Perkembangan Terkini Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Dikebut 24 Jam Nonstop

Perkembangan Terkini Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Dikebut 24 Jam Nonstop

Sejumlah media Asing menyoroti tragedi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.--BNPB

Proses DVI dilakukan melalui pencocokan data antemortem (data korban sebelum meninggal, seperti catatan medis, sidik jari, atau DNA keluarga) dan data postmortem (data dari jenazah).

Suharyanto menegaskan, proses identifikasi bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk penghormatan terhadap korban dan kepastian bagi keluarga.

"Melalui DVI, identitas korban dapat dipastikan secara sah, menjaga martabat korban, dan memberi kepastian hukum bagi keluarga," ujarnya.

BACA JUGA:Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Tembus 167 Orang, 49 Masih Dicari

Kendati demikian, tim DVI menghadapi kendala karena banyak korban masih berusia anak-anak atau remaja yang belum memiliki KTP. 

Tim mengandalkan data sekunder seperti ijazah, catatan sekolah, hingga ciri fisik dan pakaian terakhir korban. Bila diperlukan, pemeriksaan DNA dilakukan untuk memastikan keakuratan data.

BNPB juga mendirikan posko terpadu pelaporan dan pengaduan bagi keluarga korban. 

Posko ini menjadi pusat informasi resmi bagi masyarakat yang masih mencari anggota keluarganya atau ingin mengetahui perkembangan operasi penyelamatan.

Kepala BNPB meminta seluruh unsur di lapangan dan termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah – untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga.

BACA JUGA:PAM JAYA Gelar Bazar Gratis, 2.000 Paket Sembako Disebar ke Warga Ancol

"Saya minta semua unsur melayani masyarakat dengan baik. Kita harus menjelaskan secara jelas mana informasi yang bisa dibuka dan mana yang dikecualikan," tuturnya.

Selain itu, tim dari Polri, Dinas Sosial, dan relawan juga memberikan dukungan psikososial bagi keluarga korban di Rumah Sakit Bhayangkara. 

BNPB bersama BPBD Jawa Timur menyiapkan tenda khusus dengan fasilitas dasar seperti tempat istirahat, layanan medis, dan konsumsi untuk keluarga yang menunggu proses identifikasi jenazah.

"Nanti di RS Bhayangkara keluarga korban lebih nyaman. Disiapkan logistik dan peralatannya agar mereka bisa menunggu dengan tenang," terangnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads