Milklife Soccer Challange Bandung 2025, 1.711 Siswi Ikuti Kompetisi

Milklife Soccer Challange Bandung 2025, 1.711 Siswi Ikuti Kompetisi

Peserta Milklife Soccer Challange - Bandung 2025.-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar kompetisi Milklife Soccer Challange - Bandung 2025.

Dalam penyelenggaraan kejuaraan Milklife Soccer Challange - Bandung 2025, sebanyak 1.711 siswi dari 71 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bandung dan sekitarnya turut berpartisipasi.

Kompetisi ini disebut bertambah tiga kali lipat hingga 1.564 siswi dari 68 SD dan MI dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Respon Erick Thohir Saat Dipertemukan Kembali dengan Malaysia di Kejuaraan ASEAN U-23 Championship 2025, Sudah Kangen

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menjelaskan bahwa para siswi membutuhkan dorongan serta dukungan untuk menumbuhkan bakat dalam bermain sepak bola.

"Ini adalah masa kecil mereka dan kalau mereka memilih sepak bola harus senang dulu, jadi mereka rajin berlatih. Bila rajin berlatih mereka akan berkembang," tegas Timo.

Terlebih dukungan orang tua serta sekolah menjadi salah satu kunci perkembangan talenta para putri agar berani melangkah menapaki dunia sepak bola.

"Jadi diharapkan orang tua dan sekolah jangan memberikan tekanan atau beban," ucapnya.

Timo menambahkan dibutuhkan konsistensi dalam pembinaan sepak bola putri yang dimulai dari usia lebih dini.

BACA JUGA:Momen Langka Prabowo-Gibran dan Megawati Dalam Satu Frame, Saat Hadir di Gedung Pancasila

Untuk itu, tidak hanya mempertandingkan 7x7 di KU 10 dan KU 12, kini MilkLife Soccer Challenge juga menggelar Festival SenengSoccer yang menyasar KU 8 untuk menumbuhkan minat para putri.

Festival ini juga bertujuan untuk menciptakan regenerasi bagi jenjang usia di atasnya khususnya KU10.

"Kami berkomitmen untuk terus memupuk, menjaga dan merawat ekosistem sepak bola putri, sehingga kami memberikan wadah berupa Festival SenengSoccer yang bertujuan untuk menumbuhkan kesenangan bagi para putri khususnya di usia enam hingga delapan tahun (KU8)," jelas Timo

"Ini merupakan upaya kami untuk menjaga mata rantai regenerasi pesepak bola putri untuk jenjang selanjutnya di KU10 hingga KU 16,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads