Sang Jarasandha, Orasi Kebudayaan Kyai Paox Iben Peringati Hari Wayang
Menggunakan bahasa campuran Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura dan Indonesia, Ki Dalang Sujiwo Tejo menyuguhkan pertunjukan wayang kulit berjudul Sang Jarasandha dengan model Wayang Jagong, satu model interaktif dalang dengan penonton.-dok disway-
Pagelaran budaya tersebut, dihadiri anggota Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Brangsong serta Ketua Bawaslu Kabupaten Kendal.
Dimeriahkan juga oleh tiga dalang cilik. Yakni Muhammad Fadli siswa SD 1 Perompakan dengan Lakon Kikis Tunggorono, Hanif Iqbal Lathif siswa SMP 1 Boja dengan Lakon Bimo Ruci dan Rizki Maulana siswa SMP 1 Brangsong dengan lakon Cakraningrat.
Tiga dalang asal Kendal itu unjuk gigi pada Selasa 12 November 2024 siang hingga malam.
BACA JUGA:Diprotes Peternak Lampung soal Harga Daging Sapi, Ini Kata Mentan Amran
BACA JUGA:Ragam Layanan Produk BRI Mudahkan Nasabah hingga Daerah Pelosok
Apresiasi berupa tepuk tangan dan anggukan kepala para penonton hingga dinihari, menandai bahwa pesan yang disampaikan lewat gelaran wayang kulit tersebut mudah dipahami masyarakat.
Pertunjukan itu juga disiarkan secara live lewat saluran online Youtube Ndalem Wongsorogo.
Sekira pukul 22.30, Mbah Tejo, membuka kisah dengan uraian menarik tentang fenomena Judi Online (Judol), Pinjaman Online (Pinjol) hingga Prostitusi Online.
Cahaya merah dan biru jelas menjadi penanda suasana lakon wayang semalam suntuk itu.
Sebagai pengenalan tokoh, Mbah Tejo memaparkan, bahwa Jarasandha merupakan anak dari Raja Brihadrata yang memiliki dua istri, putri kembar Retnadi dan Renagati dari Kerajaan Kashi.
Namun karena sudah lama menikah dan tidak memiliki keturunan, Sang Raja akhirnya meminta anugerah Tuhan dengan membaca doa Nabi Zakaria.
Dengan dialek dalang, Mbah Tejo melantunan ayat suci Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 89 dan Al Imran Ayat 38.
BACA JUGA:KUR BRI 2024: Solusi Terbaik untuk UMKM dengan Beragam Keuntungan Menarik
BACA JUGA:STY Beberkan Alasan Eliano Reijnders Belum Main Dua Laga Terakhir Timnas Indonesia
"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya. Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik. Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doaku," ungkapnya menerangkan arti ayat-ayat tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: