Hasto Kristiyanto Ditahan, ICW Dukung Langkah KPK dan Dorong Pengembangan Kasus

Hasto Kristiyanto Ditahan, ICW Dukung Langkah KPK dan Dorong Pengembangan Kasus

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto minta KPK benari periksa keluarga Jokowi saat resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.-ayu novita -

BACA JUGA:Kenakan Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Hasto Jadi Tahanan KPK: Merdeka!

Dengan penahanan Hasto Kristiyanto, harapan untuk mencapai transparansi dan akuntabilitas dalam kasus ini semakin besar, dan diharapkan dapat membuka jalan bagi penuntasan kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pihak.

"Dengan desakan ke persidangan, publik nantinya bisa lebih menilai bagaimana konstruksi kasus ini," tutupnya.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Hasto merupakan tersangka kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan atau obstruction of justice (OJ). Kasus tersebut terkait Harun Masiku.

BACA JUGA:Hasto Kristiyanto Ditahan KPK, Kuasa Hukum: Ini Penahanan yang Dikonfrontasi!

BACA JUGA:Kenakan Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Hasto Jadi Tahanan KPK: Merdeka!

Penahanan dilakukan selama 20 hari pertama terhitung mulai hari ini, Kamis, 20 Februari 2025 hingga 11 Maret 2025.

Berdasarkan pantauan disway.id di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Hasto sudah mengenakan rompi oranye dengan tulisan tahanan KPK dengan tangan diborgol. 

Ia sempat ditampilkan beberapa saat di konferensi pers KPK sebagaimana tersangka lainnya.

"Guna Kepentingan Penyidikan, terhadap tersangka HK (HASTO KRISTIYANTO) dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 20 Februari 2025 sampai dengan tanggal 11 Maret 2025," ujar Ketua KPK, Setyo Budiyanto dalam konferensi pers pada Kamis, 20 Februari 2025.

"Penahanan dilakukan di Cabang Rumah Tahanan Negara dari Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads