Dewan Pakar BPIP Dr. Djumala: Kunjungan Prabowo ke India, Konsolidasi Mitra Geopolitik Indo-Pasifik

Dewan Pakar BPIP Dr. Djumala: Kunjungan Prabowo ke India, Konsolidasi Mitra Geopolitik Indo-Pasifik

Dewan Pakar BPIP Dr. Djumala ungkap kunjungan Prabowo ke India sebagai konsolidasi mitra geopolitik Indo-Pasifik.-dok disway-

Diplomasi beras ini ternyata sangat efektif dalam membangun citra dan eksistensi Indonesia sebagai negara baru merdeka. 

BACA JUGA:Libur Isra’ Miraj dan Tahun Baru Imlek, KAI Siapkan 411 Perjalanan KA

BACA JUGA:20 Pantangan Jangan Dilakukan saat Perayaan Imlek 2025, Nanti Bisa Kena Ciong

Berkat diplomasi beras itu banyak negara yang memberi pengakuan kemerdekaan Indonesia. 

Pada bagian lain Dubes Djumala, yang juga dosen Hubungan Internasional FISIP Unpad,  menyoroti beberapa kesamaan kepentingan (common interest) yang dimiliki oleh kedua negara sebagai modal untuk peningkatan kerjasama bilateral. 

Dalam banyak studi, di Abad 21 ini telah terjadi pergeseran titik berat ekonomi dunia ke kawasan Asia (shift of world economic gravity to Asia), yakni ke China, India dan Indonesia (ASEAN). 

Pergeseran ini ditandai dengan tingginya pertumbuhan ekonomi, investasi dan perdagangan. 

BACA JUGA:Link Live Streaming Timnas U-20 Indonesia vs Suriah di Sidoarjo

BACA JUGA:Banjir Cirebon Rendam 5 Kecamatan Hingga 1.5 Meter, Puluhan Ribu Warga Terdampak

India dan Indonesia yang sama-sama memiliki pasar domestik yang luas dengan pertumbuhan ekonomi relatif tinggi dan stabil dibanding kawasan lain akan menjadi mitra dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Indo-Pasifik. 

Terlebih lagi kedua negara sama-sama anggota BRICS, sehingga kemitraan di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan lebih mudah untuk dikembangkan di masa depan.

Salah satu kesepakatan yang ditandatangai dengan India adalah kerjasama di bidang pertahanan. 

Dengan kesepakatan ini Indonesia dan India akan  bekerja sama dalam sektor produksi pertahanan, manufaktur alutsista dan rantai pasokan, serta meningkatkan kerja sama di bidang keamanan maritim. 

Dubes Djumala mengaitkan kerjasama militer ini dengan situasi geopolitik di Indo-Pasifik, terutama keamanan di Selat Malaka dan Laut China Selatan, sebagi kemitraan strategis. 

BACA JUGA:15 Promo Makanan dan Minuman Spesial Long Weekend Libur Isra Miraj dan Imlek 2025, Jangan Sampai Kehabisan!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait