FBI Grebek Rumah Eks Penasehat Trump, Diseret dalam Penyidikan Intelijen
Trump melakukan siaran pers di White House, Washington DC.-Tangkapan Layar-Fox
WASHINGTON, DISWAY.ID-- Kediaman dan kantor mantan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, digeledah oleh FBI pagi ini dalam penyidikan keamanan nasional.
Bolton meski eks penasehat Trump kini adalah sosok paling vokal mengkritik Presiden Trump sejak mengundurkan diri, khususnya melalui buku kontroversialnya yang dituding mengandung informasi rahasia ― The Room Where It Happened.
BACA JUGA:Uni Eropa Dapatkan Tarif Impor Mobil dari AS 15 Persen Pasca Kesepakatan Bantu Ukraina
Detik-Detik Penggeledahan: Dari Bethesda Hingga Capitol Hill
Operasi tiba-tiba ini dimulai sekitar pukul 07.00 pagi di kediaman Bolton di Bethesda, Maryland, atas dasar surat perintah pengadilan.
FBI juga menelusuri kantor politiknya di Washington DC. Direktur FBI, Kash Patel, menyampaikan lewat akun X:
“TIDAK ADA seorang pun di atas hukum … @FBI sedang menjalankan misi.”
Bolton menyatakan ia “tidak mengetahui” geledah tersebut dan masih menelusuri kronologi yang terjadi.
Apakah Ini Pembalasan Politik atau Prosedur Hukum?
Pemeriksaan ini merupakan babak baru dalam ketegangan antara Bolton, Trump, dan loyalis pemerintahan saat ini.
BACA JUGA:Rusia Klaim Ukraina Kehilangan 1,7 Juta Tentara, Bocoran Data Digital Picu Perang Propaganda
Bolton pernah berseteru keras dengan Trump, bahkan kehilangan perlindungan Secret Service seraya terus menyerang mantan atasannya secara terbuka.
Latar belakang penyelidikan kembali ke kontroversi bukunya pada 2020. Meski kampanye hukum Trump untuk memblokir bukunya gagal, dan kasus sempat dihentikan di era Biden, kini pemerintah kembali menggulirkan penyelidikan atas kemungkinan bocoran dokumen rahasia.
Beberapa pakar hukum menilai bahwa lahirnya kembali kasus ini menunjukkan bagaimana DOJ saat ini digunakan untuk membalas kritik politik. Presiden Trump sebelumnya kerap menyatakan ingin mengamankan otoritas pemerintah terhadap rival-rivalnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: