Siasat Industri Rokok Jerat Konsumen Anak dan Remaja: Desain Terselubung hingga Perisa

Siasat Industri Rokok Jerat Konsumen Anak dan Remaja: Desain Terselubung hingga Perisa

Ilustrasi ragam bentuk dan rasa rokok.-ist-

Dipaparkannya, dari 16.000 varian rasa global, sudah ada 847 varian rasa rokok yang ditemukan di Indonesia.

Rasa buah-buahan paling banyak ditemukan di rokok konvensional (33 persen), selain rasa mentol, kopi dan teh.

Begitu pula pada rokok elektronik, paling banyak ditemukan rasa buah-buahan (37,9 persen), disamping rasa makanan penutup (21,2%) dan minuman minuman lainnya (13,6%).

”Industri rokok sangat paham bahwa varian rasa produk tembakau bisa menjadi daya tarik yang luar biasa bagi anak dan remaja yang berada di fase awal eksplorasi hal baru. Penggunaan rasa buah-buahan sangat cerdik karena buah identik dengan kesehatan," katanya.

BACA JUGA:Hardiknas 2025, Mendiktisaintek Pioritaskan Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kinerja Dosen

Tak ayal, perisa tidak hanya berhasil menyamarkan risiko kesehatan, tapi juga menimbulkan kesan aman dan nyaman pada rokok.

Hal ini lantas turut menormalisasi penggunaan rokok, membangun kebiasaan merokok di kalangan anak muda, dan mengurangi kemungkinan berhenti merokok.

Dengan semakin masif dan menjebak, Lisda menegaskan pentingnya Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan segera diterapkan, salah satunya terkait pengaturan ketat rokok.

”PP Kesehatan itu sangat penting karena dalam pasal pengamanan zat adiktif  bertujuan untuk mengurangi prevalensi perokok anak. Akibat belum diimplementasikannya PP Kesehatan menjadikan penjualan rokok sangat bebas, khususnya di media sosial,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads