Orang Kuat

Orang Kuat

Nguyễn Phú Trọng--

Orang kuat ada di mana-mana. Pun di usia yang sudah tua. Lihatlah Vietnam yang Anda banggakan itu. Orang kuat di sana sudah berumur 80 tahun: Nguyễn Phú Trọng. Jabatan resminya: sekjen Partai Komunis Vietnam.

Dalam dua tahun terakhir dua presiden Vietnam harus menyerah: mengundurkan diri. Kalau tidak, dua presiden itu akan terseret ke pusaran kasus korupsi.

Trong memang lagi galak dalam membongkar kasus korupsi. Ia seorang ideolog partai: penjaga ruh partai yang lagi berkuasa.

Korupsi ia anggap sebagai persoalan terbesar yang bisa membuat rakyat tidak percaya pada partai.

Trong bukan seorang jenderal. Ia ahli bahasa. Lalu masuk partai. Sekolah partai tidak habis-habisnya. Sampai ke Rusia. Waktu perang Vietnam pun ia tidak tercatat sebagai panglima di lapangan. Trong pengendali partai. Tentara pun harus tunduk pada partai.

Skandal terbesar yang ia bongkar. Anda sudah tahu: korupsi di bank dengan aset terbesar di Vietnam. Yakni Saigon Joint Stock Commercial Bank.

Nilai korupsinya USD 27 miliar  --Anda hitung sendiri berapa ratus triliun rupiah.

Pemilik bank itu, wanita berumur 69 tahun, sudah dijatuhi hukuman mati awal bulan ini. Uang hasil korupsi mengalir ke mana-mana. Auditor Bank Sentral Vietnam dijatuhi hukuman seumur hidup. Ratusan terdakwa lain dihukum penjara.

Sampai tahun 2026 nanti presiden Vietnam dijabat oleh penjabat presiden. Yakni Wakil Presiden Vo Thi Anh Xuan. Wanita. Umur 54 tahun. Mantan guru SMA di satu provinsi di luar Hanoi.

Dia dua kali jadi pejabat presiden. Ketika sebelum ini presidennya meletakkan jabatan Xuan juga yang jadi Pj Presiden. Tidak sampai satu tahun. Sampai presiden baru terpilih. 

Sang presiden baru menjabat tidak sampai setahun. Mundur. Xuan lagi yang jadi PJ Presiden. Kali ini sudah ditetapkan akan menjabat sampai tahun 2026. Wakil presidennya dia sendiri.

Semua itu ditetapkan lewat pemilihan di MPR Vietnam. Calon yang akan dipilih sudah ditentukan partai. Pasti menang. Berarti yang sebenarnya berkuasa adalah Sekjen partai. Trong. Yang sudah 80 tahun. Juga sudah kurang sehat.

Para ahli politik tentang Vietnam pun melihat negeri itu belum akan stabil dalam dua tahun ke depan.

Sebenarnya saya ingin diskusi dengan ahli Vietnam yang ada di kampus Indonesia. Tapi saya mengalami kesulitan: siapa mereka. UI atau UGM pasti punya. Atau Unpad. Tapi saya sulit mencari siapa di sana. Yang jelas universitas besar seperti Unair tidak punya ahli tentang Vietnam.

Sekjen sendiri pernah menjabat presiden Vietnam. Sejak 2011. Selama 10 tahun. Tentu kejadian di bank tersebut merupakan satu rangkaian yang panjang. Bukan hanya tiga tahun terakhir. Maka banyak yang meragukan motif bongkar-bongkar sekarang ini murni tanpa motif politik.

Para analis di Singapura menilai: praktik korupsi yang merebak di Vietnam terjadi sebagai dampak orientasi pada pertumbuhan ekonomi di masa lalu.

Dengan bongkar-bongkar sekarang ini para investor banyak yang bersikap wait and see. Pertumbuhan ekonomi Vietnam pun tidak bisa tinggi lagi.

Bank itu sendiri kini lagi diselamatkan. Pemerintah menyuntikkan dana sampai 24 miliar dolar. Sakit sekali. Sangat mengganggu. Nilai itu setara dengan seperempat cadangan devisa Vietnam.

Vietnam ternyata tidak terlalu menyilaukan. Pertumbuhan ekonominya yang tinggi beberapa tahun lalu ternyata bukan untuk kita tiru.

Orang kuatnya saja sudah tidak terlalu kuat. Yang berumur 73 tahun pasti lebih kuat dari yang 80 tahun.(Dahlan Iskan)


Google News Harian Disway--

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Disway Edisi 26 April 2024: BACA JUGA:Maraton Pilpres

Ummi Hilal

(Masih)Tentang Mimpi Seorang bermimpi berjumpa dengan Nabi .Tapi ada yang membuatnya gelisah.Karena dalam mimpi itu Sang Nabi berkata : Minumlah arak ! Karena diceritakan ke banyak orang,banyak pula pendapat mengenai makna dari mimpi itu. Ada yang berkata,'Tak mungkin itu Nabi.Masa Nabi memerintahkan orang untuk minum yang memabukkan.' Untunglah ada orang bijak yang menenangkan semua orang.Dan untunglah orang yang bermimpi itu juga bisa menerimanya. Orang bijak itu berkata :"Dari semua ciri-ciri yang disebutkan oleh 'yang bermimpi' bertemu Nabi ,memang itulah Sang Nabi.Tapi mengenai 'perintah'nya itu ,ada setan yang meniupkan was-was ke pemimpi hingga kata 'Jangan'tidak terdengar. Yang harusnya "Jangan minum arak!"malah jadi "Minumlah arak!"

Wilwa

Shin Tae Young. Hmmm. Mandarinnya Shen Tai Long 申台龙 (Simplified/Tiongkok) atau 申台龍 (Traditional/Taiwan). Memang benar-benar Naga/Dragon 龙/龍 Tapi secara zodiak dia adalah shio Monyet / Kera / Monkey / Ape / Hou 猴. Dan uniknya zodiak Chinese ini kalau diterjemahkan dalam zodiak Chinese purba yang disebut dizhi 地支 (baca: ti ce) atau Earthly Branches atau Cabang Bumi, maka Hou 猴 (Monkey) = Shen 申. Yang kebetulan lagi Shen 申 adalah nama marganya. Terlalu banyak kebetulan. Shen 申 adalah juga singkatan dari kota Shanghai 上海, kota terbesar di Tiongkok, mengalahkan besarnya ibukota Tiongkok: Beijing. Baik secara populasi maupun GDP. Nama tengahnya juga unik yaitu Tai 台 (baca: Thai) yang merupakan singkatan dari Taiwan 台灣 / 台湾. Tai 台 sendiri salah satu artinya adalah stage atau panggung. Jadi Tae Young atau Tai Long bisa dimaknai sebagai Dragon 龍 Stage 台. Panggung Naga. Sebuah nama yang sangat megah.

Liam Then

Politik dan kekuasaan mana ada yang murni. Jadi kalo disandingkan, jadi timbul rasa gamang, kesan gelisah , seperti ada yang tak klop. Seperti di dua paragraph terakhir tulisan Pak DI. Jika hasilnya positif ratusan ribu mati ada korban saja biasa.Apalagi kalo tidak ada yang mati, misal cuma tergusur ,kayak dipulau yang kemaren viral itu. Di Tiongkok , bendungan Tiga Ngarai 1,3jt orang harus dipindah paksa, rumah mereka ditenggelamkan. Tercerabut dari kehidupan sehari-hari mereka, dipindah paksa dari tanah leluhur mereka. Di Saudi tempat proyek Neom , beberapa sosok malang ,penduduk asli disana harus dipenjara ,bahkan mati dan kena vonis hukuman mati, karena tentang proyek itu dan tak mau pindah. Sudah kalau mau bicara Etika, kalau sudah hubungannya dengan kekuasaan, bisa sih ngomong etika, tapi itu ketika, kekuasaan absolut ada ditangan. Baru lancar itu ngomong Etika, kayak Amerika tentang Palestina. Etika manusia dalam hal kekuasaan, adalah etika karepe dewe... Maap kalo bingung, ini pendapat pribadi, jangankan anda , saya sendiri juga bingung pas baca ulang. Kwkwkwkkw Saya posting karena takut rugi aja, dah ketik nggacor panjang, sayang tak dipajang.

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Dua orang, satu orang Amerika, satu orang Rusia, sedang mendiskusikan presiden mereka. Orang Amerika: "Kami membenci presiden kami. Anda tahu, ketika ia berada di tengah kerumunan, semua orang melempar telur dan buah-buahan, dan kami mengumpatnya dengan keras." Orang Rusia: "Di sini, di Rusia, ketika presiden lewat, semua orang mengencinginya, dan tahukah Anda, semuanya." Orang Amerika: "Baiklah, mari kita serius. Saya sedikit melebih-lebihkan. Kami mengumpat presiden, tapi dengan berbisik. Kami melemparinya, tapi di depan TV kami." Orang Rusia: "Yah, aku juga sedikit melebih-lebihkan. Kami benar-benar buang air kecil, tapi kami tidak menurunkan celana kami...."

Siswanto AJI

Maaf ya Bah Dahlan, kali ini tulisannya mirip dengan kasusnya Bang Towel yang seakan melawan euforia kemenangan timnasnya Coach Shin. Boleh enggak memakai pemain naturalisasi sebanyak-banyaknya. Ada yang membolehkan, ada yang tidak, ada pula yang boleh dengan syarat. Yang gak boleh, karena kasihan orang-orang kampung ras asli nan sudah mati-matian tapi kalah sama mereka-mereka. Atau, boleh cuma 1-2 saja, itupun harus punya skill 2x lipat ras asli. Dan sebagainya. Boleh - tidak boleh - boleh dengan syarat diatas adalah rasa.

Rasa akan selesai jika menengok hukum positif yang berlaku. Pemain naturalisasi boleh. Titik.Sama persis dengan anggapan pelanggaran etika pilpres kita. Kembalikan ke hukum positif. Jika hukum positif nya punya celah dilanggar, maka tambal di kemudian hari. Bagaimana cara menambalnya, wong semua sudah mafia? Serahkanlah pada semesta, serahkanlah pada Tuhan, serahkanlah pada pasar. Kebaikan dan kebenaran akan punya caranya sendiri untuktampil di depan. Toh, mana duluan antara telor dan ayam, sampai sekarang kita pusing, jika memikirkannya.

Tivibox

Etika diciptakan agar kehidupan berjalan dengan lebih beradab. Etika, mulai yang paling dasar harusnya diajarkan mulai dalam skup yang paling kecil, misalnya keluarga. Contoh praktis saja, bagaimana mengajarkan anak kita agar berkata sopan, atau mengucapkan salam. Atau hormat kepada orang yang lebih tua. Semua akan terekam dalam memori sang anak seiring pertumbuhan fisiknya, sampai dia menjadi dewasa dan tua. Kalau sampai terjadi misalnya anak kita tidak bisa menerapkan hal seperti itu berarti ada yang salah dengan pengajaran etika dalam keluarga kita.

Lagarenze 1301

Semoga penghapusan Pertalite yang sedang ramai hanya sekadar isu. Kalau benar Pertalite RON 90 dihapus, dan Pertamina hanya memberi alternatif Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95, betapa mengerikannya bagi dompet. Harga Pertalite saat ini Rp 10.000 per liter. Pertamax Rp 12.950. Pertamax Green Rp 13.900. Mobil sekali isi, dengan asumsi tersisa satu setrip, sekitar 40 liter. Dengan Pertalite Rp 400.000, dengan Pertamax Rp 518.000, Pertamax Green Rp Rp 556.000. Trik pemerintah memang canggih. Tidak ada lagi istilah harga BBM naik. Yang ada, jenis yang lebih murah dihapus. Diganti jenis yang lebih mahal. Bagi rakyat, sama saja: "besok harga naik". Mungkin sebaiknya segera jual mobil berbahan bakar fosil. Beli mobil listrik. Tak perlu pusing sekali atau dua kali sepekan setoran ke SPBU.

Waris Muljono

Eh ini tumben sy bisa login... Sekian purnama masalah kesulitan login msh jadi isu di disway. Atau emang ini jadi feature permanent di disway? Menurut berita yg saya baca, ketiga kandidat capres semuanya pernah menjajaki dan mengajak gibran untuk menjadi pasangannya menjadi cawapres, ketika uu syarat menjadi capres cawapres blm diketok mk. Artinya mereka tau gibran ga memenuhi syarat ikut kontestasi, tp ketiga kandidat capres tetap menginginkan gibran menjadi pasangannya. Jadi soal etika, sepanjang berhubungan dgn pencalonan gibran, ketiga kandidat capres punya standard sama saja. Bedanya yg 1 berlanjut (dianggap) melanggar etika krn ajakannya diterima, yang lain tdk berlanjut karena ditolak. Jadi ibarat ada 3 anak kecil berebut satu mainan, hanya 1 anak kecil yg mendapatkannya, yang lainnya lalu menjelek jelekkan mainan rebutan tadi.

herry isnurdono

Pilpres 2024 sudah selesai. MK sudah selesai. KPU sudah menetapkan PS Presiden terpilih. GR Wapres terpilih. Nasdem dan PKB bergabung dgn PS & GR. Anies ditinggal. Kasihan pendukung paslon no. 1. Hanya dimanfaatkan suaranya. PDI P biarlah menjadi oposisi. Rakyat sudah kembali normal. Tinggal orang2 sibuk mendekat ke PS, minta jabatan Menteri. Mereka merapat ke pemenang pilpres. Kedepan Indonesia harusnya lebih cepat mencapai kemajuan. Apa yg dilakukan pemerintahan Jokowi, akan dilanjutkan PS. Kita tahu ketegasan PS selaku Jend.Hor bintang 4. Ketum partai. Tuntutan dunia saat ini, geo politik memang PS salah satu pemimpin yg diharapkan bisa memimpin Indonesia sekarang. Kita tunggu visi & misi PS & GR bisa diwujudkan. Bicara etika, MK tidak menyinggung masalah etika dlm keputusannya. 96 juta suara rakyat (58 %) yg memilih paslon no. 2 tidak memasalahkan etika. Yg kalah pilpres dan jagoannya tidak menang, meributkan etika, jogetin aja. Ok gas...ok gas...gitu aja repot.

Liam Then

Sepertinya sedang gamang, ada pergulatan batin. Saran saya sih, Pak Bos jangan terlalu banyak pusing, manusia cuma punya kepala satu, kaki dan tangan masing-masing dua. Jangan karena statusnya Pak Bos, jadi terlalu beban mikir. Itu artinya sudah kemakan status sehinggajadi beban pikiran, santai saja Pak Bos. Segala apa tidak bisa dipaksa. Kuasa manusia pribadi sangat terbatas. Semoga Pak Bos tetap sehat ya, jangan banyak pusing, biarkan yang terpilih dan digaji saja yang pusingin. Orang pusing bisa makan tak enak, meskipun makanannya enak, sayang itu nanti, Wang Bu Liao traktiran kawan dan Tupai King jatah tahunan. Dipikirin boleh, tapi jangan terlalu dibawa pusing, bukan tugasmu Pak Bos, jadi dijogetin saja , kayak kata Bang Herry dibawah.

djokoLodang

--o-- JASA KONSULTAN Tiga orang konsultan menghadiri acara pertemuan bisnis. Saat rehat ketiganya bersama-sama menuju rest-room. Kebetulan hanya ada tiga urinoir di situ. Saat mereka bertiga sedang asyik di dalam, datanglah seorang CEO sebuah perusahaan internasional. Dia menunggu di dekat pintu. Melihat kehadiran CEO di dekat pintu, ketiga konsultan itu sama-sama berpikir:"Wah, ini ada kesempatan mempromosikan jasa konsultan saya kepada CEO beken itu." Usai buang air kecil konsultan pertama ambil beberapa lembar kertas toilet, membersihkan tangannya sambil berkata: "Jasa Konsultan APIK RESIK selalu menjaga kebersihan," terus belalu. Konsultan kedua tidak mau kalah. Dia ambil selembar saja kertas toilet sambil bergumam:"Jasa Konsultan "BERSIH HEMAT" mengutamakan kebersihan dan efisiensi." Tiba giliran konsultan ke-tiga. "Waduh,"pikirnya. "Sudah keduluan mereka berdua. Apa, ya, yang harus kulakukan?" Usai buang air, tanpa cuci tangan dia langsung menuju pintu keluar dan berkata: "Jasa Konsultan "Clean & Charm" selalu akurat dan presisi. Saat buang air pun, tangan dan anunya tetap bersih. Tidak kecipratan" --jL—

Wilwa

Great Leap Forward atau Da Yue Jin. Ditulis 大跃进 (Tiongkok/Simplified) vs 大躍進 (Taiwan/Traditional). Saya coba membahas aksara Leap /8 Lompatan / Yue 跃 / 躍. Secara cocoklogi. Hehehehehe. Saya terkesan dengan Tiongkok yang mengubah 翟 (=pheasant, sejenis unggas) dalam aksara 躍 dengan 夭 (=die young, mati muda, salah satu maknanya) sehingga menjadi 跃. Melompat 足 seperti pheasant 翟 vs melompat 足 lalu “mati muda” 夭.  Hmmmm. Kalau menurut takhayul, Mao salah pilih aksara 跃 ini sehingga banyak rakyat Tiongkok yang mati karena program Lompatan 跃 Besar 大 ke depan 进 alias Great Leap Forward ini. Tapi seperti kata pepatah, bad luck di suatu waktu malah jadi good luck di waktu lain, terbukti valid. Fokus pada electric vehicle atau solar panel atau battery yang digagas Tiongkok saat ini tak mungkin terwujud tanpa 大跃进 (baca: Ta Yue Cin). Hmmmm

Wilwa

Waktu saya mendalami Mandarin, saya mempelajari Mandarin dari dua sumber sekaligus yaitu dari Tiongkok dan Taiwan. Simplified dan Traditional. Mengapa demikian? Karena saya memang tertarik pada simbol-simbol yang ada dalam Mandarin. Cara belajar Mandarin saya memang melawan arus. Sampai saya juga mempelajari evolusi dari simbol-simbol itu dari dinasti ke dinasti. Evolusi picture, evolusi semantik-fonetik, sampai evolusi makna. Internet sangat membantu investigasi saya. Terhubung dengan banyak peneliti yang kebanyakan malah bule

admin nqode2021

Pepatah mengatakan: karena nila setetes, rusak susu sebaskom... Sialnya, saya orang yang selalu fokus pada "nila", bukan pada "susu".... "Nila" pada tulisan Abah hari ini adalah: Maka membunuh PKI, bagi mereka, suatu keharusan... Padahal, Abah bisa menulis: Maka membunuh LAWAN POLITIK, bagi mereka, suatu keharusan... Gimana, Bah? ... Maaf kalau terkesan sok dan menggurui, Bah. Tapi, saya yakin tidak seorangpun yang kepingin ada nila merusak susu... Dalam arti sebenarnya maupun kiasan...

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Komentar: 159

  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • yea aina
    yea aina
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Pryadi
    Pryadi
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Edyanto
    Edyanto
    • Liam Then
      Liam Then
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • alasroban
    alasroban
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • alasroban
      alasroban
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Jo Neca
    Jo Neca
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • yea aina
    yea aina
  • Madison Madison
    Madison Madison
  • Madison Madison
    Madison Madison
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • Liam Then
      Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • herry isnurdono
    herry isnurdono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
  • Dasar Goblik
    Dasar Goblik
    • Dasar Goblik
      Dasar Goblik
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Mahmud Al Mustasyar
    Mahmud Al Mustasyar
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Jo Neca
    Jo Neca
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • M.Zainal Arifin
    M.Zainal Arifin
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • Rizal Falih
      Rizal Falih
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301