Uji Pangan Kedaluwarsa Kini Lebih Akurat, Pakai Climatic Chamber ASLT Tingkat Akurasi 99,5%

Uji Pangan Kedaluwarsa Kini Lebih Akurat, Pakai Climatic Chamber ASLT Tingkat Akurasi 99,5%

Penyedia layanan pengujian laboratorium, Alvalab, menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia pengujian mutu dan keamanan pangan dengan meluncurkan alat uji kedaluwarsa dan kandungan gizi pangan berakurasi tinggi di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 --Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID — Produsen makanan dan minuman tidak perlu menunggu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mengetahui masa kedaluwarsa, stabilitas, hingga kandungan gizi dan mikrobiologi produk dengan tingkat akurasi mencapai 99,5%.

Penyedia layanan pengujian laboratorium, Alvalab, menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia pengujian mutu dan keamanan pangan dengan meluncurkan alat uji kedaluwarsa dan kandungan gizi pangan berakurasi tinggi di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang telah berlangsung di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten.

Perangkat canggih ini bernama Climatic Chamber ASLT (Accelerated Shelf Life Testing). 

“Alat ini kami datangkan langsung dari Eropa. Bentuknya menyerupai lemari pendingin satu pintu, namun dilengkapi sistem pemantauan suhu, kelembaban, dan cahaya yang dapat disesuaikan untuk simulasi kondisi penyimpanan berbagai jenis produk,” ujar Head of Sales and Marketing Alvalab, Jonathan A. Widakdo, di sela kegiatan TEI.

BACA JUGA:Perum BULOG Dukung Arah Kebijakan Presiden: Perkuat Ketahanan, Ketersediaan, dan Infrastruktur Pangan Nasional

Jonathan menjelaskan bahwa proses pengujian dilakukan dengan memasukkan sampel produk ke dalam alat tersebut selama jangka waktu minimum 30 hari hingga maksimal 60 hari, tergantung jenis produknya.

Hasil pengujian berupa laporan komprehensif yang mencakup umur simpan, perubahan fisik dan rasa, hingga potensi paparan mikrobiologi.

“Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan meluncurkan produk permen dengan varian rasa baru, maka sebelum mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), produk tersebut wajib diuji oleh lembaga independen seperti Alvalab. Kami memberikan analisis objektif mengenai kelebihan dan kekurangan produk sebelum diserahkan ke otoritas terkait yang bisa dipertanggung jawabkan dengan sertifikat analisa atau biasa disebut CoA,” jelasnya.

BACA JUGA:Dari Lapangan Futsal hingga Prospek Karier, PNM Bekali Pelajar SMK untuk Piawai Dalam dan Diluar Lapangan

Lebih lanjut, Jonathan menuturkan bahwa hasil pengujian dari Alvalab telah diakui secara luas oleh berbagai pelaku industri, terutama bagi perusahaan yang menargetkan ekspor.

“Banyak produk ekspor yang melampirkan sertifikat hasil uji lab dari kami karena tingkat akurasinya sangat tinggi dan telah memenuhi standar internasional. Laboratorium kami sudah berakreditasi ISO 17025 serta diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan BPOM,” ungkapnya.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Alvalab menyediakan sistem drop point dan pengiriman sampel dari empat kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Lampung, dan Pontianak.

BACA JUGA:Terpengaruh Sistem AI 'STATSports' Tarik Alexander Isak dari Lapangan Bikin Heboh, Liverpool Gagal Total di Lini Depan

Pelaku usaha cukup mengirimkan produk melalui jasa ekspedisi bersama dokumen pendukung seperti Nomor Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads