Sejarah Tugu Khatulistiwa, Simbol Unik Pontianak yang Mendunia
Tugu Khatulistiwa menjadi ikon pariwisata Pontianak yang membantu mengenalkan kota ini ke kancah nasional dan internasional. -dok Disway-
Seiring waktu, tugu ini mengalami beberapa perubahan dan pemugaran. Pada periode 1990–1991, pemerintah daerah melakukan renovasi besar dengan menambahkan kubah pelindung dan membangun duplikat tugu berukuran lima kali lebih besar daripada aslinya untuk memperkuat kehadiran monumen sebagai landmark kota.
BACA JUGA:Richard Lee Diperiksa Sebagai Tersangka Soal UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen
BACA JUGA:Gawat! Dua Curanmor Bersenpi Beraksi di Slipi, Satu Orang Kena Tembak
Replika yang baru ini diresmikan secara resmi pada 21 September 1991 oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, menjadi salah satu titik wisata yang banyak dikunjungi.
Tugu Khatulistiwa sebagai Penanda Geografis
Letak monumen berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, sekitar 3 kilometer dari pusat kota Pontianak.
Monumen ini menandai lokasi dimana lintang nol derajat Bumi, garis khatulistiwa yang membelah Bumi menjadi belahan utara dan selatan melewati wilayah kota.
Pontianak menjadi salah satu dari sedikit kota di dunia yang secara geografis berada tepat di jalur equator, sehingga mendapatkan julukan “Kota Khatulistiwa”.
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, penelitian modern dengan teknologi GPS menunjukkan bahwa posisi garis equator sesungguhnya pada titik tertentu telah sedikit bergeser, namun tugu tetap bermakna sebagai landmark sejarah dan simbol identitas kota.
BACA JUGA:Ini Alasan ESDM Izinkan SPBU Swasta Impor BBM Tahun 2026
BACA JUGA:Wakapolda Metro Jaya Beri Penghargaan Pospam dan Posyan Terbaik Operasi Lilin Jaya 2025
Peran dan Makna Budaya
Lebih dari sekadar bangunan penanda geografis, Tugu Khatulistiwa menjadi ikon pariwisata Pontianak yang membantu mengenalkan kota ini ke kancah nasional dan internasional.
Setiap tahunnya, monumen ini menjadi tujuan wisata pendidikan dan budaya bagi ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung fenomena unik yang terjadi di sekitar equator.
Salah satu momen paling menarik bagi pengunjung adalah fenomena “hari tanpa bayangan”, yaitu saat posisi matahari tepat berada di zenith equator sekitar 21–23 Maret dan 21–23 September setiap tahun ketika bayangan benda tegak seperti monumen ini hampir tidak terlihat selama beberapa menit di sekitar tengah hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: