Agustiani Tio Dicegah ke Luar Negeri, Kuasa Hukum Izin ke Pimpinan KPK untuk Berobat Kanker di Ghuangzhou

Agustiani Tio Dicegah ke Luar Negeri, Kuasa Hukum Izin ke Pimpinan KPK untuk Berobat Kanker di Ghuangzhou

Kuasa Hukum Agustiani Tio, Army Mulyanto mengajukan izin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agara mengizinkan kliennya keluar negeri untuk menjalani pengobatan ke luar negeri, yakni ke Ghuangzhou, Cina-Disway.id/Ayu Novita-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kuasa Hukum Agustiani Tio, Army Mulyanto mengajukan izin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agara mengizinkan kliennya keluar negeri untuk menjalani pengobatan ke luar negeri, yakni ke Ghuangzhou, Cina.

Adapun, Tio merupakan salah satu saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI yang dicegah Ditjen Imigrasi.

BACA JUGA:Rini Soemarno Terseret Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PT PGN dan PT IAE, Eks Menteri BUMN Diperiksa KPK

BACA JUGA:KPK Klaim Pernah Rekomendasikan Ketepatan Penerima LPG 3 Kg kepada Masyarakat

Adapun, permintaan KPK untuk mencegah Tio dan suami selama enam bulan kedepan. 

"Poinnya dalah obatnya Ibu Tio ini sudah semakin habis. Jadi memang sudah saatnya Ibu Tio ini harus berobat ke Guangzhou," ujar Army Mulyanto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, pada Senin, 10 Februari 2025.

Army menceritakan soal kondisi Tio terkini, yang kembali menurun karena obatnya mulai habis dan menjalankan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok.

"Tadi pagi kurang lebih sekitar jam 11 siang, klien Ibu Agustina Tio atau Ibu Tio masuk rumah sakit. Di Opname di rumah sakit mitra keluarga Depok. Kondisi beliau agak memburuk dan ini karena obat yang memang seharusnya berobat ini artinya sudah habis," jelas Army.

Army menjelaskan, sebelumnya Tio telah mengajukan surat permohonan ini sebanyak dua kali pada tanggal 3 Februari, hingga tujuh hari belum ada respon.

BACA JUGA:11 Mobil Sitaan Milik Ketum PP Japto Soerjosoemarno Belum Angkut, KPK: Ada Kendala Teknis

"Terus terang terakhir surat kami ini kan sebelumnya tanggal 3 Februari dan hari ini tanggal 10. Berarti sekitar 7 hari tidak ada respon," jelasnya. 

Menurutnya, perawatan kliennya di Tiongkok juga untuk jangka waktu lama. Sebab, sekali jalan dokter akan memberikan stok obat untuk beberapa bulan.

“Makanya pada 1 Oktober kurang lebih terakhir itu, Bu Tio itu bawa obat, itu kira-kira stoknya, itu full banget, sampai 3 bulan. Nah, sudah diatur, sudah dijatuhkan di Februari ini obat akan habis, dan segera datang ke Guangzhou untuk perawatan, untuk pengobatan,” kata Army.

Ia mengungkapkan bahwa KPK diharap bisa bijak memberikan izin ke luar negeri untuk saksi yang dicegah. Army tidak bermasalah jika harus didampingi penyidik untuk melakukan pengobatan di Tiongkok.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads