Atensi Kasus Ibu dan Dua Anak Akhiri Hidup di Bandung, Kemenkes Buka Layanan Konsultasi Psikologi
Kemenkes soroti kematian ibu dan dua anaknya yang bunuh diri dengan cara meracuni diri di Bandung, Jawa Barat, dengan membawa layanan konsultasi psikologi-Freepik-
JAKARTA, DISWAY.ID – Kasus kematian tragis seorang ibu dan dua anaknya yang diduga akibat bunuh diri dengan cara meracuni diri di Bandung, Jawa Barat, telah menyita perhatian publik.
Peristiwa nahas ini terjadi di sebuah rumah di wilayah Kota Bandung.
BACA JUGA:Perubahan Iklim Ancam Bumi, Perusahaan Wajib Bertanggung Jawab dengan Kampanye Bisnis Hijau
BACA JUGA:Perusahaan Wajib Terapkan ESG Jika Ingin Dilirik Investor, Apa Itu?
Korban yang berinisial L, berusia 35 tahun, ditemukan meninggal bersama kedua anaknya yang masih balita.
Dugaan awal mengarah pada kasus bunuh diri yang dilakukan oleh sang ibu. Kepolisian setempat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik tindakan keji ini.
Menanggapi kasus ini, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI Imran Pambudi menyatakan dengan sigap mengambil langkah proaktif.
BACA JUGA:Masih Kepengin Jadi Polisi, Kompol Cosmas Banding atas Putusan PTDH Rantis Brimob Lindas Ojol!
Kemenkes membuka layanan konsultasi psikologi untuk membantu masyarakat yang mungkin menghadapi masalah serupa. Layanan ini bertujuan memberikan ruang bagi siapa pun yang membutuhkan "teman cerita" atau pendampingan profesional untuk menghadapi tekanan hidup.
Imran Pambudi menyatakan bahwa layanan ini bisa diakses melalui beberapa platform, termasuk hotline khusus, aplikasi konseling daring, dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat.
"Ya jadi masih begini, kalau yang masyarakat saya kira begini, terkhususnya di sisi kesehatan ya. Paling pertama kita buka dari layanan.
BACA JUGA:ALERTA! Mahasiswa Kalimantan Desak PDIP Copot Deddy Sitorus dan Lasarus dari DPR
Meskipun layanan itu saya melihat masih kurang ya karena kalau saya cek dari yang masuk terus yang di-respon itu masih kurang banyak," ujar Imran Pambudi saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu 10 September 2025.
"Karena tadi petugasnya juga, karena mereka kan volunteer ya, kita belum bisa menyediakan rekrut yang lebih banyak lagi. Sehingga orang-orang juga banyak ngomong tuh, aku ngantrinya panjang banget gitu. Tapi kita sudah siapin. Dan yang kedua, tadi kita kan mempropos adanya P3LP tadi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: