Saat Kembang Api Tak Menyala, Rahmat dan Sahrul Menyimpan Resah di Trotoar Jakarta

Saat Kembang Api Tak Menyala, Rahmat dan Sahrul Menyimpan Resah di Trotoar Jakarta

Bagi Rahmat dan Sahrul, dua pedagang kembang api musiman, akhir tahun justru diwarnai kecemasan dan harapan yang kian menipis.--Hasyim Ashari

BACA JUGA:Tanpa Kembang Api! Big Bang Festival 2025 Fokus Dorong Ekonomi dan Aksi Kemanusiaan di Akhir Tahun

"Kami ini cuma pedagang musiman, cari makan setahun sekali dari sini. Kalau dilarang total tanpa solusi, ya kita yang di bawah ini yang paling bonyok," ujar Yanto pedas.

Sementara itu, Rahmat (32) yang berjualan di area pinggiran, mengkritik kurangnya sosialisasi yang jelas. Ia merasa terjebak dalam ketidakpastian antara larangan gubernur dan ancaman razia Satpol PP.

"Tiap ada sirine lewat, jantung rasanya mau copot. Mau lanjut dagang takut kena angkut, mau berhenti tapi utang modal harus dibayar," pungkasnya.

Meski Pemprov DKI menekankan faktor keamanan dan risiko kebakaran, bagi Sahrul dan kawan-kawan, aturan tersebut adalah lonceng kematian bagi periuk nasi mereka di penghujung tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads