Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi
Dengan fenomena ini, kondisi seperti Jepang, Singapura dan negara-negara maju lainnya diprediksi akan turut dialami Indonesia yakni lebih banyak warga lanjut usia ketimbang anak-anak muda.-Ilustrasi-
Pasalnya biaya hidup yang semakin mahal, menuntut sang istri untuk ikut bekerja untuk meringankan beban suami.
"Kalau suami istri bekerja, maka akhirnya mereka memilih menunda mempunyai anak," ucapnya.
Faktor ketiga lanjut Musni Umar, karena terpengaruh pemberitaan media. Di negara maju kebanyakan generasi muda memilih hidup kumpul kebo alias hidup bersama tanpa pernikahan dan menghindari punya anak.
Dampaknya, di negara maju angka kelahiran terus mengalami penurunan. Sehingga lebih banyak penduduk lanjut usia ketimbang anak-anak yang baru dilahirkan.
Fenomena tersebut kata Musni Umar saat ini tengah menular di Indonesia. Secara tidak langsung hal ini disebabkan pemberitaan media massa yang masif sehingga mempengaruhi pemikiran generasi muda di Indonesia
"Lebih parah lagi, ada sikap orang tua kalau putrinya sedang pacaran, akan ditanyai apa pacarnya sudah bekerja? Sehingga menunda nikah. Kalau terus menerus tidak mendapatkan pekerjaan, akhirnya batal nikah," sambungnya.
Dengan fenomena ini, kondisi seperti Jepang, Singapura dan negara-negara maju lainnya diprediksi akan turut dialami Indonesia yakni lebih banyak warga lanjut usia ketimbang anak-anak muda.
"Menurut saya, Indonesia secara dini harus mencegah fenomena sosial seperti itu, karena pasti merugikan pada saat Indonesia mencapai 100 tahun yang dicanangkan sebagai Indonesia emas yaitu era kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia," pungkasnya.*
Reporter: Fajar Ilman, Cahyono
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: