Cikande Banten Ditetapkan Jadi Zona Radiasi Cs-137, 9 Orang Terpapar, Warga Diimbau Segera Cek Kesehatan

Cikande Banten Ditetapkan Jadi Zona Radiasi Cs-137, 9 Orang Terpapar, Warga Diimbau Segera Cek Kesehatan

Pengawasan akses ketat oleh tim gabungan yang terdiri dari Korps Brigade Mobil (Brimob), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Cikande, Banten.-KLH/BPLH-kemenlh.go.id

SERANG, DISWAY.ID– Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, ditetapkan sebagai daerah terpapar radiasi Cesium-137 (Cs-137) oleh pemerintah pusat.

Demikian menyusul penemuan kontaminasi radioaktif di 10 titik sumber.

Insiden ini memicu kekhawatiran warga setempat, dengan 9 orang yang terpapar langsung dirawat di RS Fatmawati Jakarta dan diberi obat penawar Prussian blue untuk keluarkan racun dari tubuh.

BACA JUGA:Apa Itu Radioaktif Cesium-137 yang Viral Ditemukan di Cikande? Ini Dampaknya untuk Lingkungan dan Kesehatan

BACA JUGA:Anak Haji Isam Borong Saham KFC, Liana Saputri Kuasai 35 Persen Jagonya Ayam

Meski BNNP menegaskan tidak ada dampak pada rantai pasok nasional atau ekspor, dekontaminasi darurat digelar untuk amankan material terkontaminasi.

Kejadian ini terungkap setelah Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (Bapeten) dan Kementerian Kesehatan lakukan investigasi mendalam.

Kontaminasi Cs-137, isotop radioaktif yang sering digunakan di peralatan medis atau industri, terdeteksi di fasilitas produksi di Cikande pada akhir September lalu.

Kementerian Kesehatan telah periksa 1.562 pekerja di kawasan tersebut, dengan 9 orang positif terpapar menunjukkan gejala seperti mual, pusing, dan penurunan sel darah putih.

Mereka diberi Prussian blue, obat yang mengikat Cs-137 untuk diekskresi melalui urine.

BACA JUGA:Tak Peduli Radiasi Nuklir, Warga Sukatani Cikande Tetap Bertahan di Rumah Pasca Temuan Radiasi Cesium-137

BACA JUGA:Bahlil Tuding Purbaya Salah Baca Data Harga LPG 3 Kg, Menkeu Balas Santai: Nanti Lihat di Mana Salahnya

"Warga diimbau waspadai gejala serupa dan segera periksa medis jika curiga terpapar. Jangan panik, tapi tetap hati-hati," pesan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Imran Puri.

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa, tapi pemantauan lanjutan direncanakan hingga 30 hari ke depan. Warga juga diimbau cek kesehatan di pos disediakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads