Australia Keluarkan Peringatan Penerbangan Pasca Erupsi Semeru
Gunung Semeru berada pada status Waspada atau Level II dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Otoritas Australia mengeluarkan peringatan penerbangan setelah Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi sebanyak tiga kali, Rabu, 19 November 2025.
Meski sejauh ini tidak ada jadwal penerbangan yang terganggu, Australia tanggap mengeluarkan mitigasi dan peringatan bagi warga negaranya yang hendak terbang ke Indonesia.
BACA JUGA:Ratusan Pendaki Terjebak di Ranu Kumolo, Kondisi Sekitar Gunung Semeru Pasca Erupsi
BACA JUGA:Badan Geologi ESDM Imbau Warga Jauhi Jalur Guguran Lava Pasca Peningkatan Level Erupsi Semeru
Untuk diketahui, letusan Semeru menyelimuti sejumlah desa dengan abu vulkanik. Warga di kawasan paling berisiko sudah dievakuasi, dan status gunung dinaikkan ke level tertinggi.
Dikutip Disway.id dari laman ABC, Kamis 20 November 2025, Pusat Penasihat Abu Vulkanik (VAAC) milik Biro Meteorologi Australia mengeluarkan peringatan penerbangan berwarna merah menyusul letusan tersebut.
VAAC mengatakan abu itu "sebagian dapat diidentifikasi pada citra satelit".
"Tidak ada penerbangan yang dibatalkan antara Australia dan bandara Denpasar karena letusan," tulis keterangan VAAC.
Dengan ketinggian lebih dari 3.600 meter, Semeru adalah salah satu dari hampir 130 gunung berapi aktif di Indonesia.
Gunung Semeru telah meletus berkali-kali dalam 200 tahun terakhir, tetapi puluhan ribu orang masih tinggal di lerengnya yang subur.
BNPB Bersiaga
Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru naik berselang satu jam, dari level III atau ‘Siaga’ ke level IV atau ‘Awas’.
Situasi tersebut terjadi pada hari ini, Rabu, 19, November, pukul 17.00 waktu setempat atau WIB.
BACA JUGA:Gunung Semeru Meletus, Keluarkan Awan Panas Sejauh 7 Km
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: