Intip Beberapa Alasan Kenapa Saham TUGU Bikin Investor Kepincut

Intip Beberapa Alasan Kenapa Saham TUGU Bikin Investor Kepincut

Sukses Terapkan Tata Kelola Yang Baik, Tugu Insurance Kantongi Sertifikasi ISO Antisuap -Istimewa-

Dari sisi prospek ke depan, pertumbuhan premi TUGU diprediksikan mencapai 8-11% untuk jangka menengah dan melampaui pertumbuhan industri sehingga terjadi peningkatan pangsa pasar. 

Di sisi lain, manajemen risiko yang baik juga diharapkan mampu menjaga atau bahkan menurunkan loss ratio sehingga marjin dari underwriting TUGU akan semakin tebal. 

"Kami memperkirakan pertumbuhan hasil underwriting sebesar +14% CAGR dalam jangka menengah, dengan syarat TUGU dapat menjaga rasio kerugian di bawah 60%." tambah Rizal dalam risetnya. 

Dengan berbagai pertimbangan di atas, Ajaib Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham TUGU dengan target harga di Rp 1.800 per saham atau setara dengan rasio PBV 0,6x untuk tahun 2025 dengan menggunakan asumsi rasio dividen 40-50% per tahun. 

BACA JUGA:Rahayu Saraswati Tegaskan Investasi Tak Boleh Diganggu Preman Berkedok Ormas: Bakal Ditindak Tegas!

BACA JUGA:Menko Airlangga: Pengaturan Produk Halal dalam Undang-Undang Menjadi Wujud Komitmen Indonesia untuk Mengembangkan Ekonomi Syariah

Terkait dividen, pekan lalu pada 8 Mei 2025 juga bertepatan dengan cum date pembagian dividen TUGU untuk tahun buku 2024. 

Perseroan membagikan 40% dari laba yang dapat diatribusikan untuk entitas induk sebagai dividen atau setara dengan Rp78,8 per saham. 

Saat cum date, harga saham TUGU ditutup di Rp1.040 sehingga imbal hasil (yield) dividen TUGU setara dengan 7,6%. 

Selang sehari setelah cum date, harga saham TUGU drop 7,7% atau setara dengan yield dari dividen yang dibayarkan. 

Namun setelah libur panjang dan perdagangan kembali dibuka, harga saham TUGU tampak mulai rebound. 

Pada sesi I perdagangan Rabu (14 Mei 2025), harga saham TUGU ditutup menguat 1,56% ke Rp 975.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads