Analis Politik Sebut Wacana Partai Super Terbuka Jokowi itu Kritik Keras Sistem Kepartaian di Indonesia!
Analis Politik Sebut Wacana Partai Super Terbuka Jokowi itu Kritik Keras Sistem Kepartaian di Indonesia!-Gerindra-
JAKARTA, DISWAY.ID - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti wacana yang diungkapkan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai pembentukan "Partai Super TBK".
Dalam wawancara Mata Najwa, Jokowi sempat mengutarakan keinginannya untuk membentuk Partai Super TBK.
BACA JUGA:Prabowo Diminta Lebih Baik Ucap 'Rela Mati Demi Jokowi', Pengamat Politik: Penguasa Tipu-tipu!
BACA JUGA:Prabowo Teriak 'Hidup Jokowi', Puja Puji Anies Baswedan Berkumandang di X: Ini Akibat Telur Hilang
Menurut Hensa, sapaan akrabnya, pernyataan Jokowi mengenai Partai Super TBK adalah sindiran terhadap partai-partai yang sekarang cenderung dikuasai oleh elit atau bahkan hanya oleh ketua umumnya.
"Partai perorangan yang dia bilang itu, dia menunjuk ke siapa? Ya memang rata-rata partai di Indonesia sekarang partainya perorangan," ujar Hensa, Rabu 19 Februari 2025.
Ia pun menilai, sentralisasi kekuasaan dalam partai menghambat kaderisasi dan partisipasi politik yang sehat, serta menciptakan struktur hierarkis yang minim transparansi dan akuntabilitas.
"Ketika partai-partai dalam suatu negara dikuasai oleh elit atau bahkan hanya oleh ketua umum, sistem kepartaian cenderung kehilangan fungsi demokratisnya dan berubah menjadi alat oligarki politik," tambahnya.
Hensa juga menyoroti bahwa keputusan politik seringkali lebih didasarkan pada pragmatisme dan transaksi kekuasaan daripada aspirasi rakyat atau nilai-nilai ideologis.
BACA JUGA:Prabowo Sebut Ada Pihak yang Ingin Pisahkan Dirinya dengan Jokowi, Siapa?
BACA JUGA:Partai Demokrat Gelar Perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di TMII, AHY Berpesan Soal Keberagaman
Menurutnya, ini akan menimbulkan kelemahan demokrasi internal partai yang juga akan berdampak pada sistem politik nasional.
"Dalam jangka panjang, dominasi elit dalam partai-partai ini memperburuk kualitas demokrasi, mengikis kepercayaan publik terhadap institusi politik serta membuka ruang bagi praktek korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, yang semakin sulit dikendalikan," ujar Hensa.
Kritik sistem Kepartaian
Gagasan Partai Super Terbuka, menurut Hensa, bisa dianggap sebagai kritik strategis yang menjadi lompatan ide dalam demokrasi politik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: