Serapan Anggaran 2025 Masih Lambat, BGN Terendah di Bawah 20 Persen

Serapan Anggaran 2025 Masih Lambat, BGN Terendah di Bawah 20 Persen

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID — Menjelang akhir tahun 2025, realisasi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) masih tergolong rendah.

Beberapa instansi bahkan baru menyerap anggaran di bawah 50 persen dari pagu yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut, sejumlah K/L perlu segera mempercepat pelaksanaan kegiatan agar target serapan bisa tercapai di kuartal IV tahun ini.

"Kita perlu percepatan belanja di Kuartal IV, tapi tetap harus efisien dan akuntabel,” ujar Suahasil di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

BACA JUGA:Purbaya Tolak Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Ekonom Nilai Langkah Tepat

Badan Gizi Nasional Paling Rendah, Baru Serap 16,9 Persen

Dari data Kementerian Keuangan per 30 September 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi lembaga dengan serapan anggaran paling rendah, yakni Rp19,7 triliun atau hanya 16,9 persen dari total pagu Rp116,6 triliun.

Selain BGN, beberapa kementerian lain juga mencatat penyerapan rendah:

  • Kementerian Pertanian (Kementan): Rp9 triliun (32,9 persen dari Rp27,3 triliun)
  • Kementerian PUPR: Rp41,3 triliun (48,2 persen dari Rp85,7 triliun)

Suahasil menegaskan, percepatan realisasi anggaran menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global dan peningkatan kebutuhan belanja sosial.

BACA JUGA:Jaga Kualitas MBG, 48 Petugas SPPG Rawa Burung I Polres Bandara Soetta Disertifikasi Dinkes

Daftar Serapan Anggaran Kementerian/Lembaga per 30 September 2025

Sementara K/L lainnya telah merealisasikan Rp108,9 triliun atau 61,1 persen dari total anggaran.

Pemerintah berharap langkah percepatan realisasi belanja di kuartal IV dapat menjaga stabilitas ekonomi makro sekaligus memastikan manfaat APBN benar-benar dirasakan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads