6 Korban Pesawat ATR 24-500 Ditemukan Tim SAR, Basarnas: Evakuasi Terkendala Cuaca
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 400 di wilayah Sulawesi Selatan terus berlanjut.-dok disway-
MAKASSAR, DISWAY.ID - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 24-500 di wilayah Sulawesi Selatan terus berlanjut.
Hingga Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan telah menemukan korban dalam bentuk jenazah dengan total sembilan pack body part di area pencarian.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan istilah body part dalam laporan lapangan tidak hanya merujuk pada bagian tubuh korban, tetapi juga bagian dari pesawat yang ditemukan di lokasi kejadian.
BACA JUGA:Deden Maulana, Pegawai KKP Salah Satu Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dikebumikan di Garut
BACA JUGA:Penampakan Black Box Pesawat ATR 42-500 PK-THT yang Ditemukan di Dasar Jurang Bulusaraung
"Perlu kami jelaskan bahwa yang dimaksud dengan body part di lokasi operasi adalah bagian dari pesawat maupun bagian dari anggota tubuh korban. Hingga hari ini total yang ditemukan adalah sembilan pack body part. Selain itu, terdapat enam korban yang saat ini masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan," katanya kepada awak media, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menegaskan, seluruh proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara hati-hati serta terukur dengan mengutamakan keselamatan personel.
Hal itu mengingat medan operasi yang cukup terjal serta kondisi cuaca di lokasi yang tidak menentu.
"Keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini,"tuturnya.
BACA JUGA:Black Box Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan di Jurang Bulusaraung, Ini Fungsi dan Cara Kerjanya
Seluruh temuan korban selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses identifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Basarnas juga memastikan setiap perkembangan operasi SAR akan disampaikan secara resmi dan terverifikasi kepada publik.
Masyarakat diimbau tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: