Amerika Akan Cabut Visa Presiden Kolombia atas Komentarnya di Pertemuan Pro-Palestina
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan mencabut visa Presiden Kolombia, Gustavo Petro, setelah ia menyampaikan pernyataan kontroversial dalam sebuah aksi pro-Palestina di New York pada Jumat 26 September 2025.--Tangkapan Layar
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh negara-negara Barat yang mengakui Palestina telah memberi pesan keliru bahwa “membunuh orang Yahudi akan dibalas dengan imbalan politik.”
BACA JUGA:Amerika Siapkan Pembeli TikTok, Trump: Perusahaan Besar Kami yang Akan Menangani
Hubungan AS–Kolombia Memburuk
Amerika Serikat merupakan mitra dagang utama sekaligus sekutu terbesar Kolombia dalam perang melawan narkotika.
Namun hubungan kedua negara memburuk sejak Trump kembali berkuasa pada Januari lalu.
Petro sempat menolak menerima deportasi massal warga Kolombia dari AS, sebelum akhirnya mengalah setelah kedua negara saling mengancam dengan tarif dagang dan pembatasan visa.
BACA JUGA:Wonderkid Asal Amerika Bakal Saingi Lamine Yamal, Pindah ke Man City Didepan Mata
Bulan ini, Trump bahkan menempatkan Kolombia dalam daftar negara yang dianggap gagal memenuhi kesepakatan kontra-narkotika.
Petro, yang menjabat sejak 2022 sebagai presiden kiri pertama Kolombia, kini menghadapi tekanan diplomatik serius setelah pernyataannya di New York memicu respon keras dari Washington.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: