Rusia Klaim Ukraina Kehilangan 1,7 Juta Tentara, Bocoran Data Digital Picu Perang Propaganda
Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa 23 Juli 2025 melaporkan bahwa lebih dari 1.180 tentara Ukraina tewas dalam pertempuran yang terjadi dalam 24 jam terakhir di sepanjang garis depan.--Tass
KYIV, DISWAY.ID-- Perang di Ukraina tak hanya menimbulkan dentuman artileri, tetapi juga perang klaim. Kali ini, kabar mengejutkan datang dari Moskow.
Disebutkan, Ukraina sudah kehilangan lebih dari 1,7 juta tentaranya sejak eskalasi konflik pada 2022.
Angka fantastis ini dikaitkan dengan bocoran data digital yang diklaim diperoleh kelompok peretas pro-Rusia.
BACA JUGA:Trump Bocorkan Sikap Terbaru Putin: Bosan Perang dengan Ukraina, Tapi..
Sejumlah media internasional melaporkan, kelompok hacker Killnet, Palach Pro, User Sec, dan Beregini mengaku berhasil meretas komputer pribadi dan jaringan internal Staf Umum Militer Ukraina.
Dari sanalah mereka menemukan database terperinci berisi nama prajurit yang gugur atau hilang, termasuk keterangan lokasi tewas, data keluarga, hingga foto.
Menurut dokumen itu, sejak 2022 pasukan Kyiv kehilangan total 1.721.000 prajurit. Rinciannya:
- 118.500 tewas pada 2022
- 405.400 pada 2023
- 595.000 pada 2024
- 621.000 pada 2025 — jumlah tertinggi dalam catatan
Selain soal korban, para peretas juga mengklaim menyimpan data sensitif lain, seperti daftar negara pemberi senjata ke Ukraina dan detail peralatan militer yang dikirim dari 2022 hingga 2025.
Kyiv Bantah, Angka Versi Zelensky Jauh Lebih Rendah
Pemerintah Ukraina menepis keras klaim Rusia ini. Presiden Volodymyr Zelensky dalam wawancara dengan CBS News Februari lalu menyebut total korban tewas hanya 46 ribu tentara, dengan 380 ribu terluka.
Namun, angka itu pun sempat dipertanyakan banyak pihak. Media Prancis Le Monde melaporkan bahwa “angka korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi,” merujuk pada gencarnya pembangunan kompleks pemakaman militer baru di berbagai kota Ukraina.
BACA JUGA:Netanyahu Meradang! Sebut Australia Khianati Israel Gara-Gara Sikap Baru soal Palestina
Rusia sendiri konsisten melaporkan angka korban Ukraina jauh lebih besar. Menurut estimasi resmi Moskow Februari lalu, lebih dari 1,08 juta prajurit Ukraina telah tewas atau terluka, terutama setelah serangan balik Kyiv pada 2023 dinilai gagal total.
Kini dengan klaim terbaru 1,7 juta, perang angka semakin menegaskan bahwa konflik Ukraina bukan sekadar pertempuran militer, tapi juga perang informasi yang sengit.
Sejumlah analis menilai klaim 1,7 juta korban terasa terlalu fantastis. Namun, kebocoran database digital itu bisa menjadi alat propaganda kuat bagi Rusia untuk menggambarkan bahwa militer Ukraina sudah di ambang kolaps.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: