Daya Beli Lemah, Industri Semen RI Masih Tancap Gas Hadapi Geliat Perekonomian

Daya Beli Lemah, Industri Semen RI Masih Tancap Gas Hadapi Geliat Perekonomian

Cemindo memperkuat distribusi dan pemasaran di wilayah dengan permintaan tinggi, khususnya Pulau Jawa dan Sumatera.--Istimewa

 

JAKARTA, DISWAY.ID - Sektor industri semen Indonesia sedang menghadapi tekanan bertubi-tubi.

Daya beli masyarakat melemah, proyek infrastruktur melambat, dan situasi geopolitik global turut memperburuk ketidakpastian.

Namun, bukan berarti semua lini industri menyerah dan melambat.

Nyatanya, sejumlah pelaku industri—terutama PT Cemindo Gemilang Tbk—masih mampu tancap gas di tengah tantangan berat.

Pada semester pertama 2025, penurunan permintaan semen nasional tercatat mencapai 2,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Benarkah Badai PHK Masih Terjadi? Kemenperin Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Industri Manufaktur!

Tapi Cemindo justru tampil beda.

Dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang solid, perusahaan ini berhasil menjaga kinerja tetap positif.

Apa saja kuncinya?

Cemindo memperkuat distribusi dan pemasaran di wilayah dengan permintaan tinggi, khususnya Pulau Jawa dan Sumatera.

Pendekatan berbasis data dan perencanaan distribusi yang lebih rapi bikin produk mereka tetap tersedia di titik-titik penting, meskipun pasar secara umum sedang lesu.

Segmen semen kantong untuk ritel justru tumbuh signifikan.

Di tengah lemahnya proyek besar, permintaan dari proyek kecil dan renovasi rumah pribadi masih cukup menjanjikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads