Setelah Didemo, Kemendiktisaintek Bantah Pemecatan Neni Mendadak

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan bahwa rekaman yang memperdengarkan suara seseorang melakukan kekerasan bukanlah dirinya.-Disway/Annisa Zahro-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pegawainya.
Demonstrasi ini dilatarbelakangi oleh perlakuan tak adil dari Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro.
BACA JUGA:Ratusan Pegawai Ditjen Dikti Kemendiktisaintek Suarakan Perlakuan Tak Adil Menteri Satryo
BACA JUGA:Kesaksian Pegawai Ditjen Dikti yang Dipecat Mendiktisaintek Satryo: Jangan Ada Neni Neni yang Lain!
Terutama terjadi pada Neni Herlina yang dipecat secara sepihak.
Bahkan, pemecatan dilakukan secara lisan tanpa adanya surat keputusan (SK) atau alur sesuai regulasi.
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar M Simatupang mengapresiasi penyampaian suara tersebut.
"Kita apresiasi penyampaian aspirasi suara dari beberapa pegawai, hal yang terjadi pada banyak pemekaran organisasi, penataan organisasi, dan dinamika interaksi," kata Togar kepada wartawan di Jakarta, 20 Januari 2025.
BACA JUGA:Detik-Detik Mendiktisaintek Satryo Soemantri Kabur saat Didemo, Pegawai: Turun, Turun!
"Sebenarnya, masih tersedia ruang dialog yang lebbih baik dan ini tetap dengan tangan yang terbuka, pemikiran yang terbuka, dan pencapaian resolusi yang terbaik," lanjutnya.
Sementara itu, ia juga membantah pemecatan Neni terjadi secara cepat dan sepihak tanpa adanya surat resmi.
"Tidak sejauh itu, dalam penataan ada tingkat layanan dan mutu yang harus dijamin oleh bagian atau individu. Ada perbedaan dan tentu aplikasi penghargaan dan pembinaan," tuturnya.
Lantas, bagaimana nasib Neni yang berhenti tanpa melalui SK tersebut?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: