Kemenag Sentil Garuda usai Penerbangan Haji Alami Keterlambatan hingga 32 Jam

Kemenag Sentil Garuda usai Penerbangan Haji Alami Keterlambatan hingga 32 Jam

Kemenag tegur garuda usai penerbangan haji mengalami keterlambatan hingga 32 jam.-Foto/Istimewa-

"Tentu sangat disayangkan. Kita sudah memberikan teguran tertulis agar ke depan harus diperbaiki," tutur Anna.

Tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota 241.000 jemaah haji yang terdiri atas 213.320 Jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Jemaah haji reguler diterbangkan dengan dua maskapai penerbangan, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

BACA JUGA:Ini 6 Larangan Bagi Jamaah Haji saat di Madinah dan Makkah

BACA JUGA:Jamaah Haji Diberi Waktu 15 Menit untuk Miqat di Bir Ali

Sebanyak 109.072 jemaah yang diberangkatkan oleh Garuda dalam 294 kloter.

Sementara, sisanya 260 kloter diberangkatkan oleh Saudia Airlines.

Dibandingkan dengan Saudia Airlines, dalam sepekan Kemenag mencatat keterlambatan pemberangkatan yang dialami mencapai 18,06 persen dari total 72 penerbangan.

Total keterlambatannya mencapai  4 jam 7 menit. Sedangkan, keterlambatan terlama mencapai 47 menit.

Maka dari itu, Anna berharap agar tingginya angka keterlambatan keberangkatan haji oleh Garuda Indonesia dapat ditekan.

BACA JUGA:Hukum Badal Haji untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Begini Menurut Imam Al-Nawawi

BACA JUGA:Kisah Fawwaz Berangkat Haji Tahun Ini, Gantikan Sang Ayah yang Meninggal Dunia

"Saya harap peristiwa keterlambatan bisa terus ditekan," kata Anna.

Hal ini juga senada dengan yang disampaikan Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab.

Saiful menyampaikan keterlambatan paling lama Garuda Indonesia sampai 3 jam 50 menit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads