Bayang-Bayang Perang Dunia III Menggema, Iran Siap Ladeni Intervensi Militer AS

Bayang-Bayang Perang Dunia III Menggema, Iran Siap Ladeni Intervensi Militer AS

Iran menghadapi sulitnya ekonomi dengan mata uang yang merosot--ABC

JAKARTA, DISWAY.ID – Dunia maya dan juga media sosial ramai menggema ancaman perang dunia III atau world war three pasca Presiden AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan memicu kerusuhan di Iran. 

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya siap baik untuk perang maupun perundingan, menyusul ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump untuk melakukan intervensi militer atas penindasan terhadap aksi protes yang menurut para aktivis telah menewaskan ratusan orang.

Lebih dari dua pekan aksi protes yang awalnya dipicu oleh keluhan ekonomi telah berkembang menjadi salah satu tantangan terbesar terhadap sistem teokrasi yang telah memerintah Iran sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Shah.

BACA JUGA:BERGELIMPANGAN! Jenazah Korban Kerusuhan di Iran Dibungkus dalam Kantong Mayat Hitam, Ada yang Diangkut Pikap

Sebagai tanda seriusnya krisis, otoritas Iran memberlakukan pemadaman internet yang kini telah berlangsung lebih dari 3½ hari, yang menurut para aktivis bertujuan menutupi skala penindasan berdarah tersebut dilansir dari The Straits Times.

Untuk merebut kembali kendali, pemerintah berupaya memenuhi jalan-jalan di seluruh negeri dengan aksi unjuk rasa yang mendukung Republik Islam.

Trump mengatakan pada 11 Januari bahwa kepemimpinan Iran di bawah Ayatollah Ali Khamenei telah menghubunginya untuk meminta “bernegosiasi” setelah ia berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer jika Teheran membunuh para pengunjuk rasa.

BACA JUGA:Iran Rusuh! 500 Korban Tewas Berjatuhan, Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan

“Republik Islam Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap untuk perang,” kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam sebuah konferensi bersama para duta besar asing di Teheran pada 12 Januari.

“Kami juga siap untuk bernegosiasi, tetapi perundingan tersebut harus adil, dengan hak yang setara dan berdasarkan saling menghormati.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa saluran komunikasi tetap terbuka antara Araghchi dan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, meskipun tidak ada hubungan diplomatik resmi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman bertemu Araghchi di Teheran pada 10 Januari.

BACA JUGA:Junjung Tinggi Kedaulatan Somalia, Indonesia Tegas Menolak Pengakuan Israel terhadap Somaliland

Trump, yang mengancam aksi militer baru setelah AS mendukung perang Israel selama 12 hari melawan Iran mengatakan Teheran telah menunjukkan kesediaannya untuk berbicara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads