Dewan Pakar BPIP Dr. Djumala: Kunjungan Prabowo ke India, Konsolidasi Mitra Geopolitik Indo-Pasifik

Dewan Pakar BPIP Dr. Djumala: Kunjungan Prabowo ke India, Konsolidasi Mitra Geopolitik Indo-Pasifik

Dewan Pakar BPIP Dr. Djumala ungkap kunjungan Prabowo ke India sebagai konsolidasi mitra geopolitik Indo-Pasifik.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo mengadakan kunjungan kenegaraan ke India pada 25-26 Januari 2025 dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. 

Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk menghadiri perayaan Hari Republik India yang ke-76 sebagai tamu negara utama. 

Saat kunjungan selama dua hari, pemimpin kedua negara sepakat untuk mengembangkan kerjasama bilateral dalam beberapa bidang, antara lain dari perdagangan, pariwisata, kesehatan, energi, keamanan, pertahanan dan teknologi digital. 

BACA JUGA:Ruben Amorim Menyesal Terima Pekerjaan di Manchester United, Paul Merson: Sekarang dalam Tekanan Berat

BACA JUGA:Presiden Prabowo Lanjut Kunker ke Kuala Lumpur Malaysia dari New Delhi India, Terima Penganugerahan D.K I Johor

Dalam pertemuaan bilateral kedua pemimpin menyinggung hubungan kesejarahan antara kedua negara. 

India adalah salah satu negara yang pertama memberi pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia. 

Tidak terbatas pada pengakuan kemerdekaan, India juga memberikan bantuan obat-obatan saat Indonesia menghadapi Perang Kemerdekaan hingga 1949.

Dalam tanggapannya, Dr. Darmansjah Djumala, Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, mengungkapkan dalam hubungan diplomatik sejarah persahabatan kedua negara bisa menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan kerjasasama di bidang lain. 

BACA JUGA:Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke India, Beri Dukungan Masuknya Indonesia Keanggotaan BRICS

BACA JUGA:Prabowo Akui Belajar Banyak dari PM Modi soal Pengentasan Kemiskinan

Dr. Djumala, yang pernah bertugas sebagai Dubes RI untuk Austria dan PBB di Wina, mengingatkan bahwa Indonesia pun pernah membantu India ketika negara tersebut mengalami krisis pangan pada 1946. 

Setelah Perang Dunia II selesai banyak negara mengalami krisis pangan, akibat berkurangnya supply gandum dari Eropa yang mengalami kerusakan dahsyat akibat perang. 

Pada saat itu Indonesia mengirimkan bantuan beras sebanyak 500.000 ton untuk India. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads