Peta Jalan AI Nasional 2025-2045 Segera Dibuka, Kembangkan Ekosistem hingga Investasi
Kementerian Komdigi siapkan peta jalan dan regulasi tentang pemanfaatan AI.-Dok. Kemenkomdigi-
JAKARTA, DISWAY.ID— Pemerintah tengah merampungkan roadmap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) nasional yang ditargetkan selesai akhir Juli 2025.
Dokumen strategis jangka panjang bertajuk Peta Jalan AI Nasional 2025–2045 ini dirancang sebagai panduan utama pengembangan ekosistem AI di Indonesia, dari sisi regulasi, infrastruktur, hingga talenta.
Menurut rencana, draft akhir roadmap akan dibuka untuk uji publik pada Agustus 2025, sebelum harmonisasi regulasi dilakukan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) yang ditargetkan tuntas September mendatang.
BACA JUGA:Pelajar Gandrungi AI, DPR RI Soroti Dampaknya ke Kreativitas, Begini Tanggapan Komdigi
BACA JUGA:OJK Luncurkan Sistem Informasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko Terintegrasi, Apa Gunanya?
“Kita tidak hanya bicara soal teknologi, tetapi juga tata kelola, etika, dan kesiapan sumber daya manusia. AI harus berkembang secara inklusif dan berkelanjutan,” kata Deputi Menkominfo bidang Transformasi Digital, Nezar Patria, dalam keterangannya, Jumat, 26 Juli 2025.
Peta jalan ini dibangun di atas lima pilar utama yaitu tata kelola dan etika, pengembangan talenta dan riset, infrastruktur digital, penguatan industri lokal, serta kolaborasi global.
Penyusunannya melibatkan lebih dari 300 pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil.
Tak hanya mengatur arah kebijakan, roadmap AI juga difokuskan pada penguatan sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, keuangan, transportasi, dan pertambangan.
“Ke depan, roadmap ini akan menjadi pegangan investor dan pelaku industri yang ingin menanamkan modalnya di bidang AI Indonesia,” ujar Nezar.
BACA JUGA:PM Thailand Tolak Mediasi Internasional, Pilih Hadapi Langsung Kamboja
Platform Terpadu dan Etika AI
Salah satu wujud nyata implementasi roadmap adalah peluncuran Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) yang kini telah beroperasi di beberapa wilayah, termasuk Papua.
CoE akan fokus pada pengembangan riset, infrastruktur teknologi, pelatihan SDM, dan tata kelola etika dalam penggunaan AI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: