Menag Nasaruddin Umar: Presiden Prabowo akan Bangun Gedung Dana Umat di Bundaran HI

Menag Nasaruddin Umar: Presiden Prabowo akan Bangun Gedung Dana Umat di Bundaran HI

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan rencana besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sebuah gedung monumental setinggi 40 lantai di kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat-Istimewa-

"Gedung ini tidak hanya akan menjadi pusat administrasi, tetapi juga simbol kemandirian dan kebangkitan ekonomi umat di Indonesia,” tegasnya," tambah Menag.

Nantinya, gedung ini akan menjadi kantor bagi berbagai lembaga pengelola dana umat, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya.

Dengan disatukannya lembaga-lembaga ini dalam satu atap, diharapkan akan terjadi sinergi dan koordinasi yang lebih baik dalam mengelola dan memberdayakan dana umat untuk kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:Seni, Budaya, dan Musik Nusantara Bersatu dalam Pagelaran Sabang Merauke 'Hikayat Nusantara' Pada 23-24 Agustus 2025

BACA JUGA:Setya Novanto Bebas Besyarat, Eks Penyidik KPK Sebut Pelaku Korupsi Harus Diseleksi Sebelum Terima Remisi

Menurut Nasaruddin, ide ini muncul setelah berdiskusi dengan Presiden Prabowo mengenai optimalisasi dana umat.

Presiden, kata Nasaruddin, mempertanyakan mengapa dengan potensi sebesar itu, lembaga-lembaga pengelola dana umat banyak yang masih belum memiliki kantor yang representatif.

"Presiden menanyakan kantor MUI di mana, Baznas di mana, BPKH juga masih menyewa. Lalu saya usulkan, bagaimana kalau kita bangun 40 lantai, Pak? Angka berkah itu, Arbain," tutur Nasaruddin menirukan percakapannya dengan Presiden.

Rancangan desain gedung tersebut, menurut Nasaruddin, kini sudah berada di tangan Presiden dan diharapkan proses pembangunannya dapat segera direalisasikan.

Kehadiran Pusat Pengelolaan Dana Umat di jantung ibu kota ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru Jakarta, tetapi juga menjadi tonggak sejarah dalam upaya modernisasi dan profesionalisasi pengelolaan dana keumatan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads