KKP Diinstruksikan Langsung Presiden untuk Segel Pagar Laut Misterius di Pesisir Tangerang!

KKP Diinstruksikan Langsung Presiden untuk Segel Pagar Laut Misterius di Pesisir Tangerang!

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono-Disway.id/Candra Pratama-

TANGERANG, DISWAY.ID -- Kementerian Kelautan dan Perkinan (KKP) mengaku dapat instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk turun meninjau pagar laut misterius yang berada di Pesisir Tangerang.

Akhirnya, melalui Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), pagar laut misterius yang belum diketahui kepemilikannya itu disegel.

BACA JUGA:Kesaksian Nelayan Soal Pemasangan Pagar Laut Misterius di Pesisir Tangerang: Mereka Pakai 3 Perahu Kecil

BACA JUGA:KKP: Pagar Laut Misterius di Pesisir Tangerang Ganggu Aktivas Nelayan dan Merusak Biota Laut!

"Ya ini udah viral dan Pak Presiden sudah menginstruksikan, saya pun tadi pagi diperintah Pak Menteri KKP (Sakti Wahyu Trenggono) langsung untuk melakukan penyegelan," ujar Direktur Jenderal PSDKP, Ipunk Nugroho, dikutip Jumat, 10 Januari 2025.

Ipunk Nugroho menegaskan, dalam hal ini negara tidak boleh kalah. Maka dari itu pihaknya pun melakukan penyegelan terhadap pagar laut bambu yang berada di Pesisir Tangerang.

Menurutnya, laut adalah pemersatu bangsa. Maka dari itu laut tidak boleh dipagar. Dan pihaknya berjanji akan menindaklanjuti, siapa sebenarnya pemilik pagar tersebut.

"Karena sudah meresahkan masyarakat, sudah viral, bahkan nelayan banyak yang mengeluh karena lalu lintasnya terganggu oleh pagar tersebut," jelasnya.

BACA JUGA:Tak Berizin, Proyek Pagar Laut Misterius di Pesisir Tangerang Disegel KKP!

BACA JUGA:Nelayan Pasrah Buntut Adanya Pagar Laut Misterius di Pesisir Kabupaten Tangerang: 'Orang Kecil Mah Pasrah Aja'

Ipunk Nugroho  mengatakan, pihanya memberikan waktu paling lama 20 hari untuk mencabut pagar misterius yang terbentang sepanjang 30 Km dari Teluknaga hingga Kronjo, Kabupaten Tangerang.

"Kami beri waktu ya paling lama 10 sampai 20 hari, Kalau tidak dibongkar maka KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang akan bongkar," kata Nugroho.

Tak berhenti di situ, dia pun menjelaskan alasannya memberikan waktu kepada pemilik pagar yang terbuat dari bambu ntuk tidak langsung dilepas. Lantaran, ingin melihat pemilik pagar itu akan menindaklanjuti atau tidak.

"Kita kasih peringatan Kalau memang mereka mau mencabut sendiri kan lebih bagus. Ya kan. Kalau tidak mau, baru kita tindak," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads