Presiden Brasil Kunjungi Indonesia Bawa Misi Berat, Bisa Bikin Trump Meradang?

Presiden Brasil Kunjungi Indonesia Bawa Misi Berat, Bisa Bikin Trump Meradang?

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi anggota penuh BRICS.-Anisha/Disway.id-

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan perdagangan yang seimbang dan saling menguntungkan.

"Pusat data mereka tunjukkan untuk memperdalam inovasi ilmiah dan teknologi kita, meningkatkan hubungan antar universitas kita, kebijakan perdagangan yang akan seimbang di antara kedua pihak. Kebijakan perdagangan itu harus bersifat saling menguntungkan. Indonesia adalah mitra strategis bagi Brasil," paparnya.

Lobi Indonesia Jadi Anggota Penuh BRICS

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lula turut mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Brasil sebelumnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Indonesia dapat segera bergabung sebagai anggota penuh BRICS, guna memperkuat posisi negara-negara Selatan dalam sistem global.

"Saya sangat berterima kasih atas kunjungan kenegaraan Anda ke Brasil. Dan ketika kita bertemu dengan para pemimpin Jerman, dan saat itu masih sangat awal dalam pertemuan sehingga kita dapat mengundang Indonesia untuk menjadi anggota penuh BRICS, Indonesia dapat menjadi mitra strategis fundamental untuk memperkuat global south," tuturnya.

Sebagai informasi, status Indonesia secara internasional merupakan negara non-blok.

BACA JUGA:7 Cara Cerdas Menyusun Liburan Akhir Tahun 2025-2026 dengan Budget Terbatas, Hemat dan Tetap Seru!

Artinya, Indonesia dapat bergabung dengan negara-negara G20 yang didominasi oleh sekutu NATO.

Bahkna Indonesia pun dapat bergabung dengan BRICS yang notabene diikuti oleh negara-negara yang berkoalisi dengan Rusia dan Tiongkok.

Hanya saja tak dipungkiri, tantangan terbesar bagi Indonesia adalah Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump selalu terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap organisasi BRICS.

Trump mengecam negara-negara sekutunya untuk berbisnis dengan negara BRICS. Khususnya di sektor kebutuhan energi.

Rusia yang diketahui pemasok terbesar minyak di beberapa negara Eropa, mendapat sanksi Amerika Serikat dengan menetapkan tarif 150 persen.

Perang dingin Amerika Serikat dan Rusia membuat negara-negara lain cukup pragmatis. Tapi tidak dengan Indonesia.

Indonesia awal-awal tahun ini sudah menyatakan bergabung dengan BRICS meskipun bukan sebagai anggota penuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: