Bahlil Lahadila Ungkap Pengganti LG yang Batal Investasi Pengembangan Baterai EV di Indonesia: Proyek Tetap Jalan

Bahlil Lahadila Ungkap Pengganti LG yang Batal Investasi Pengembangan Baterai EV di Indonesia: Proyek Tetap Jalan

Menteri ESDM Bahlil Lahadila ungkap penganti LG yang batal investasi pengembangan baterai EV di Indonesia.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri ESDM Bahlil Lahadila ungkap pengganti LG yang batal investasi pengembangan baterai EV di Indonesia.

Diketahui LG batal investasi di proyek investasi rantai pasok kendaraan listrik (Electric vehicle) sebesar Rp7,7 miliar sekitar USD 29,8 triliun atau sekitar Rp129,8 triliun dengan asumsi kurs Rp16.862.

Tidak hanya itu, sejumlah konsorsium yang berada di bawah LG juga turut membatalkan rencana kerjasama mereka.

BACA JUGA:Gregoria Tak Berangkat ke Piala Sudirman 2025, PBSI Ungkap Alasannya

BACA JUGA:Jay Idzes Terharu! Dean James Angkat Trofi KNVB, Pascal Struijk ke EPL, Sinar Baru Bintang Timnas Indonesia di Eropa

Beberapa diantaranya adalah LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp, serta beberapa perusahaan lainnya.

Kendati begitu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa proyek investasi kendaraan listrik (EV) senilai USD 9,8 miliar yang telah disepakati antara Indonesia dan LG Energy Solution dari Korea Selatan pada 18 Desember 2020 tetap berjalan sesuai rencana walaupun LG dinyatakan sudah mundur dari proyek tersebut.

“Secara keseluruhan proyek tidak mengalami perubahan mendasar. Yang terjadi adalah penyesuaian mitra investasi dalam struktur joint venture (JV),” ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadila, kepada Disway.id pada Rabu 23 April 2025.

BACA JUGA:LG Batalkan Proyek Pengembangan Baterai EV di Indonesia, Apa Alasannya?

BACA JUGA:Jakarta Art Gardens 2025 Tampilkan Inovasi Visual di Tengah Hutan Kota

Selain itu, Bahlil juga menambahkan bahwa perubahan hanya terjadi pada level investor, dimana LG tidak lagi melanjutkan keterlibatannya.

“Perubahan hanya terjadi pada level investor, di mana LG tidak lagi melanjutkan keterlibatannya pada JV 1, 2, dan 3 yang baru, dan telah digantikan oleh mitra strategis dari Tiongkok, yaitu Huayou, bersama BUMN kita,” jelas Bahlil.

Sementara itu dalam menanggapi anggapan akan pengaruh dari ketegangan situasi geopolitik dan perekonomian nasional dibalik mundurnya LG dari proyek tersebut, Bahlil memastikan bahwa proyek ini tidak terpengaruh oleh dinamika global seperti perang atau ketidakpastian ekonomi.

BACA JUGA:Infinix XBOOK B15 Resmi Hadir di Indonesia, Mulai Rp5 Jutaan dengan Performa Andal dan Ketangguhan Maksimal

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads