Danantara Siap Lampaui Temasek & Khazanah

Danantara Siap Lampaui Temasek & Khazanah

DANANTARA Indonesia mengonsolidasikan 844 BUMN. Selaku sovereign wealth fund (SWF), diprediksi bakal melampui Temasek dan Khazanah.-dhimas fin-

Risiko Politisasi: 

Ini adalah tantangan kronis yang sering membayangi BUMN. Penugasan dari pemerintah. Danantara harus cerdik dalam menyeimbangkan mandat sosial dengan prinsip investasi yang sehat.

Samirin menggambarkan peran Danantara secara menyeluruh sebagai sebuah holding company yang di bawahnya adalah BUMN-BUMN. 

"Holding company memaksimalkan Enterprise Value. Yaitu meningkatkan return investasi dan mengurangi cost, yang pada saat yang bersamaan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai holding sesuai dengan visi-misinya," jelas Samirin. 

Untuk mencapai tujuan ini, Samirin merinci 4 aksi kunci yang dapat dilakukan Danantara sebagai holding:

1. Melakukan Restrukturisasi BUMN: 

Melalui berbagai aksi korporasi seperti reorganisasi, merger, spin off, dll., untuk menciptakan sinergi dan efisiensi.

2. Optimasi Return Investasi: 

Menempatkan lebih banyak investasi pada sektor yang memberikan return tinggi. Mengurangi investasi pada sektor yang memberikan return rendah, sesuai prinsip alokasi modal yang cerdas.

3. Menjalankan Talent Management: 

Merekrut talenta terbaik dari luar. Meningkatkan kapasitas talenta yang ada di dalam, dan menempatkan talenta terbaik di tempat-tempat strategis. Selain itu, memastikan SDM berkualitas menjadi penggerak utama.

4. Governance Terjaga dengan Baik: 

Menyusun dan mengimplementasikan Investment Policy, SOP, dan internal audit yang solid, untuk menjamin akuntabilitas dan mencegah penyimpangan.

Tujuan utama Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat kepada Danantara Indonesia adalah menarik investor agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita punya modal terbatas untuk investasi. Dalam 10 tahun terakhir itu rata-rata pertumbuhan ekonomi cuma 5%. Karena rasio investasi terhadap PDB itu selalu di bawah 30% antara 28% sampai 29%," kata Pengamat BUMN, Herry Gunawan saat dihubungi Disway. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads