Maduro Ditangkap, Trump Tegaskan AS akan Ambil Alih Pemerintahan Venezuela

Maduro Ditangkap, Trump Tegaskan AS akan Ambil Alih Pemerintahan Venezuela

Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat untuk sementara akan mengambil alih pemerintahan Venezuela. Ia bahkan menolak keras keterlibatan pihak ketiga.-Instagram/Donald Trump-

Trump menegaskan bahwa AS tidak ingin terlibat dengan upaya pihak lain yang berusaha masuk dan mengambil alih Venezuela tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyatnya.

BACA JUGA:Jadwal Movievaganza Trans7 Hari Ini 4 Januari 2026 Lengkap Sinopsis, Tutup Liburan dengan Nonton Film Horor Gratis!

BACA JUGA:Cara Main Aplikasi Penghasil Uang untuk Dapat Saldo DANA Gratis Rp202.000 Pagi Ini

Ia mengatakan AS akan tetap bertahan dan menjalankan perannya hingga proses transisi yang dinilai tepat benar-benar terwujud.

"Ini adalah tanah kelahiran mereka. Kami tidak ingin terlibat dengan upaya pihak lain untuk masuk dan mengambil alih. Kita akan tetap di sini sampai transisi yang tepat dapat dilakukan," ungkapnya.

Sebelumnya, Presisen AS Donald Trump menyebut militer AS telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Trump bercerita penangkapan Maduro dilakukan pada tengah malam dalam kondisi gelap, setelah sistem kelistrikan di Caracas dilumpuhkan.

"Saat itu gelap. Lampu-lampu di Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki," kata Trump dalam pernyataannya, dikutip dari Youtube White House, Minggu, 4 Januari 2026.

BACA JUGA:Trump Rilis Foto Nicolas Maduro di Kapal USS Iwo Jima: Mata Ditutup, Tangan Diborgol

BACA JUGA:Harga Terbaru Honda Vario 160 CBS: Perpaduan Desain Mewah dan Teknologi Praktis

Dalam operasi tersebut, Maduro ditangkap bersama istrinya, Celia Flores. Trump menyatakan keduanya kini menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.

"Ia berhasil ditangkap bersama istrinya, Celia Flores, yang kini keduanya menghadapi keadilan Amerika," ujar Trump.

Trump mengatakan Maduro dan Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas tuduhan terkait terorisme narkoba.

"Maduro dan Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York atas kampanye terorisme narkoba mematikan mereka terhadap Amerika Serikat dan warganya," pungkas Trump.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads