Basarnas Pastikan Jasad Pria yang Ditemukan di Perairan Pulau Rinca Adalah Pelatih Valencia

Basarnas Pastikan Jasad Pria yang Ditemukan di Perairan Pulau Rinca Adalah Pelatih Valencia

Basarnas memastikan jasad pria yang ditemukan mengambang di perairan Pulau Rinca adalah Fernando Martin Carreras, Pelatih Tim Wanita Valencia B-Dok. Basarnas-

JAKARTA, DISWAY.ID - Basarnas memastikan jasad pria yang ditemukan mengambang di perairan Pulau Rinca adalah Fernando Martin Carreras, Pelatih Tim Wanita Valencia B. 

Hal itu berdasarkan ciri-ciri fisik korban yang berjenis kelamin Pria Dewasa dan dikonfirmasi langsung oleh keluarga.

BACA JUGA:Connie Bakrie soal Invasi AS ke Venezuela: Ketika Perang Memaksa Dunia Membentuk Aliansi Baru

BACA JUGA:Cekcok di Kemang saat Malam Tahun Buru Berujung Penusukan Seorang Pria

Fernando ditemukan dalam operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah II pada 26 Desember 2025 silam. 

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan identitas korban dipastikan berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Kepolisian bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan Bajo.

“Dapat kami sampaikan bahwa benar jenazah tersebut adalah salah satu korban kapal tenggelam KM Putri Sakinah II yang terjadi pada 26 Desember 2025. Berdasarkan hasil identifikasi, korban atas nama Fernando Carreras, berjenis kelamin laki-laki, berusia 44 tahun,” kata Fathur Rahman, Minggu, 4 Januari 2026.

Saat ditemukan, Tim DVI langsung memulai proses identifikasi jenazah, tim SAR kembali melanjutkan operasi pencarian dua korban terakhir yang belum ditemukan.

BACA JUGA:Watford Temukan Permata Baru, Liverpool dan Manchester United Mulai Mengintai Diam-Diam

Daalam rencana operasi yang telah ditetapkan, dengan fokus pencarian di sekitar titik ditemukannya jenazah.

Usai penemuan dan proses identifikasi jenazah, tim SAR kembali melanjutkan operasi pencarian korban terakhir sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan, dengan fokus pencarian di sekitar titik ditemukannya jenazah. Dalam operasi tersebut, sebanyak 17 alat utama (alut) dikerahkan.

Metode pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan mengikuti arah arus laut, serta penyelaman bawah air. Selain itu, tim juga mengoperasikan peralatan sonar, termasuk BIM sonar, untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di dasar perairan.

“Metode pencarian masih sama seperti rencana operasi hari sebelumnya, baik penyisiran permukaan maupun penyelaman, termasuk penggunaan sonar,” jelasnya. Namun demikian,

Fathur menjelaskan bahwa kondisi arus laut menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Arus permukaan dan arus bawah terpantau cukup deras, sehingga menyulitkan pergerakan tim di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads