Ricuh Demo Kebijakan Imigrasi Trump Meluas ke 8 Kota, 212 Orang Ditangkap, Polisi Terluka
Kerusuhan imbas kebijakan imigrasi Trump meluas ke sejumlah kota.-ist-
SAN FRANSISCO, DISWAY.ID-- Amerika Serikat kembali dilanda gelombang protes besar-besaran terkait kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.
Aksi unjuk rasa yang awalnya damai berujung kerusuhan di sejumlah kota besar, dengan total 212 orang ditangkap dan sejumlah petugas kepolisian mengalami luka-luka.
Mulanya pada Minggu malam (8/6), ratusan demonstran berkumpul di depan kantor Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di San Francisco untuk menolak penangkapan massal terhadap imigran gelap.
Namun, aksi damai itu berubah menjadi ricuh ketika sekelompok orang merusak properti umum, membakar sebuah kendaraan otonom Waymo, serta menyerang aparat kepolisian.
Dua petugas dilaporkan terluka dan satu di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif. Polisi setempat menangkap 154 orang terkait insiden tersebut.
“Kami mendukung hak warga untuk menyampaikan pendapat, namun tindakan kekerasan dan vandalisme tidak bisa ditoleransi,” Wali Kota San Francisco, Daniel Lurie saat mengecam penanganan aksi demo.
Kekacauan di Los Angeles, Jam Malam Diberlakukan
Di Los Angeles, demonstrasi berubah menjadi kerusuhan yang menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 23 toko, serta aksi vandalisme berupa grafiti anti-Trump di sejumlah titik kota. Pemerintah kota menetapkan jam malam di pusat kota mulai pukul 20.00 hingga 06.00, berlaku hingga situasi dinyatakan kondusif.
“Kekerasan tidak akan menyelesaikan apapun. Siapapun yang melanggar jam malam akan ditindak tegas,” terang Wali Kota LA, Karen Bass.
Garda Nasional dikerahkan untuk membantu aparat kepolisian mengamankan wilayah yang terdampak parah.
Selanjutnya, kerusuhan tidak hanya terjadi di California. Aksi solidaritas dan unjuk rasa juga digelar di sejumlah kota besar lain:
Austin, Texas: Polisi menggunakan gas air mata setelah massa merangsek ke Gedung Capitol. 12 orang ditangkap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: