Kemenkes Prediksi Wabah Chikungunya Alami Peningkatan Tahun 2025, Masyarakat Diminta Waspada
Prediksi ini didasarkan pada siklus alami penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut, serta faktor-faktor lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi peningkatan kasus chikungunya di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Prediksi ini didasarkan pada siklus alami penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut, serta faktor-faktor lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.
BACA JUGA:Haruskah Alasan Pembinaan Jadi Motif Penganiayaan Terhadap Prada Lucky? Ini Penjelasan TNI AD
BACA JUGA:So Sweet! Usai Rilis Album Swag, Justin Bieber dan Hailey Makin Mesra
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman menyatakan bahwa chikungunya memiliki pola epidemiologi yang cenderung berulang setiap beberapa tahun.
Meski demikian, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada dua bulan terakhir kasus chikungunya mengalami penurunan. Walaupun begitu, Aji menghimbau masyarakat agar tetap terus waspada.
"Hal ini sejalan dengan pola musim penghujan di Indonesia sehingga perlu diwaspadai adanya kenaikan kasus pada minggu mendatang. Meskipun begitu, saat ini tren menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir," jelasnya kepada wartawan," ujar Aji kepada wartawan Selasa 12 Agustus 2025.
BACA JUGA:Lebih Tenang karena Ada BRImo, Beli Token Listrik Bisa di Mana Saja
Selain siklus alami, faktor perubahan iklim juga menjadi perhatian utama. Musim hujan yang diprediksi akan lebih panjang dan intens di beberapa wilayah dapat menciptakan genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
"Nyamuk ini tidak hanya menularkan chikungunya, tetapi juga demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kewaspadaan ganda," tambahnya.
Apa Itu Chikungunya?
Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya. Gejala utamanya adalah demam tinggi mendadak, nyeri sendi yang parah, sakit kepala, nyeri otot, dan ruam kulit.
Meskipun jarang berakibat fatal, nyeri sendi akibat chikungunya dapat berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: