah! Salam. Rahayu.

Pryadi Satriana
Menyelaraskan diri dg usia itu manusiawi -- mengikuti kodrat kemanusiaannya, namun ngurusi "Di Otong" 'sedemikian rupa', itu -- menurut saya -- instingtif, mendahulukan insting, yg disebut juga 'naluri hewani'. Maaf jika ada yg kurang berkenan. Salam. Rahayu.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
Prof Pry.. Supaya tidak salah komentar, yang pakai digantungi anu itu bagian dari pengobatan. Katena dalam setahun saya op prostat 3 kali. Akhirnya pakai tradisional China dengan cara itu. Dengan didahului olahraga tertentu, agar fisik siap digantungi itu. Ternyata bonusnya keperkasaan. Nah, akhirnya saya berhasil membuat metode olahraga - tanpa digantungi itu. Olahraga itulah yang saya "ajarkan" buat yang "membutuhkan".. Dalam hal saya sendiri, saya amat sangat mensyukuri jalan hidup yang telah Alloh tetapkan buat saya.. ### Amat sangat bamget saya syukuri..

Rihlatul Ulfa
Senin pagi saya pilek dan batuk luar biasa pak, badan lemas parah wkwk, speertinya benar karena jadwl sabtu sepadat itu wkwk, sering saya bilang ke Nabila 'kita udahan aja yuk senamnya, capek' tapi Nabila selalu menyemangati saya 'jangan mba, malu kita kan paling muda' wkwkwk. hari senin suhu tubuh panas sekali. 

mzarifin umarzain
Saya minum sakatonik, vitamin2, minum kopi, makan jajan, dulu. Senam terus sampai selesai. Lalu makan jajan. Ketika makan nasi kok nafsu makan berkurang. Ikut pertemuan di bawah pohon, sempat tertidur sambil duduk. Semoga acara2 berbarokah.

Lagarenze 1301
Bung Riki Gana di bawah menulis 90 persen perusuh mengaku sakit. Gempar. Whaa iki. Saya cek rundown acara di Prambanan hari Sabtu, 16 Desember 2023. - 05.00: Kumpul di lobi hotel. - 05.00-05.15: Perjalanan ke Candi Prambanan. - 05.15-05.30: Persiapan Senam Dahlan Iskan. - 05.30-07.00: Senam. -07.00-08.00: Sarapan. Masalahnya di mana? Saya yakin sebagian besar perusuh jarang berolahraga yang durasinya lama dan nonstop. Di jadwal 1,5 jam tapi realisasinya 2 jam. Hari Sabtu mereka bangun sebelum pukul 05.00. Apakah sempat sarapan dulu di hotel, sebelum berangkat? Makan roti, biskuit, cokelat, atau apa kek. Mungkin sebagian besar tidak sempat sarapan subuh. Resto hotel juga jam segitu baru siap-siap. Perusuh yang telat bangun, apalagi. Lalu mereka berangkat naik odong-odong. Tiba di Prambanan langsung senam, nonstop selama 2 jam. Habis senam baru sarapan. Saya salut untuk para perusuh. Tidak ada yang pingsan. Kalau saya yang ikut senam 2 jam tanpa sarapan sebelumnya, pasti sudah ndelongsor. Tapi, itu tadi, perusuh pada bertumbangan setelah acara. Jangan dibandingkan dengan Pak Dis. Usia boleh 72, tapi semangat masih 27.  :) :) :)

Kang Sabarikhlas
Saya mungkin terkena ’Koran Syndrome' yg tiap pagi pakemnya "Aku moco koran sarungan, bojo belonjo dasteran". Bayangkan, tiap hari baca/beli koran DP/JP sejak 1978 sd 2013, selanjutnya ngecer. sudah terbiasa baca tulisan ciamik!. Hari ini baca judul Utang Emas kok rasa tahu godok, cerita mengalir ndak ada riak²nya mudah ditebak akhirnya 'hal biasa' spt ibu² jual emas di Blauran yang mesti rugi. Bandingkan misalnya dgn tulisan mbak Rihlatul Ulfa yg mantap padat pedes juga 'gak bahaya ta'? atau tulisan koh Liam Then dengan ide²nya yang bagus dan netral. Mbak Yani ndak salah tapi mantan bosnya sembrono. Kalau mau kkn niru pak lurah kan ada mas Ulik yang dah jempolan tulisannya coba suruh nulis tentang kelebihan dan kekurangan pemimpin muda. Saya 'ngroweng' ini bukan sebab kepingin dapat WA "terimakasih sudah membaca tulisan saya ber abad².. eh anu...mungkin juga karna semalam lihat saldo atm kok masih 'mbojai'.. lalu limit kesabaran turun, alhamdulillah, ikhlas masih full... Demikian CHD/catatan hati dongkol saya.

edi susanto
Saya mau login dari tadi pagi ga bisa-bisa. Sudah coba beragam browser dan bersihkan historynya. Akhirnya saran install firefox kucoba. Setelah bisa login, malah lupa mau nulis apa. Dah ilang idenya. :(

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KALAU DI AKUNTING.. Jika satu merasa punya "utang", maka di pihak lawannya, itu dicatat sebagai "piutang".. Abah DIS, merasa punya "utang tulisan". Padahal saya tidak menganggap dan tidak mencatat sebagai "-piutang".. ### Artinya: "dianggap lunas" pak..

Rizal Falih
Tentang emas, saya jadi teringat, orang-orang di kampung istri saya, nun jauh di timur sana. Terutama kaum ibu-ibu nyi, jika ada acara keluarga, semisal pesta pernikahan, perhiasan emas menempel di seluruh badan. Dari gelang di tangan, cincin di jemari, anting di telinga, sampai kalung di leher. Semua dipajang. Layaknya toko emas yang sedang berjalan. Pun mertua saya, sepertii tidak mau kalah. Kalau bisa terlihat lebih wah. Usut punya usut, ternyata memang sudah menjadi tradisi, dikampung istri saya, kalau ada acara pesta, perhiasan mesti terlihat gemerlap. Semakin gemerlap, semakin tinggi derajat sosialnya. Paliing tidak dimata tetatangga. Bahkan rumah boleh kayu berbentuk panggung. Tapi saat pesta, perhiasan emas harus dikeluarkan semua. Sampai-sampai demi gengsi, pakai barang imitasi, yang penting gemerlapan, toh tetangga tidak tau, kalau barang yang dipakai bukan emas murni. Tebakan saya, mba Yani, beli emas jauh di negeri gajah putih, harapanya dapat yang murni, namun apa mau dikata, kadar emas tidak sesuai kriteria, bikin kecewa. Soal emas, Indonesia adalah salah satu negara penghasil emas di dunia. Tambang emas terbesar di negara kita, seperti yang anda sudah tau, ada di Mimika Provinsi Papua, yang dikelola oleh PT Freeport. Menghasilkan sekitar 3 juta ons emas per tahun atau sekitar 240 kg emas per hari. Seperti dikutip dari cnbc. Kalau saja saya tinggal di Mimika, selayaknya tetangga-tetangga saya, sudah hidup sejahtera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Komentar: 203

  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
    • Liam Then
      Liam Then
  • Wilwa
    Wilwa
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Nico Paz
    Nico Paz
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Liam Then
    Liam Then
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
  • riki gana
    riki gana
    • Liam Then
      Liam Then
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Liam Then
      Liam Then
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • edi susanto
    edi susanto
    • Liam Then
      Liam Then
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • edi susanto
      edi susanto
    • Nico Paz
      Nico Paz
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • edi susanto
      edi susanto
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Nico Paz
    Nico Paz
    • Nico Paz
      Nico Paz
    • Nico Paz
      Nico Paz
    • Nico Paz
      Nico Paz
    • Liam Then
      Liam Then
    • Nico Paz
      Nico Paz
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Dokter Bagus
    Dokter Bagus
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • Atho'illah
    Atho'illah
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Dokter Bagus
      Dokter Bagus
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • edi susanto
      edi susanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Liam Then
      Liam Then
    • Dokter Bagus
      Dokter Bagus
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Hery Purwanto
    Hery Purwanto
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • Dokter Bagus
      Dokter Bagus
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Atho'illah
      Atho'illah
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • didik sudjarwo
    didik sudjarwo
  • Ulik Kopi
    Ulik Kopi
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Er Gham
      Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • AnalisAsalAsalan
    AnalisAsalAsalan
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • yea aina
      yea aina
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
  • Sumartan
    Sumartan
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • Jo Neca
    Jo Neca
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Em Ha
      Em Ha
  • Jo Neca
    Jo Neca
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • nur cahyono
    nur cahyono
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Jo Neca
    Jo Neca
    • Handoko Luwanto
      Handoko Luwanto
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Em Ha
    Em Ha
    • Em Ha
      Em Ha
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
  • ACEP YULIUS HAMDANI
    ACEP YULIUS HAMDANI
  • Fa Za
    Fa Za
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • alasroban
    alasroban
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Fa Za
      Fa Za
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Abi Kusno
    Abi Kusno
    • Liam Then
      Liam Then
  • AnalisAsalAsalan
    AnalisAsalAsalan
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • ACEP YULIUS HAMDANI
      ACEP YULIUS HAMDANI
  • rid kc
    rid kc
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • M.Zainal Arifin
    M.Zainal Arifin
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain