Dugaan Korupsi Whoosh: KPK Pastikan Penyelidikan Berjalan Profesional, Cari Cukup Bukti

Dugaan Korupsi Whoosh: KPK Pastikan Penyelidikan Berjalan Profesional, Cari Cukup Bukti

Pengumpulan bukti dan keterangan akan dilakukan secara maksimal sehingga masyarakat diminta menunggu.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut penyelidikan dugaan korupsi kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh masih butuh waktu, dengan upaya pencarian bukti dan petunjuk yang dilakukan dengan hati-hati.

"Jadi memang proses hukum tentu butuh waktu untuk KPK berprogres,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis, 30 Oktober 2025.

BACA JUGA:Harga Tiket Kereta Ekonomi Jakarta-Surbaya untuk Persiapan Mudik Nataru 2025/2026

BACA JUGA:Telkom Kembali Duduki Peringkat Pertama Perusahan Indonesia yang Masuk Jajaran 500 World’s Best Employers 2025

Ia memastikan tahap penyelidikan dugaan korupsi ini akan berjalan secara profesional. 

Pengumpulan bukti dan keterangan akan dilakukan secara maksimal sehingga masyarakat diminta menunggu.

"Kami pastikan setiap stepnya, setiap tahapannya dilakukan dengan profesional, betul-betul firm untuk mencari dugaan peristiwa tindak pidananya, bukti-bukti yang valid, petunjuk-petunjuk untuk mengungkap sehingga nanti bisa membuat terang perkara ini," terang Budi.

Lebih lanjut, Budi juga menerangkan bahwa hingga saat ini terus mencari peristiwa pidana dalam proses penyelidikan. 

BACA JUGA:Vakum 5 Tahun, Agrinex Expo 2026 Siap Digelar: Kadin Indonesia Tegas Dorong UMKM Grow-up

BACA JUGA:Polda Metro Tangkap Bos Promotor agas Penggelapan Tiket Konser Grup K-Pop Twice!

"Jadi ketika kemudian kita menemukan kecukupan alat bukti maka untuk menetapkan tersangkanya di (tahap) penyidikan,” ujar Budi

Sebagai informasi, KPK sudah memulai penyelidikan dalam kasus dugaan penggelembungan dana atau mark up proyek kereta cepat whoosh ini sudah sejak awal tahun 2025 lalu.

Penyelidikan kasus ini juga diamini oleh Plt. Penindakan dam Eksekusi, Asep Guntur Rahayu.

"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” kata Asep kepada wartawan pada Senin, 27 Oktober 2025.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads