Dirjen Bina Haji: Petugas Harus Putus Rantai 'Masalah Selesaikan Masalah' di Tanah Suci

Dirjen Bina Haji: Petugas Harus Putus Rantai 'Masalah Selesaikan Masalah' di Tanah Suci

Direktur Jenderal Bina Haji dan Umrah Kementerian Haji (Kemenhaj) RI, Puji Rahardjo memberikan penjelasan terkait tugas dan fungsi PPIH di Arab Saudi.-kho-

JAKARTA, DISWAY.ID– Direktur Jenderal Bina Haji dan Umrah Kementerian Haji (Kemenhaj) RI, Puji Rahardjo, memberikan peringatan keras kepada calon petugas haji agar tidak mengulangi pola penanganan masalah yang karut-marut pada musim haji sebelumnya.

Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M sangat bergantung pada kemampuan petugas memutus rantai kesalahan beruntun.

Dalam arahannya pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026), Puji menganalogikan tugas PPIH layaknya sebuah operasi militer di medan kritis.

BACA JUGA:Gus Irfan Ungkap Babak Baru Haji Indonesia, Ramah Perempuan dan Profesionalisme Petugas

"Ibu Bapak semua nanti akan ditempatkan di lokasi, waktu, dan situasi yang paling kritis. Kesalahan langkah kita akan menimbulkan kekeliruan beruntun, masalah yang menular ke berikutnya," tegas Puji di hadapan ribuan peserta.

Puji secara terbuka mengevaluasi pelaksanaan haji tahun lalu yang dinilai terjebak dalam pola "menyelesaikan masalah dengan masalah."

Ia mencontohkan bagaimana kendala di tanah air berdampak domino hingga ke Arab Saudi.

"Masalah keberangkatan di tanah air diselesaikan dengan kekacauan penempatan hotel. Kekacauan hotel diselesaikan dengan masalah perpindahan Madinah ke Makkah, hingga berujung pada permasalahan di Arafah. Musim haji yang akan datang, hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi," ungkapnya yang disambut tepuk tangan riuh peserta.

Ia menekankan bahwa setiap petugas adalah "aktor kunci" yang menentukan apakah layanan terhadap 221.000 jemaah akan berjalan lancar atau justru menjadi beban negara.

BACA JUGA:Pesan Wamenhaj Dahnil Anzar di Diklat Petugas Haji 2026, Luruskan Niat dan Siap Melayani

Tahun ini, sebutnya, Kemenhaj menuntut standarisasi layanan yang sangat mendetail.

Puji mencontohkan, petugas akomodasi wajib memastikan manajemen check-in jemaah berjalan sempurna sebelum jemaah tiba di hotel.

"Harus dipastikan di pintu kamar sudah ada nama siapa yang akan masuk. Bahkan kalau perlu, di tempat tidurnya sudah dikasih nama. Jangan sampai jemaah bingung mencari tempatnya sendiri," kata Puji.

Hal senada berlaku untuk sektor transportasi. Ia menginstruksikan agar seluruh petugas memastikan pengemudi bus memahami rute dan tidak terkendala bahasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads