Maduro Mobilisasi 4,5 Juta Milisi Venezuela, Siaga Hadapi Ketegangan Militer dengan AS

Maduro Mobilisasi 4,5 Juta Milisi Venezuela, Siaga Hadapi Ketegangan Militer dengan AS

Presiden Nicolás Maduro mengumumkan mobilisasi 4,5 juta anggota Milisi Nasional Bolivarian.-ist-

CARACAS, DISWAY.ID-- Menjawab penambahan eskalasi antara Venezuela dan Amerika Serikat, Presiden Nicolás Maduro mengumumkan mobilisasi 4,5 juta anggota Milisi Nasional Bolivarian selama dua hari, 23–24 Agustus.

Langkah ini diambil demi menghadapi apa yang diklaim sebagai "ancaman" dari AS terhadap kedaulatan Venezuela.

Maduro menekankan bahwa mobilisasi tersebut simbol penolakan terhadap tekanan negara adidaya.

BACA JUGA:Maduro Siagakan Pasukan Usai Kapal Perang Amerika Masuk Karibia, Venezuela-AS Memanas

Ia menyerukan kepada semua milisi, cadangan, dan relawan untuk bergabung dalam “hari perekrutan dan wajib militer besar-besaran”.

“Cukuplah dengan ancaman imperialisme! Venezuela menolak itu karena kami menginginkan perdamaian!”, ujarnya.

Keputusan ini mengikuti langkah AS mengerahkan tiga kapal perang berpeluru kendali (USS Gravely, USS Jason Dunham, USS Sampson) beserta sekitar 4.000 personel militer ke wilayah Karibia dekat pantai Venezuela.

Operasi tersebut diklaim sebagai bagian dari operasi kontra-narkoba yang digelar Trump.

Ketegangan Memuncak: Dari Reward ke Milisi

Kedekatan militer AS dipicu oleh kebijakan keras Trump, termasuk peningkatan hadiah tangkap Maduro dari US$25 juta menjadi US$50 juta serta tuduhan bahwa ia memimpin jaringan narkoba internasional, “Cartel de los Soles.”

BACA JUGA:Mantan Presiden Sri Lanka Ditangkap, Diduga Rugikan Negara Untuk Biaya Luar Negeri

Sebagai respon, pemerintah Venezuela mengembangkan milisi sipil menjadi kekuatan pertahanan yang dikerahkan cepat di seluruh negeri.

Milisi ini memiliki sejarah panjang sejak era Hugo Chávez dan berperan dalam menjaga keamanan domestik di saat ketegangan geopolitik meningkat.

Diketahui, Larangan Trump dan tanggapan Venezuela membuka babak baru ketegangan Amerika Latin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads