Marak Kasus Keracunan Menu Makanan Bergizi Gratis, Kemenkes Tegaskan Proses Seleksi dan Pengawasan Ketat
Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa seluruh makanan yang disajikan melalui program MBG telah melalui proses seleksi dan pengawasan ketat-Istimewa-
Kemenkes merinci beberapa langkah konkret yang akan segera diimplementasikan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Langkah-langkah ini akan menjadi standar operasional prosedur (SOP) wajib bagi semua pihak yang terlibat dalam program.
Beberapa poin utamanya adalah:
BACA JUGA:Kuliah Gratis Jurusan Keperawatan Internasional, Anak Yatim Siap Terjun Jadi Nakes Profesional
BACA JUGA:Gunung Lewotobi Laki-laki 31 Kali Erupsi, Tiga Bandara di NTT Lumpuh!
1. Sertifikasi Vendor yang Ketat: Hanya penyedia jasa boga atau katering yang memiliki sertifikat laik higienitas dan sanitasi (SLHS) yang masih berlaku yang boleh berpartisipasi.
2. Pelatihan Wajib: Semua penjamah makanan, mulai dari juru masak hingga distributor, diwajibkan mengikuti pelatihan keamanan pangan secara berkala.
3. Inspeksi Mendadak: Dinas Kesehatan setempat bersama BPOM akan melakukan inspeksi mendadak secara acak dan rutin ke dapur-dapur penyedia makanan.
4. Pengujian Sampel Makanan: Sampel dari setiap menu makanan wajib disimpan selama minimal 2x24 jam untuk keperluan investigasi jika terjadi dugaan keracunan. Sampel juga akan diuji secara berkala di laboratorium.
Menjaga Tujuan Mulia Program
BACA JUGA:Kapan Libur Idul Fitri 2026? Cek Tanggal Cuti Bersama Lebaran 2026 di Sini
BACA JUGA:AHY Bagikan 5 Jurus Rahasia Manfaatkan Bonus Demografi agar Indonesia Jadi Future Ready Nation
Program Makanan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak-anak sekolah, mendukung tumbuh kembang optimal, dan menekan angka stunting di Indonesia.
Insiden keracunan ini menjadi pengingat keras bahwa aspek keamanan pangan tidak boleh dikesampingkan dalam pelaksanaannya.
"Tujuan program ini sangat baik, yaitu memastikan generasi penerus kita sehat dan cerdas. Oleh karena itu, pengawasannya harus super ketat. Tidak boleh ada kompromi soal keamanan," tambah Dante.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: