Sang Jarasandha, Orasi Kebudayaan Kyai Paox Iben Peringati Hari Wayang
Menggunakan bahasa campuran Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura dan Indonesia, Ki Dalang Sujiwo Tejo menyuguhkan pertunjukan wayang kulit berjudul Sang Jarasandha dengan model Wayang Jagong, satu model interaktif dalang dengan penonton.-dok disway-
Total sebanyak 99 raja telah dipenjara, untuk dikorbankan dalam ritualnya. Hanya tinggal satu raja yang belum tersentuh yakni Prabu Kresna Raja Mathura.
"Meski berkali-kali digempur pasukan Jarasandha, hingga kerajaan Mathura dipindahkan ke Kota Dwarawati, Raja Kresna belum mampu ditaklukkan walaupun sempat kewalahan. Jarasandha nglurug nganggo bolo, wis pirang-pirang kaping," ungkapnya.
Berbagai alasan itulah yang membuat Kresna bersama sekutunya, para Pandawa, berencana meringkus Jarasandha yang dikenal sangat digdaya.
Baik pasukannya yang sangat kuat maupun kemampuan pribadinya yang suka gulat.
Oleh karena itu, untuk menghindari deteksi kamera pengawas di pintu masuk kota, Kresna bersama Bima dan Arjuna menyamar sebagai pertapa untuk menyusup dan berhasil masuk ke dalam Kerajaan Maghada.
BACA JUGA:Diprotes Peternak Lampung soal Harga Daging Sapi, Ini Kata Mentan Amran
BACA JUGA:Deteksi Kanker Masih Minim, Dekan FKUI: PR untuk Pemerintah
Dalam gelar kebudayaan memeringati hari wayang nasional dan satu tahun revitalisasi Pondok Pesantren dan Rumah Kebudayaan Ndalem Wongsorogo tersebut, Ki Sujiwo Tejo sangat interaktif.
Bahkan terkesan usil, baik kepada para Niyaga, Waranangga, Penyimping maupun penonton.
Setiap penggalan lakon juga diisi dengan kolaborasi bersama sejumlah seniman. Seperti Komponis Merlis To dari Yogyakarta yang diminta menyanyikan lagu berjudul Ibu karya Iwan Fals.
Juga dua dalang lain, yakni Ki Sindu Wicaksono dan Ki Joko Haryanto yang didaulat untuk menggantikan dirinya saat memainkan sejumlah adegan perang.
"Dalang tua itu ndak pantes memainkan perang. Saya itu ndak tega mendalangi perang. Sing pantes yo Dalang sing enom-enom (muda, red). Cengkok suaramu apik banget, namamu Joko ya, tapi bukan Joko si Juru Sandera, kan!" kata Mbah Tejo kepada Ki Joko Haryanto yang disambut tawa penonton.
BACA JUGA:Medali Debat
BACA JUGA:KPU Tegaskan Pilkada di Kota Tangerang Hanya Satu Putaran
Terdapat adegan unik yang disuguhkan Mbah Tejo saat tokoh Bima bertemu dengan Kresna. Bima yang terdesak ketika meladeni tantangan gulat dari Jarasandha, kemudian ditunjukkan sebuah rahasia oleh Kresna. Meski tanpa kata-kata, kode rahasia lewat gestur tokoh Kresna akhirnya dipahami oleh Bima.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: