Sirrul Cholil

Sirrul Cholil

--

Rahasia kekasih. Musim hujan yang datang lebih dini tidak hanya membuat banjir lebih besar. Juga membuat roda petani buah berputar ke bawah. Jambu air Madura yang terkenal itu pun kini sulit didapat. Kalau pun ada, rasanya tidak semanis dan sesegar biasanya.

Tapi durian Madura tetap enak. Durian Lerpak. Kecil-kecil tapi istimewa.

Lerpak adalah sebuah dusun di kecamatan Banjar (baca: benjeur), Bangkalan. Setelah Anda turun dari jembatan Suramadu teruslah berjalan lurus. Sampai mentok. Lalu belok kanan ke arah Sampang --jangan belok kiri, itu  ke arah Bangkalan.

Beberapa kilometer dari belokan itu sampailah Anda ke kota kecil: Tanah Merah. Setelah itu ada pertigaan. Anda belok kiri ke jalan kecil di pertigaan itu.

Itulah jalan yang diperbaiki oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sampai pelosok Desa Lerpak, di atas bukit pedalaman Bangkalan.

Saat perbaikan jalan selesai tibalah masa kampanye Pilpres. Cawapres dari PDI-Perjuangan, tokoh Madura, Mahfud MD, ke pesantren Sirrul Cholil nun di ujung jalan itu. Padahal dengan memperbaiki jalan tersebut Khofifah ingin sekali merangkul Muqtafi Aschal --kiai muda di Sirrul Cholil.

Akhirnya Khofifah --pendukung Prabowo Subianto-- tidak jadi ke Sirrul Cholil. Juga tidak pernah ada peresmian jalan yang kini mulus itu.

Sayalah yang menikmatinya: bulan lalu. Alam pedesaan Madura, di kanan kiri jalan itu, sangat rindang. Mungkin karena musim basah. Pedesaan alami. Rumah-rumah di sela pepohonannya banyak yang bercorak modern --pakai pilar-pilar putih model mini Romawi di depannya.

Agak tiba-tiba saya minta Kang Sahidin meminggirkan mobil ke jalan sempit itu: banyak yang berjualan durian. Musim durian di Madura mendahului Sidikalang. Nafsu tidak bisa ditahan lagi. Durian pun dibelah. Lalu masuklah banyak butiran berduri itu ke mobil. Sepanjang jalan aroma durian melekat di Denza.

Di situlah memang pusat durian Madura. Kecil-kecil. Bundar-bundar. Warnanya biru-daun --menimbulkan curiga: seperti durian masih muda. Ternyata rasanya sudah musangking. Hanya dagingnya tipis.

Di pesantren Sirrul Cholil saya bertemu Muqtafi. Ia keturunan ulama besar Madura, Syaichona Cholil --dari jalur istri yang lain. Begitu terpencil Desa Lerpak. Ayah Muqtafi-lah yang mendirikan pondok pesantren di situ. Tingkatnya, awalnya, hanya madrasah diniyah --hanya belajar agama.

Waktu itu Muqtafi masih kecil. Nakal. Selalu membantah orang tua. Karena itu sang ayah menitipkan anak itu ke pondok pesantren di Pasuruan: Sidogiri.

Di sana Muqtafi tetap nakal. Tidak mau salat. Ia lebih suka nonton film. Dan jadi Boneknya Persebaya.

Tapi kiai di Sidogiri tidak mau menghukum atau menegur Muqtafi. Itu karena Muqtafi anak seorang kiai dan keturunan ulama besar.

Titik balik Muqtafi terjadi ketika salah satu kiai di Sidogiri, Mas Mohammad, memberinya kitab kecil ”Dalail”.

Muqtafi disuruh membacanya. Ia tertarik. Karena kecil. Ternyata menyukainya. Sangat menyukai. Mas Mohammad masih sepupu kiai utama Sidogiri, Cholil Nawawi.

Dalail adalah "buku wajib" di pesantren-pesantren NU. Isinya salawat untuk Nabi Muhammad. Penulisnya: ulama sufi terkemuka dari Maroko: Imam Jazuli. Lengkapnya: Imam Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli Al Simlali (meninggal 1465M). Nama lengkap kitab itu: Dalail Al Khairat.

Anda sudah tahu beda Dalail dan Barzanji. Dalail adalah murni berisi salawat (doa) untuk Nabi. Sedang Barzanji adalah bacaan riwayat hidup Nabi.

Dalail sangat populer di Indonesia. Isi seluruh kitab harus dibaca (umumnya dihafal) sampai selesai dalam waktu satu minggu. Itu sama dengan Anda membaca salawat terbanyak dalam hidup Anda.

Buku itu memang menomorsatukan salawat. Penulisnya sendiri menceritakan khasiat salawat yang menakjubkan. Di literatur pesantren selalu dikenang. Suatu saat Imam Jazuli mencari air untuk wudu --bersuci sebelum salat. Sumur yang ia temukan di dekat masjid  lagi mengering.

Ada anak kecil, wanita, melihat ulama besar itu seperti sangat membutuhkan air untuk wudu. Maka Si anak berkomat-kamit di dekat sumur. Tiba-tiba saja sumur itu penuh dengan air.

"Apa yang Anda komat-kamitkan sehingga sumur ini berisi air?".

"Salawat pada Nabi," jawab si anak.

Selesai berwudu Imam Jazuli langsung salat. Usai salat ia ingin mencari anak wanita tadi: sudah tidak terlihat. Sebagai ulama besar Imam Jazuli merasa "ditegur" oleh anak kecil: kurang membaca salawat.

Muqtafi-remaja terus membaca Dalail-nya Imam Jazuli. Ia berubah. Ayahnya tahu perubahan itu. Lalu diajak ke Makkah.

Di Makkah ia belajar ke ulama-ulama besar di sana. Anda sudah tahu: santri dari Indonesia dikenal sangat sopan dan tawaduk --sampai merasa tidak sopan untuk mengajukan pertanyaan ke ulama di sana.

Muqtafi beda. Ia sering mengajukan pertanyaan. Saking seringnya sampai ia dicela banyak santri dari Indonesia.

Sang guru ternyata cukup terbuka: justru memuji kualitas pertanyaan Muqtafi. Bahkan akhirnya sang guru menyampaikan "fatwa" di depan murid-muridnya: "kunci ilmu ada di pertanyaan".

Empat tahun Muqtafi di Makkah.

Pulang ke Madura ia menghadapi budaya lokal: dikawinkan saat masih muda. Dijodoh-jodohkan. Untuk anak kiai biasanya dijodohkan sesama anak kiai.

Muqtafi menolak tradisi dijodohkan itu. Ia menghindar. Caranya: berkelana. Ke berbagai daerah di Indonesia. Lalu ke Jakarta.

Di Jakarta itulah Muqtafi bergaul dengan berbagai intelektual muda Islam masa kini --saat itu. Sampai ke Paramadina --di situ bertemu Anies Baswedan. Juga dengan tokoh-tokoh Islam liberal seperti Ulil Abshar. Dengan orang-orang NU tingkat pusat. Dengan tokoh-tokoh Front Pembela Islam seperti Habib Riziq. Jakarta mengubah cara berpikir keagamaannya.

Di Jakarta pula Muqtafi jatuh cinta. Ia kenal putri lima ”i” tamatan SMA Sudirman Jakarta. Si putri sudah hampir jadi artis. Sudah ikut audisi untuk jadi bintang sinetron. Sudah seleksi tahap akhir.

Sang putri juga sedang menolak dijodohkan. Sedang dalam tahap akan dipaksa. Maka  hubungannyi dengan Muqtafi tidak direstui. "Kami ini praktis kawin lari," ujar Muqtafi sambil menunjuk sang istri.

Setelah sang istri hamil barulah orang tua mereka merestui. Anak dalam kandungan itu kini baru saja diwisuda sebagai sarjana psikologi Universitas Airlangga Surabaya: Salwa Humairo. Cantik seperti ibunyi. Sudah pula punya adik tiga.


--

Salwa tidak terlihat mewarisi kenakalan ayahnyi. Karena itu tidak perlu menitipkan Salwa ke kiai teman ayahnya.

"Jangan menitipkan anak kiai ke kiai temannya. Kalau nakal dibiarkan. Tidak ditegur. Tidak dihukum," ujar Muqtafi.

Sirrul Cholil tersembunyi di pelosok Bangkalan. Juga tersembunyi dari nama besar Syaichona Cholil. Kelihatannya kata "sirrul" sengaja dipilih karena maknanya itu: rahasia kekasih.(Dahlan Iskan)



Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 10 Januari 2026: Carter 747

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

REKOR, IMAN, DAN 747.. Tulisan ini pelan. Tapi menghantam. Tentang waktu. Tubuh. Dan takdir. Dua orang. Dua penerbangan jauh. Dua target keluarga. Dan dua ranjang rumah sakit. Hidup memang suka bercanda. Kadang bercandanya keterlaluan. Delapan tahun vegetatif. Bukan angka kecil. Itu maraton sunyi. Bagi yang terbaring. Lebih-lebih bagi yang merawat. Radjimin memberi pelajaran tanpa seminar. Kerja keras. Jatuh muda. Bangkit cepat. Sekolah boleh putus. Belajar jangan. Dari onderdil. Ke bendungan. Ke SSB. Ke properti. Lalu ke Marriott. Levelnya naik. Gayanya tetap tenang. Saya tersenyum di bagian ini: Boeing 747. Bukan untuk bisnis. Untuk kebaktian. Biasanya orang carter pesawat cari cuan. Radjimin carter pesawat cari Tuhan. Itu bukan pamer. Itu pernyataan iman. Akhirnya kita diingatkan lagi. Rekor hidup boleh panjang. Tapi yang paling mahal adalah jejaknya. Dan Radjimin meninggalkan jejak yang baik..

Forsandy Kurniawan David

revisi: berarti kalao pak radjimin di gereja sama dengan pak philip ,maka itu bukan Mawar Sharon, tapi GMS Gereja Misi Sejahtera a.k.a anaknya Anaknya Gereja Mawar Sharon, namun secara sinode sudah pisah sah.

Jokosp Sp

Tahun 1990 komunikasi di daerah yang kami sebut "Daerah Terpencil Terdalam" memang hanya menggunakan Radio SSB (Single Side Band). Komunikasi antar site, antar kantor cabang, dan ke kantor pusat di Rawa Gelam KIP Pulogadung Jakarta. SSB adalah sebuah tekhnik modulasi yang efisien yang hanya menggunakan salah satu "pita samping" (side band) dari sinyal radio, sehingga bisa menghemat daya dan bandwidth. Sangat ideal dipakai di daerah maritim/ terpencil. Efisien karena daya dan bandwidth yang digunakan hanya setengah dari Radio AM (Amplitude Modulation). AM pun sekarang sudah tidak ada, berkembang jadi FM yang sering didengar di radio mobil anda. Contoh populerrnya dulu dari jenis produk Jepun, Ada Icom IC-718. Juga ada yang lebih kuat dan jernih dari produk Yesu FT-818ND atau FT991A untuk jenis radio HF/VHF/UHF Rig. Yang sangat populer di kala itu oleh kalangan radio amatir adalah FTDX101MP. Bagi para amatir harus punya ijin dari direktorat pos dan telekomunikasi, juga lisensi dari ORARI (Organisasi Radio Amatir Indonesia). Buka ingatan kalau tidak salah identitas panggilannya YC7JK (nama pendek pemiliknya), dan lainnya yang sudah lupa-lupa ingat.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KARTU POS ADALAH NENEK MOYANGNYA "WhatsApp"... "Tiap hari ia kirim kartu pos dari Tokyo. Tiap hari," ujar Anita. Begitu tulis pak Dahlan menceritakan cara pak Radjimin melakukan "PDKT Cinta" ke bu Anita Yaitu dengan cara, tiap hari kirim kartu pos. ### Kartu pos itu apa? Kartu pos itu nenek moyangnya WhatsApp. Versi kertas. Tanpa centang biru. Bentuknya kartu. Kaku. Ukurannya sebesar amplop. Satu sisi gambar pemandangan, misalnya gambar pemandangan kota.. Sisi satunya untuk tulisan. Hanya bisa diisi beberapa kata, karena tempatnya sempit. Kartu pos harus dikirim lewat kantor pos, dengan cara dimasukkan kotak, yang jaman dulu ada di kantor pos dan beberapa sudut kota. Harus ditempeli perangko. Dan perangkonya harus beli di kantor pos. Sebagai "ongkir". Kartupos baru sampai ke penerima beberapa hari. Tergantung jarak dan fasilitas kantor pos dalam membawa kartu pos dan surat ke kota penerima. Kadang berminggu-minggu. Apa yang sudah tertulis di kartu pos tidak bisa diedit. Tidak bisa dihapus. Beda ama WA. Pakai kartu pos, salah tulis ya tetap salah. Tapi justru di situ romantiknya. Kalimat harus dipikir matang. Tulisan tangan harus jelas dan "di bagus-baguskan"... Dulu kartu pos bukan sekadar kabar. Itu tanda: “Aku ingat kamu.” Pak Radjimin, selama di Jepang kirim kartu pos setiap hari. Barulah bu Anita paham maksudnya.. Itu bukan iseng. Itu niat serius. Hari ini? Orang kirim WA. Ada emojinya. Ada tulisannya. Nyampainya instant.. Beda jaman..

D' Swan

Ternyata Indonesia Timur lebih duluan mengenal tilpun dibanding kampung saya. Kampung saya baru di era 90 an itu telpon masuk ke rumah rumah. Tipe pesawatnya pun sudah pakai tombol nomor. Nah untuk keperluan yang sama orang di kampung kami biasa menggulung spul sendiri dan dengan merangkainya dengan platina dan kiprok motor dengan sumber catu menggunakan aki jadilah alat setrum ikan. Hehe..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak D Swan.. Yang lebih tua adalah telepon engkolm Jangan lupa tahun 90an masih banyak di daerah. Pesawat teleponnya tanpa "angka". Kalau telepon harus diputar/di engkol. Fungsi diengkol ini adalah untuk mencatu batterai. Maka begitu diengkol, operator di kantor telepon kecamatan kota yang akan mengurus penyambungannya. ## Setelah pesawat engkol dipensiunkan. Di Indonesia Timur, pesawat tilpun engkol ini banyak dipakai untuk cari ikan.. Caranya, kabelnya dimasukkan di kolam/ pinggir sungai/ laut. Kemudian engkol diputar. Ikan akan mati kena setrum. Dan bergelimpangan. Kita tinggal kumpulin ikannya. ## Kasih bumbu. Bakar. Atau goreng..

D' Swan

Ada juga PTTyang lain, Push to Talk, cara berkomunikasi kalau mengunakan radio. Pencet dulu tombolnya baru ngomong

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PTT: POS, TELEGRAM, TELEPON.. Pada era jaman Belanda ada unit pelayanan pengiriman informasi dan berita. Namanya PTT yang merupakan singkatan dari "jasa" yang diberikan, yaitu: Pos, Telegram dan Telepon. Urutan namanya juga mengisyaratkan ke-"jadulan"-nya. Yang paling jadul "pos". Disusul "telegram". Kemudian "telepon". Sekarang jasa pos, sudah "hampir almarhum". Jasa telegram, sudah "almarhum" beneran. Yang masih ada hanya tinggal telepon. Tapi telepon jaman dulu beda ama telepon jaman sekarang. Jaman dulu, yang ada hanya "telepon rumah" yang sekarang juga "hampir almarhum". Tapi "masih ada" sedikit. Karena kebanyakan sudah beralih ke GSM atau seluler. Nah, saya, dulu mulai bekerja, sebagai operator morse, untuk jasa telegram. Yang sekarang sudah almarhum itu. Berarti saya pantas masuk museum?

Hasyim Muhammad Abdul Haq

SSB yang saya tahu adalah Sahabat Sosial Berbagi, komunitas kami di Mojokerto yang tiap hari Rabu menyiapkan sarapan gratis untuk warga sekitar di Mojokerto. Hehe.. SSB yang umum zaman bow adalah Sekolah Sepak Bola. Sedangkan SSB yang dimaksud Pak Dahlan biar si Juara Perusuh saja yang bercerita. Saya termasuk yang tidak paham.

Murid SD Internasional

Pak Guru @Agus Suryonegoro III... Di masa depan, mungkin di 2027 atau 2029, kita sudah tidak perlu lagi input prompt by text maupun by voice, tetapi cukup pakai resonansi pikiran. Pak Guru Agus cukup berbicara lewat pikiran, dan AI GPT akan langsung memberikan respon jawaban ke sirkuit otak Pak Guru Agus secara instant. Ini kelak akan merevolusi cara manusia bertindak dalam interaksi sosial. Semua tindakannya jadi terukur presisi dan lebih accurate serta lebih bermakna, karena dalam sepersekian detik otak kita secara konstan mendapatkan real-time guidance dari AI GPT yang tertanam by implant di otak kita. Setidaknya itulah gagasan futuristik logis yang sedang saya kembangkan dalam paper bahasa Inggris saya: "When Text and Voice Prompts Became Obsolete for Large-Language Models AI".

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Sampai sekarang, saya masih hobi kirim kartu pos saat berwisata keluar negeri. Termasuk saat melancong ke negeri sakura bulan November lalu. Saya kirim ke teman, saudara, dan ke diri sendiri. Iya ke diri sendiri. Saya tujukan ke nama anak saya ke alamat rumah saya. Kartu pos dari luar negeri. Ini semacam beli souvenir untuk diri sendiri yang dititipkan ke Pak Pos untuk diantar ke rumah kita. Saya lupa harga kartu posnya berapa. Tapi prangkonya cukup 100 yen, alias Rp 11.000-an. Cukup murah, tapi anak kita jadi tahu apa itu kartu pos, dan tahu apa itu perangko.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

Bu Pipit telah membantu merawat pak Radjimin selama 8 tahun sesuai petunjuk dokter. Pasti ada rasa yang berbeda. Dan hari ini bu Pipit ikut mengantar sampai ke makam Sentong Lawang.. Hati-hati Bu Pipit..

Pipit

Selamat jalan Pak Bos, sudah cukup lama Pak Bos bertahan sudah waktunya Pak Bos bebas dari segala rasa sakit selama ini. Pak Bos orang yang hebat, semua teman Pak Bos teman teman putra dan putri Pak Bos dan semua karyawan Pak Bos memberi kesaksian kalau Pak Bos orang yang sangat baik. Sekali lagi terimakasih Pak Bos selama 8 tahun ini saya bisa dekat dengan Pak Bos. Semoga Pak Bos mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Aamiin.

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp hasyim, bp em ha, sobat yea, bp udin, bp jokosp dan teman2 rusuhwan. membaca chd hari ini. teringat awak akan kisah seorang jurnalis majalah elle. jean dominique bauby. di mana di th 1995. pada usianya yg ke 43. beliau terserang stroke. yang mengakibatkannya tidak sadar selama 20 hari. dilanjut dengan lumpuh total, lock in syndrome. mulut, tangan dan kaki tidak bisa digerakkan. hanya matanya yg masih bisa berkedip, dan pikirannya masih bekerja normal. beruntung, ada seorang perawat yg mampu memahami jean. perawat mulai tahu. bahwa jika jean berkedip sekali. artinya ya. kedip 2 kali. artinya tdk. sang perawat mendatangkan seorang speech therapist. yg punya ide menunjukkan satu per satu huruf alfabet kepada jean. jean akan merespons dengan kedipan mata. jean memilih huruf. merangkai kata hingga menjadi kalimat. dari kalimat menjadi paragraf, lanjut jadi buku setebal 100 an halm. perjuangan jean 3 jam sehari, 7 hari seminggu selama 2 bulan. berbuah jadi buku best seller "the diving bell and the butterfly." sayangnya, karna pneumonia. jean meninggal 2 hari setelah bukunya terbit. "untuk merayakan kehidupan. lakukan kebaikan bagi orang lain." demikian motto hidup jean.

D' Swan

SBB Single Side Band. Awak ingat dulu sewktu STM praktek kerja lapangan di bandara Tabing, laporan praktek awak waktu itu tentang radio komunikasi SSB ini.

Taufik Hidayat

Ada cerita Kartu Pos... He he , hobi saya mengumulkan kartu pos dan perangko,,, kalau jalan jalan kemana saja hobu juga kirim ke beberapa teman atau ke rumah sendiri. Tapi belaangan ini serng tidak sampai.. Dan ada juga yg perangkonya hanya cap cap elektornik begitu.. Uniknya ada yang sampai setahun kemudian karena nyasar. Sebuah kartu pos dari Buenos Aires, dia nyasar sampai ke singapra dulu... he he ..Yg lebih asyik lagi adaah sebuah kartu pos dari Hawaii, gambarnya cewek top less. Ternyata samai juga ke tempat kos saya.. *Ini masih thn 1989)... tapi disensor ... sudag dicoret coret bagian dadanya....

Definisi Mewah

Saya salut, dengan kegigihan almarhum sewaktu muda, terutama di bagian ini: "Tiap hari ia kirim kartu pos dari Tokyo. Tiap hari", ujar Anita. Gigih mengejar satu wanita, bahkan tatkala jauh beda negara, saya benar-benar salut. Sebuah pilihan romansa yang harus dihormati. Tidak ada yang salah. Sama sekali tidak ada yang salah. Namun izinkan... saya membagikan sudut pandang pribadi. "Real men don't chase. They attract". Itulah kalimat palu yang selalu saya hantamkan, ke kepala para junior saya, sesama pria, setiap kali mereka bertanya, meminta petuah romansa, terutama jika wanita yang mereka taksir dan mereka kejar, tinggal beda kota. "Di divisi kantor tempatmu bekerja, ada? Satu atau dua wanita, yang tertarik dan terpikat sama kamu? Di komplek tempat kamu tinggal, ada? Satu atau dua tetangga wanita, yang terpikat dan tertarik sama kamu? Jika belum ada, that's it, berarti masih ada banyak PR yang harus dikerjakan: penampilan, attitude, conversation skill, pengaruh, kharisma..." Itulah sederet kalimat petir lanjutan yang biasa saya sodorkan. Sebagian ada yang langsung "ooohhh" seolah mengalami epifani. Sebagian lagi ada yang langsung menunduk dengan ekspresi muram "...damn, never done that". Sebagian lagi ada yang langsung menelan ludah. Dan akhirnya, saya biasa tutup dengan kalimat: "So, dear gentlemen, do your homework first, and then conquer your own territory first". Mengejar itu sejatinya tugas wanita. Tugas utama pria? "Refine himself, and attract".

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI "... Vegetatif bisa bertahun-tahun. Radjimin sampai delapan tahun. Di dunia pernah ada yang sampai 17 tahun." Sampai 42 tahun koq..... Abah DI. Aruna Shanbaug, ketika berusia 25 tahun (1973) mengalami peristiwa memilukan..... Aruna diperkosa dan dicekik yang menyebabkan kerusakan otak parah, dan berada dalam kondisi vegetatif selama 42 tahun !! Aruna dinyatakan meninggal dunia karena pneumonia pada Mei 2015. Kelangsungan hidup Aruna yang begitu lama merupakan BUKTI PERAWATAN BERDEDIKASI yang diberikan kepadanya oleh Generasi Perawat di Rumah Sakit di Mumbai tempat Aruna bekerja, sebelum peristiwa memilukan tersebut.....

Wilwa

@AgusS3. USA 200 tahun lalu masih “anak bawang”. Pasca PDII jadi “Paman Perkasa”. Dan berangsur jadi “Preman Global”. Hukum Rimba yang berlaku. ☕️

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 83

  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • DeniK
    DeniK
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • ALI FAUZI
    ALI FAUZI
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
  • Yos Os Nursal
    Yos Os Nursal
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Ciga Sama
    Ciga Sama
  • D' Swan
    D' Swan
    • D' Swan
      D' Swan
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • ALI FAUZI
      ALI FAUZI
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • ikhwan guru sejarah
      ikhwan guru sejarah
    • Sadewa 19
      Sadewa 19
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ALI FAUZI
    ALI FAUZI
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Thamrin Dahlan YPTD
      Thamrin Dahlan YPTD
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
    • Mukidi Teguh
      Mukidi Teguh
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
    • Mukidi Teguh
      Mukidi Teguh
  • my Ando
    my Ando
    • ALI FAUZI
      ALI FAUZI
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Muchammad Lutfi Asyari
    Muchammad Lutfi Asyari
    • ALI FAUZI
      ALI FAUZI
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Em Ha
      Em Ha
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Pompey Indonesia
    Pompey Indonesia
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN